Indonesian Journalists Technographics Survey Report 2013

Setelah sukses merilis laporan terbuka ditahun 2012 yang bertajuk Indonesian Journalist Technographics 2011/2012 yang bercerita tentang bagaimana jurnalis Indonesia menggunakan internet, kali ini bekerjasama dengan Universitas Paramadina, Maverick kembali merilis laporan terbuka serupa untuk 2012/2013. Mari kita lihat dan pelajari dibawah ini:

BBM akhirnya masuk ke kancah cross-platform

Tulisan ini tadinya saya tulis untuk kolom saya di Dailysocial, namun ternyata topik dengan angle serupa telah dibuat oleh kontributor yang lain, sehingga saya memutuskan untuk mempostingnya disini…enjoy!

Tidak lama setelah CEO BlackBerry, Thorsten Heins mengumumkan bahwa pada musim panas mendatang, Blackberry Messenger (BBM) akan bisa digunakan di iOS dan Android maka kehebohan segera terjadi di timeline Twitter saya. Pendapat pro dan kontra bermunculan. Banyak cemoohan terhadap langkah yang diambil oleh Blackberry namun banyak juga yang tersenyum sumringah membaca berita ini.

Banyak yang bilang langkah yang diambil oleh Blackberry ini sudah terlambat, pasar sudah mulai banyak terisi oleh aplikasi-aplikasi serupa yang cross-platform begitu Blackberry tidak berbuat apa-apa saat market “meminta” di masa lalu. Pertanyaannya…apakah mereka benar-benar terlambat?

Dalam teori popularitas yang pernah saya baca (maaf lupa sumbernya), disebutkan bahwa popularitas pada kelas atas akan lebih lama pudarnya karena akan selalu diturunkan ke kelas-kelas dibawahnya. Harga yang hanya terjangkau oleh kalangan atas begitu produk tersebut pudar popularitasnya akan mulai diturunkan lalu masuk ke jangkauan kelas-kelas dibawahnya. Pada saat itu lah si brand mulai ganti strategi dengan “bermain” pada produksi massa.

Saya pikir Blackberry pun demikian halnya. Kita bisa berfikir bahwa sekarang bukan jamannya Blackberry dan BBM lagi namun mereka tidak serta merta hilang namun diturunkan ke konsentrasi massa yang lebih masif pada level pasar dibawahnya, sehingga sekeras-kerasnya suara yang datang dari ujung piramida pengguna tentunya tidak akan berpengaruh pada keseluruhan pasar.

Kembali lagi ke BBM yang akan memasuki pasar cross platform. Apakah mereka akan melibas pemain-pemain cross-platform baru lainnya? seperti Whatsapp, Line, KakaoTalk, WeChat? Saya pribadi melihat persaingan akan kembali sengit pada messenger apps ini. Yang benar-benar akan head-to-head dengan BBM adalah Whatsapp, sedangkan Line, kakaoTalk, dan WeChat akan berbeda positioning dengan BBM.

Sigur Ros pun Berbahasa Sunda

Penggemar musik Indonesia dikejutkan dengan munculnya sapaan dari Sigur Ros, band asal Islandia lewat media Twitter dengan menggunakan bahasa Sunda :-) Memang pada tanggal 10 Mei 2013 rencananya mereka akan manggung di Indonesia dalam rangka Sigur Ros World Tour yaitu tepatnya di Istora Senayan.

Saya tidak akan masuk kepembahasan kenapa-kenapanya karena bagi saya hal ini cukup segar untuk dinikmati, hehehe. Silahkan lihat foto screen capture dibawah ini beserta landing page link yang tertera pada tweet mereka :-)

Dan ini landing page mereka :-)

Satu Lembar Tips SEO Dari Google

Baru-baru ini Google merilis selembar ‘quick cheat sheet’ tentang SEO untuk pemula. Hal ini menarik mengingat pengetahuan tentang SEO ini banyak sekali dijadikan layanan berbayar oleh para pelaku jasa SEO. Kita semua tahu bahwa sebagai mesin pencari Google pun ingin memastikan ussr bisa mendapatkan hasil pencarian yang baik dan relevan. Mungkin dengan alasan tersebutlah maka Google mulai memberikan panduan-panduan sederhana tentang SEO agar setiap orang bisa mengoptimasi situs dengan baik juga.

Silahkan unduh dokumen dari Google tersebut dan berikan pendapat Anda.

