Menggunakan Jawil.Me di TweetDeck

jawilme_thumb

Mungkin Anda masih ingat dengan blogpost tentang project Jawil.Me ini di awal tahun 2011. Kali ini saya ingin berbagi buat pengguna Jawil.Me cara memasukkan account Jawil.Me Anda ke TweetDeck. Sebagaimana kita ketahui, TweetDeck adalah sebuah aplikasi desktop untuk mengelola Timeline Twitter, Facebook dan juga Linkedin, dan ternyata pada bagian Twitter masih bisa kita tambahkan additional account dengan menggunakan API sendiri. Sebenarnya tidak terlalu sulit, anyway akan saya paparkan di sini dengan visualnya sekalian sehingga bisa lebih jelas buat Anda.

Saya asumsikan Anda sudah memiliki aplikasi desktop TweetDeck di komputer Anda ya, pada saat Anda menjalankan pertama kali, maka di pojok kiri atas Anda akan bisa melihat seperti bawah ini:

  • Klik di bagian yang saya lingkari dengan warna merah, untuk menambah account baru.

  • Setelah itu klik Add New Account

  • Lalu pilih jenis social networknya -> Twitter

  • Isi Username dan Password account Jawil.Me Anda, lalu klik Advanced Options, dan isikan API addressnya: http://jawil.me/index.php/api/
  • Klik tombol Verify Details

  • Bila data-data yang Anda masukkan benar, maka avatar Jawil.Me Anda akan muncul di bagian atas, seperti di bawah ini:

Nah Anda sudah berhasil memasukkan account Jawil.Me ke dalam TweetDeck, tinggal tambahkan dan atur kolom-kolom Jawil.Me dan selesai sudah!

Selamat berjawil ria :-D

 

Podcast Program di Yahoo!

podcast_70x70

Sebenarnya membuat podcast adalah ide yang sudah sejak lama ingin saya jalankan, terutama setelah saya merasakan kesulitan dalam menjalankan radio internet di Voice Of Jakarta. Lalu apakah bedanya podcast dengan siaran radio yang direkam lalu dischedule untuk streaming? Bedanya adalah user experience, pada radio internet, pendengar harus tune in di jam-jam tertentu pada saat siaran radio tersebut disiarkan (streaming). Kalau podcast maka pendengar bisa mendengarkan siaran kapan saja hanya dengan mengkilk tombol yg tersedia (on-demand). Nah mudah-mudahan Anda semua bisa lebih mengerti perbedaan tersebut.

Proyek pertama yang ingin saya coba jalankan adalah podcast untuk Yahoo! Indonesia. Seperti yang kita semua tahu bahwa menjadi konten di Yahoo! Indonesia adalah jaminan traffic dan exposure pada konten tersebut. Bisa saya jelaskan bahwa unsur-unsur yang ada pada podcast ini akan sedikit banyak membutuhkan unsur-unsur pendukung dan salah satunya adalah musik.

Pada kesempatan ini saya ingin menawarkan pada para musisi untuk ikut mempromosikan musik Anda pada program podcast di Yahoo! Indonesia ini dengan mmperdengarkannya pada program podcast kami. Kami akan ikutan menyebutkan dan sedikit menjelaskan musisi yang musiknya diperdengarkan pada podcast ini. So let’s team up with Yahoo! folks

Menjawil dengan Jawil.Me

jawilme_thumb

Beberapa tahun yang lalu saya pernah punya pengalaman “bermain-main” dengan sebuah produk yang namanya Ning. Produk ini memungkinkan kita untuk memiliki, menjalankan dan berlaku seperti pengelola sebuah social network owner. Dari mulai iseng-iseng sampai akhirnya jalanlah sebuah komunitas dengan jumlah member 400 orang yg lumayan loyal dan aktif (namanya Komunitas Warung Puisi).

Weekend kemarin saya menemukan “mainan” baru, yaitu microblogging apps, yang memungkinkan kita menjalankan dan mengelola sebuah layanan microblogging . Dengan menggunakan aplikasi dari Status.Net tsb saya akhirnya menjalankan microblogging service yang saya beri nama Jawil.Me :-) Pasti sebagian besar dari Anda tahu apa artinya Jawil ya? Yaitu nyolek :-D

Karena Jawil.Me ini bisa terkoneksi dengan Twitter (bahkan untuk registrasi pun bisa dengan Twitter account Anda), maka jangan takut terputus dengan microblogging kesayangan kita semua, Twitter. Bahkan kitapun bisa melakukan cross-posting ke Twitter lewat Jawil.Me ini.

Lalu apa tujuan saya menjalankan Jawil.Me ini? Ya practically ini adalah mainan saya, dan mungkin bisa saya gunakan untuk meng-conduct program-program berbagi yang ingin saya jalankan di masa depan. Dan Anda pun bisa melakukan hal yang sama dengan Jawil.Me ini, karena kita semua bisa membuat Groups untuk topik-topik tertentu.

Silahkan register di sini dan subscribe (follow) account saya Bangwin

PS: Istilah-istilah yg digunakan di Jawil.Me vs Twitter

  • Notice: Tweet
  • Repeat: ReTweet
  • Subscribe: Follow
  • Subscription: Following
  • Subscriber: Follower

*Penggunaan istilah diatas adalah default, jadi masih bisa diubah-ubah nantinya

Membuat Buku Social Media

social_thumb

Ide ini sebenarnya sudah lama terpikirkan, tapi karena banyak pertimbangan dan juga mengukur waktu yang tersedia, maka ide ini terus tersendat dan terus menerus jadi ide.

