Pada Kenyataannya Perasaan Cukup Memegang Peranan Dalam Bisnis


Making a Decision

Salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia baru saja melakukan wawancara terhadap beberapa perusahaan lain untuk menangani urusan payroll mereka. Dari hasil wawancara tersebut terpilihlah tiga perusahaan, tiga dari anggota komite pemilihan sempat kebingungan untuk menentukan siapakah yang terbaik dari ketiganya. Untuk memutuskan siapa yang akan terpilih mereka akan melakukan cara terakhir untuk mendapatkan perusahaan yang tepat, yaitu mengunjungi kantor pusat masing-masing perusahaan tersebut, dan berjalan-jalan berkeliling di seputar kantor untuk bisa mendapatkan “feeling” di setiap tempat. Continue reading

Selamat Ulang Tahun Ke7ujuh, Blog Donny Verdian


Blognya Donny Verdian

Beberapa minggu lalu saya diminta oleh Donny Verdian untuk memberikan sebuah testimonial tentang blognya yang pada hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh. Perjalanan yang cukup panjang untuk sebuah blog yang tentunya dikelola dengan sekepal tekad dan sehangat cinta yang menggebu saya yakin. Betapa tidak? Perkenalan yang bisa dibilang baru terhadap blognya Donny ini membangun perasaan terprovokasi yang cukup kuat, ya siapa sih yang tidak terprovokasi untuk bisa punya blog dengan intensitas konten yang terjaga kualitasnya. Continue reading

Menjalankan Startup Itu Sama Dengan Membesarkan Anak


Product Planning

Bagi Anda yang sudah punya anak saya yakin Anda tahu bagaimana rasanya membesarkan anak dari mulai kita tahu pencernaannya hanya sebesar kacang tanah dengan requirement yang sangat sederhana sampai dengan ia tumbuh menjadi toddler yang lucu. Ada tahapan yang harus kita lalui satu persatu sampai si anak nantinya mulai bisa mandiri dan tahapan-tahapan tersebut tidak bisa kita skip untuk alasan apapun. Saya ingin menggunakan analogi membesarkan anak untuk menjelaskan bagaimana pentingnya sebuah proses tumbuh bagi sebuah startup sebelum mencapai tahapan monetisasi. Continue reading

Di Media Sosial, Percakapan Tidaklah Cukup, Kita Butuh Narasi


Storytelling

Pertanyaan yang seringkali muncul pada percakapan tentang pencapaian dalam pengelolaan media sosial adalah: Lalu mengapa? (So what?). Misalnya sebuah brand diberitakan memiliki 25 juta likes. Lalu mengapa? Sebuah brand twitnya menjebol internet. Lalu mengapa? Menurut seorang Cognitive Anthropologist, Bob Deutsch bila brand ingin mencari hubungan dengan pengguna sebagai target market mereka, maka mereka harus mulai memperhatikan pada narasi yang bisa diangkat, bukan percakapan yang muncul. Untuk itu maka perubahan paradigma kini dibutuhkan: Dari Percakapan ke Narasi.

Continue reading

Inti Dari Setiap Transaksi


Sell yourself

Seorang penjual yang belum memiliki pengalaman selalu memulai sales pitch mereka dengan bercerita tentang organisasi/perusahaan mereka, lalu disusul dengan membicarakan produk/layanan dan harga/investasi. Hanya diakhir atau bahkan tidak sempat sama sekali mereka menjual diri mereka sendiri.

Seorang penjual yang berpengalaman melakukan kebalikannya. Mereka menjual diri mereka dan organisasi/perusahaan tempat mereka bekerja, lalu mereka mendiskusikan produk/layanan. Dan di akhir…di saat penghabisan mereka akan bilang, “Nah sekarang mari kita bicarakan betapa kecil harga yang Anda keluarkan mengingat semua yang akan Anda terima.”

Jadi kembali lagi, yang pertama harus dijual adalah diri Anda sendiri dahulu.

*disadur dari buku “You, Inc” oleh Harry Beckwith & Christine K. Clifford

Hidup Adalah Jualan


Hidup

Banyak dari kita terbiasa untuk tidak menyukai aktivitas menjual (walaupun kita sangat suka membeli). Gambaran yang diberikan sejak lama terhadap sales person cenderung suram, ditambah dengan pengertian aktivitas menjual itu dianggap selalu berurusan dengan ketidak jujuran, tidak manusiawi dan kejam, dan hanya yang cerdik bisa bertahan. Sebenarnya sesekali memang begitu kejadiannya, namun untuk kali ini mari kita skip dulu pandangan-pandangan tersebut dengan melihat kenyataan bahwa sebenarnya hidup itu dipenuhi dengan aktivitas jualan.

Continue reading

Apakah Rokok Elektrik Adalah Sebuah Solusi?


rokok dan rokok elektrik

Sejak kemunculannya, perangkat e-cigarettes atau lebih dikenal dalam bahasa Indonesia dengan istilah rokok elektrik ini sudah jadi bahan perbincangan banyak orang. Banyak yang berasa bahwa rokok elektrik ini adalah jawaban bagi perseteruan antara dua kubu besar, perokok dan anti asap rokok. Apakah benar demikian? Mungkin untuk bisa tahu jawabannya kita harus merunut kembali mengapa urusan rokok ini jadi biang keributan banyak orang. Continue reading