History Of Social Games

HistorySocialGames1

Sebenarnya apa yang kita kenal dengan social game itu sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu, dimana kata “social” pada social game sendiri mungkin pengertiannya sangat berbeda dengan social game yang kita kenal pada saat ini. Pada infographic yang saya dapatkan pada websitenya Jon Radoff ini, dipaparkan sejarah social game mulai dari jaman Mesir kuno sampai dengan jaman sekarang. Jon menggunakan istilah “social network games” untuk membedakan social games (farmtown, etc) yang memang sudah dimainkan menggunakan platform social networks yang sudah ada.  [Read more...]

Jakarta – The Social Media Capital Of The World

jakarta_socmedcapital

Brand24 sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada social media monitoring baru-baru ini merilis sebuah infographic yang menunjukkan aktivitas penduduk Indonesia pada umumnya dan penduduk jakarta pada khususnya. Jakarta digambarkan sebagai kota yang sangat “social” dengan pencapaian peringkat dua dalam hal penggunaan Facebook di dunia. Dan data-data lainnya yang berkaitan dengan aktivitas social media Jakarta bisa Anda lihat langsung di infographicnya.  [Read more...]

Bagaimana Cara Mengoptimasi Konten Untuk Mesin Pencari

Mungkin kita semua mengenal singkatan dari SEO, yaitu Search Engine Optimization. Sebuah bidang keahlian yang muncul pada saat demand terhadap keinginan seseorang/perusahaan/brand untuk menempatkan diri mereka pada urutan seawal mungkin pada indexing setiap mesin pencari.

Sebelum saya membicarakan masalah cara mengoptimasi konten untuk mesin pencari, mungkin ada baiknya kita meninjau kembali apa yang sebenarnya dilakukan oleh mesin pencari, dalam hal ini Google sebagai mesin pencari terbesar di dunia. Sebagai mesin pencari, dan bisnis Google bergantung pada kualitas pencarian yang bisa mereka berikan pada setiap orang yang menggunakan mesin mereka. Mereka mempekerjakan ribuan pekerja yang terbaik dalam bidangnya dan menghabiskan milyaran Dollar agar bisa menjaga kualitas pencarian tersebut. Sehingga tanpa harus pusing-pusing tugas semua pemilik website adalah membuat konten yang baik dan berkualitas, selanjutnya Google yang akan mengurus masalah indexing pada mesin pencari.

Untuk memastikan mesin pencari mereka bisa menghasilkan hasil pencarian yang benar-benar baik, berkualitas dan memiliki relevansi yang tinggi, Google secara reguler mengupdate sistim algoritma mereka yang disebut dengan Penguin dan Panda algoritma.

Jadi apakah Anda membuat konten di blog, di website, di Google+, Twitter, Facebook, Linkedin, personal ataupun profesional, saran SEO yang paling tepat adalah:

Buatlah Konten yang Baik

Dengan konten yang baik maka mesin pencari akan bekerja lebih mudah untuk konten Anda.

Hanya itu…:-)

*sumber foto

Cara Mendapatkan Kepercayaan di Social Media

Profil yang baik memang dibutuhkan untuk mencapai trust (kepercayaan) di social media namun itu tidaklah cukup. Untuk bisa mendorong kehadiran Anda di social media ke tingkat selanjutnya maka Anda perlu kepercayaan (trustworthiness) dari masyarakat.

Didalam bukunya, Enchantment, Guy Kawasaki memaparkan cara-cara mencapai trustworthiness yang efektif di social media.

Muncul. Di social media, seperti juga di dunia nyata Anda bisa mendapatkan perhatian, sama seperti jika Anda berbagi, berkomentar dan juga saat ikut serta menambah informasi. Anda tidak perlu jadi seorang penulis terkenal, cukup dengan berbagi dua-tiga kali sehari dan berkomentar pada tiga sampai lima posting dari tulisannya orang lain untuk beberapa bulan membuat orang-orang bisa mulai mengenal Anda. Familiarity breeds consent.

Membuat komunitas lebih baik. Orang percaya pada siapa saja yang bisa memberikan nilai tambah bagi sebuah komunitas di social media. Dan juga sebaliknya, orang akan kehilangan kepercayaan pada siapa saja yang tidak bisa memberikan nilai tambah. Sesederhana itu, jadi usahakanlah membantu orang lain setiap hari. Bentuknya bisa beragam: Bantuan teknis, berbagi informasi tentang resources, atau bahkan sesederhana memberikan empati pada kabar buruk dari orang lain. Berikan tanpa mengharapkan pamrih, dan biasanya ironisnya justru kemungkinan untuk mendapatkan imbas baliknya justru makin meningkat.