Banyak buku tentang social media di jual di toko-toko buku, tapi kebanyakan menurut saya lebih pada pengupasan tentang how-to sebuah produk. Misalnya tentang Twitter, Facebook, dan lain sebagainya. Sedangkan buku-buku tentang social media sebagai strategi melakukan sesuatu (campaign, business, etc) kebanyakan dibutuhkan pengetahuan dasar yang cukup tentang social media itu sendiri, dengan kata lain buku-buku tersebut bukan untuk pemula.

Lalu seperti apa buku yang dibutuhkan oleh orang-orang yang baru mulai ingin menerapkan social media dalam bisnis mereka, organisasi mereka, usaha mereka dan sejenisnya? Itu sebenarnya yang saya pikir perlu dipenuhi. Dan lagi yang paling penting buku tersebut harus sesuai dengan kondisi Indonesia, sehingga bisa langsung di aplikasikan.

Bagaimana menurut Anda?

Foto: Intersection Consulting

Investasi Untuk Band Favorit

sellaband_thumb

Hampir semua industri musik di seluruh dunia dalam kondisi yang sama. Penjualan CD menurun, biaya promosi makin meningkat seiring dengan resesi yang terjadi. Dan dengan kondisi seperti ini sulit bagi semua orang untuk menganggap bisnis rekaman sebagai lahan yang subur untuk berinvestasi.

Mungkin sebagian dari kalian di sini pernah membaca artikel yang saya tulis sebelum ini, yaitu mengenai Radio Paradise , dimana radio ini bisa hidup bukan karena iklan tapi melainkan didukung oleh donasi dari semua pendengar yang cinta dengan radio ini dan menginginkan radio ini tetap hidup. Luar biasa bukan?

Kaitannya dengan apa yang saya sampaikan diatas adalah, kini dunia musik punya alternatif serupa untuk bisnis rekaman. Yaitu dengan mengajak semua fans untuk ikutan membiayai produksi sebuah rekaman. Itulah yang dilakukan oleh dua perusahaan ini. Sellaband dan juga Slicethepie.

Prakteknya sama dengan apa yang dilakukan oleh Radio Paradise, dan dua perusahaan yang saya sebut diatas menyediakan platform, prasarana dan sistem investasinya.

Setiap orang bisa jadi investor untuk band-band di Sellaband dengan cara membeli advanced copy dari album mereka dan sebuah share dalam rekaman hanya dengan $10. Sellaband sendiri sudah berhasil mendapatkan lebih dari $1.5 juta dari 25.000 investor lebih. Mereka mendepositkan investasi sebesar rata-rata $50, dan seluruh investment sudah bisa jalan begitu mencapai bilangan $25,000.

Dari 6500 band, 14 diantaranya sudah mencapai bilangan $50.000 untuk investasi, yang tentunya Sellaband membantu juga mencarikan studio rekaman ataupun produser terkenal (Sellaband berhasil mendapatkan produser dari Gwen Stefani untuk memproduseri band mereka, Cubworld). Pendapatan dari advertising, dan penjualan dibagi antara Sellaband, musisi.artis dan investor (Sellaband & Slicethepie keduanya menyimpan seluruh bunga dari investasi para fans selama waktu pengumpulan dan pembayaran kepada band, kalau band tidak berhasil mengumpulkan cukup dana untuk melakukan rekaman, maka seluruh investasi akan dikembalikan pada investor)

Diluar model bisnis yang dilakukan oleh Sellaband & Slicethepie ini. Beberapa pihak yang ada di jalur distrisbusi juga tertarik untuk ikut dalam gelombang ini. Amazon.com, UK Division menambahkan satu section khusus untuk artis/band dari Sellaband ini. Amazon akan ikut berinvestasi sebesar $1000 pada Sellaband’s album yang mencapai $30,000 dalam pengumpulan dana, dan album tersebut akan dikirimkan ke Amazon Vine untuk dibuatkan resensinya. Pada bilangan $35,000, Amazon UK akan mengirimkan pelanggan mereka untuk mengajak ikutan berinvestasi agar album dari band tersebut bisa cepat rampung.

Jika Sellaband berfungsi sebagai pengganti label, maka Slicethepie berfungsi melengkapi fungsi label. Seperti Sellaband, Slicethepie mengajak fans untuk membayar $10 per share pada album dan mendapatkan gratis digital copy (Slicethepie, memberikan early investor hak untuk membeli share  sampai dengan 5 buah share dengan potongan 20 cents setiap share nya)

David Courtier-Dutton, founder Slicethepie mengatakan record label sangat bersemangat untuk bekerjasama dengan Slicethepie. Mereka telah berhasil mendapatkan $400,000 sampai saat ini, dan juga menarik minta 7,800 artis. Band hanya bisa mendapatkan pembiayaan bila para reviewer Slicethepie (yang menghasilkan 10,000 review tiap harinya) menilai mereka masuk dalam urutan yang ada dalam 2% teratas dari seluruh artis/band baru. Para reviewer mendapatkan bayaran 2.5 cents untuk setiap review, dengan tambahan bonus bayaran jika artis/band yang mereka pilih itu terbukti populer.

Band/artis yang berhasil melalui proses pemilihan tersebut dan mengumpulkan $30,000 dari investor bisa melakukan rekaman album. Sebelum album ini dirilis investor bisa memperjual-belikan share mereka, seperti juga dengan Sellaband.

Band/artis atau label bisa membeli seluruh kontrak kapan saja, sekalipun ada markupnya. Dengan pengertian membeli hak rekaman band favorit kita bisa menghasilkan profit yang besar jika band tersebut akhirnya sukses.

*Tulisan ini diterjemahkan dan disadur dari artikel yang dibuat oleh Eliot Van Buskirk untuk Listening Post – Wired.com. Tulisan aslinya bisa anda lihat di sini*