Jangan besar mulut. Bila Anda ingin mendapatkan reputasi yang terpercaya, jangan biasakan diri menyerang atau menjelek-jelekkan orang lain atau usaha mereka. Usahakan selalu bersikap positif. Selalu bersikap optimis. Atau ya diam. Biarkan saja orang lain bersikap besar mulut. Seperti kata pepatah lama, “Bila kamu tidak punya sesuatu yang baik untuk dikatakan, maka diamlah”.

Selalu menjaga sikap. Ada korelasi yang tinggi antara bermulut besar dengan suka mengumpat. Sebaiknya kurangi mengumpat. Sekali dua kali dalam setahun bolehlah sebagai pelepasan emosi. Keseringan “nyampah” dengan memaki-maki di social media adalah musuh terbesar dari trustworthiness.

Percaya orang lain terlebih dahulu. Bila Anda ingin jadi orang yang dipercaya, maka Anda harus bisa mempercayai orang lain terlebih dahulu. Ini bukan dilema ayam dan telur lho ya. Ada urutan yang jelas: Anda percaya lalu Anda akan dipercaya. Berikan pada orang lain kesempatan untuk berdebat dan berasumsi bahwa mereka punya niat baik sampai akhirnya ada pembuktian.

Ungkapkan minat Anda. Tidak ada yang salah dengan menggunakan social media sebagai mata pencaharian. Yang jadi masalah adalah jika Anda tidak mengungkapkan conflict of interest yang terjadi atau Anda mempromosikan sesuatu lebih dari 5% dari seluruh waktu Anda di social media. Misalnya, Anda menggunakan hashtag #spon ketika Anda melakukan twit berbayar. Memang banyak pro-kontra dalam melakukan promosi di social media, namun bukan berarti kita harus menyembunyikannya.

Raihlah pengetahuan dan kompetensi. Orang mempercayai seorang ahli/ekspert, jadi diskusikan apa yang Anda benar-benar fahami atau jadilah seorang ekspert dan sumber yang terpercaya. Atau buat orang sadar dengan apa yang Anda ketahui/fahami jika Anda memang seorang ahli/ekspert. Jangan jerumuskan kredibilitas Anda dengan mengekspresikan topik-topik yang ada diluar spesialisasi Anda.

Buatlah kue yang lebih besar. Ada dua jenis orang: Pemakan dan Pemasak. Pemakan akan berfikir bahwa dunia adalah a zero-sum game: Apa yang mereka makan, orang lain tidak boleh ikutan memakannya, jadi mereka bisa memakannya sebanyak yang mereka inginkan. Pemasak berfikir bahwa dunia bukanlah a zero-sum game. Mereka selalu akan bisa memasak sendiri kue untuk mereka, lebih banyak dan lebih besar bahkan. Dan setiap orang bisa memakan lebih banyak. Orang lebih mempercayai Pemasak, bukan Pemakan.

Hindari pengertian yang buruk. Penggunaan sesuatu yang mengandung pengertian buruk untuk mencapai hasil yang baik gampang membuat tergelincir. Dalam sejarah banyak orang yang terjungkal karena masalah ini, bukan hanya pada era social media. Ketika Anda sedang mempertimbangkan sebuah tindakan, contohnya melakukan spamming untuk alasan yang baik, usahakan cek ulang tentang apa yang akan Anda lakukan.

Kesimpulan

Jangan berkesimpulan bahwa kata kunci dari kepercayaan itu adalah melakukan sesuatu yang bisa dipercaya. Itu sama aja seperti Anda memberikan lipstik pada kambing, after all tetap saja kambing yang Anda beri lipstik…:-D . Perhatikan hal-hal yang mendasari dari kepercayaan tersebut sehingga Anda bisa menyampaikan kepercayaan tersebut dengan lebih baik.

Bila Anda memang pada dasarnya orang baik dan jujur, dan Anda tunjukkan itu, maka Anda akan menikmati kepercayaan dan reputasi yang baik di social media. Dan dengan reputasi ini akan membuat semua pengalaman bersocial media Anda juga akan jadi lebih baik.

*sumber foto

Remote Working

Kebijakan Yahoo! untuk menghapuskan keleluasaan bekerja secara remote (work from home) yang ditetapkan oleh CEO mereka, Marissa Mayer membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah keputusan ini akan jadi keputusan yang tepat. Di ranah maya dimana pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja kebijakan ini terasa agak kurang masuk akal, namun salah satu sumber mengatakan bahwa Marissa mengambil keputusan demikian dikarenakan makin menurunnya hubungan antar personal langsung diantara para karyawannya.

Apakah lalu hal ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya? Kita lihat saja. Buat saya bekerja secara remote (work from home) adalah simbolisasi dari kemampuan melakukan pekerjaan tanpa menjadikan tempat sebuah hambatan, namun ada beberapa hal yang saya anggap sebagai tantangan juga agar bisa mencapai produktivitas yang tinggi tanpa mengganggu kegiatan lainnya.

Bagi saya bekerja secara remote artinya tidak berurusan dengan commute, dimana di Jakarta dengan tingkat kemacetan yang tinggi menjadikan commute itu sebuah “perjuangan” tersendiri. Dengan bekerja secara commute maka saya bisa mengatur waktu dan tempat sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

Selain masalah commute, keleluasaan menentukan mood tempat bekerja pun jadi faktor penentu. Saya adalah orang yang bisa bekerja dengan produktivitas tinggi jika mendapatkan tempat kerja tenang, tidak berisik, yang kadang kala interaksi langsung dengan teman kerja justru jadi sumber penghambat efektivitas kerja saya (maaf no offense lho ya). Sehingga dengan remote working hal ini bisa diatasi.

Tantangan bekerja secara remote adalah mengatur jam kerja untuk diri sendiri, kadang kala kita terjebak dalam kondisi “bekerja tanpa henti”. Sehingga kadang-kadang dalam hitungannya bekerja secara remote menjadikan kita bekerja lebih lama dibandingkan kita bekerja di kantor.

Remote working buat saya bukanlah bekerja secara terputus sama sekali. Komunikasi dengan teman se tim itu sangatlah penting, dan ini bisa dilakukan dengan menggunakan social media ataupun media komunikasi messenger seperti Skype seandainya dibutuhkan.

Pada akhirnya perusahaan dan karyawan tentunya ingin mencapai tujuan yang sama, yaitu result yang baik.

sumber foto

Cara Efektif Mengangkat Jumlah Kunjungan Lewat Social Media

Social media bisa menjadi cara yang cukup efektif untuk membuka hubungan yang lebih erat dengan pelanggan/pengunjung situs/pengguna produk Anda, brand’s exposure dan juga mengangkat trafik ke situs Anda. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memulainya:

Gunakan satu suara secara konsisten: Harus diingat bahwa banyak pelanggan/pengunjung situs/pengguna brand Anda sudah terekspos dari banyak tempat lainnya di dunia online dan begitu juga di offline, jadi jangan membingungkan mereka dengan “pesan” yang berbeda-beda untuk setiap media. Apakah Anda menggunakan situs/blog, atau menggunakan Twitter, Facebook selalu ingat untuk menggunakan pesan-pesan yang konsisten di semua media yang Anda gunakan. Dengan melakukan ini Anda meciptakan pesan-pesan dari brand yang lebih jelas, yang artinya lebih memudahkan mengkonvert pengunjung menjadi pelanggan nantinya.

Tentukan gol dan tujuan utama Anda: Tentukan terlebih dahulu apakah yang ingin dicapai adalah menaikkan jumlah kunjungan (trafik) pada situs/blog Anda atau menaikkan jumlah pembelian produk dari situs/blog Anda? Begitu Anda sudah menentukan gol keseluruhan, delegasikan satu titik fokus untuk strategi dan gunakan kanal-kanal yang terpisah untuk menghasilkan trafik dari masing-masing kanal tersebut. Sebagai contoh, bila Anda gol Anda ingin mengarahkan trafik ke blog, gunakan Twitter untuk “mengiklankan” blog Anda tersebut. Atau bisa juga mengarahkan trafik ke situs Anda dengan cara mengajak pengunjung untuk membaca artikel, laporan-laporan atau juga tools tertentu yang adanya di situs Anda tersebut yang juga bisa di tawarkan untuk mebeli produk-produk ataupun jasa dari bisnis Anda. Jangan lupa menyertakan link-link ke sumbernya disitus Anda dari Facebook dan Twitter ataupun media-media lainnya seperti YouTube.

Jangan lupa pesan-pesan offline Anda: Media-media marketing tradisional yang biasa dipergunakan juga bisa jadi jalur yang baik untuk mengarahkan trafik ke situs-situs social media Anda. Contohnya, menyertakan alamat situs/blog Anda pada  materi promosi seperti brosur, kartu nama. Juga jangan lupa menyertakan alamat situs Anda bersama dengan link ke Facebook dan Twitter Anda pada presentasi yang akan Anda sajikan.

*tulisan ini saya ambil dari tulisan saya di Dailysocial