<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bangwin&#187; Review</title>
	<atom:link href="http://bangwin.net/category/review/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangwin.net</link>
	<description>social media, technology &#38; human factor</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2013 08:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Ariel-Uki-Lukman-Reza-David &#8211; Suara Lainnya</title>
		<link>http://bangwin.net/2012/06/ariel-uki-lukman-reza-david-suara-lainnya/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2012/06/ariel-uki-lukman-reza-david-suara-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2012 08:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[music review]]></category>
		<category><![CDATA[Peterpan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwinissimo.com/?p=1625</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kasus Ariel yang akhirnya menyeret sang vokalis band besar bernama Peterpan kedalam LP Kebon Waru di Bandung, praktis kegiatan Peterpan tak terdengar lagi. Diantara band-band pop yang akhirnya menciptakan mainstream baru, saya termasuk menyukai karya-karya dari teman-teman Peterpan ini, secara musikal dan lirikal tentunya. Oleh karena itu ketika saya mendengar akhirnya Musica memutuskan untuk [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Suara Lainnya" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/review_newpeterpan_suaralainnya.jpg" alt="" width="387" height="352" /></p>
<p>Setelah kasus Ariel yang akhirnya menyeret sang vokalis band besar bernama Peterpan kedalam LP Kebon Waru di Bandung, praktis kegiatan Peterpan tak terdengar lagi. Diantara band-band pop yang akhirnya menciptakan mainstream baru, saya termasuk menyukai karya-karya dari teman-teman Peterpan ini, secara musikal dan lirikal tentunya. Oleh karena itu ketika saya mendengar akhirnya Musica memutuskan untuk merilis album dari band yang kini tidak bisa lagi menggunakan nama Peterpan ini saya langsung memburunya karena penasaran.</p>
<p>Saya sudah mendengar bahwa mereka akan membawakan karya-karya mereka mostly dalam instrumental kecuali dua lagi yang dibawakan oleh Momo Geisha (Cobalah Mengerti) dan Dara, lagu baru ciptaan Ariel yang tentunya vokalnya pun diisi oleh Ariel. Ekspektasi saya tentunya bisa mendapatkan orkestrasi megah  yang membalut jiwa setiap lagu-lagu mereka karena lagu-lagu dari Peterpan memang memiliki potensi untuk itu.Namun ternyata yang saya dapatkan pada album Suara Lainnya yang dibawakan oleh ex-Peterpan yg menyebut diri mereka dengan nama mereka masing-masing Ariel-Uki-Lukman-Reza-David justru lagu-lagu Peterpan bernuansa elevator music.</p>
<p>Bagi saya seharusnya bila sebuah lagu diaransemen ulang lalu ditambah dengen elemen orkestrasi seharusnya bisa lebih ekspresif, dan ekspresi-ekspresi ini yang tidak saya dapatkan. Reza, sang drummer bermain terlalu aman, padahal dalam beberapa lagu ia memiliki kesempatan untuk itu. Demikian juga Uki, eksplorasi gitarnya kurang lepas, padahal pada aransemen baru sudah selayaknya mereka menyampaikan sesuatu yang lebih segar.</p>
<p>Faktor lainnya lagi adalah tempelan-tempelan etnis dengan menyisipkan instrumen tradisional pada dua lagu (Sahabat &amp; Di Belakangku) kalah kuat oleh keseluruhan instrumentasi dalam orkestrasi mereka, sehingga alih-alih memperkaya tapi instrumen-instrumen tersebut terasa &#8220;mengganggu&#8221;.</p>
<p>Dua lagu yang ya lumayan lah untuk bvisa dinikmati adalah Di Belakangku dengan catatan instrumen tradisionalnya sebaiknya dibuang saja karena tabrakan dengan tema orkestrasi ala gregorian nya dan satu lagi adalah lagu ciptaan Ariel pada saat masih di LP Kebon Waru yang berjudul Dara, jiwa Peterpan nya terasa muncul kembali, sound drumnya lebih raw.</p>
<p>Diluar lagu-lagu yang mereka bawakan, saya cukup salut dengan usaha mereka tetap mempertahankan keutuhan band mereka walaupun tidak bernama Peterpan dan tidak dihadiri oleh sang vokalis karismatik mereka. Mereka tetap  berusaha untuk berkarya. Ada band Inggris yang juga saya kagumi karena kekuatan kesetiakawanan mereka yang luar biasa, yaitu Def Leppard. Saya tidak berusaha membandingkan kedua band ini ya, tapi memang saya selalu salut dengan band yang bisa bertahan karena rasa kesetiakawanannya. Terlepas dari kualitas bermusik mereka tentunya <img src='http://bangwin.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2012/06/ariel-uki-lukman-reza-david-suara-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>First Dream Theater&#8217;s Song with Mike Mangini (video)</title>
		<link>http://bangwin.net/2011/07/first-dream-theaters-song-with-mike-mangini-video/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2011/07/first-dream-theaters-song-with-mike-mangini-video/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 14:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Dream Theater]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Mangini]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Portnoy]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Prog Metal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwinissimo.com/?p=1300</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang menyangka Dream Theater akan mengalami masa-masa sulit ketika pada tahun 2010 Mike Portnoy memutuskan untuk meninggalkan grup band yang dibentuknya bersama teman-teman satu sekolahnya dulu di Berklee College of Music di Massachusetts. Setelah Dream Theater mendapatkan Mike Mangini sebagai drummer tetap mereka setelah kepergian Mike Portnoy, banyak yang penasaran, apakah Mike Mangini bisa [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang menyangka <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dream_Theater" target="_blank">Dream Theater</a> akan mengalami masa-masa sulit ketika pada tahun 2010 <em>Mike Portnoy</em> memutuskan untuk meninggalkan grup band yang dibentuknya bersama teman-teman satu sekolahnya dulu di <em>Berklee College of Music</em> di Massachusetts. Setelah Dream Theater mendapatkan <em>Mike Mangini</em> sebagai drummer tetap mereka setelah kepergian <em>Mike Portnoy</em>, banyak yang penasaran, apakah <em>Mike Mangini</em> bisa menyamai kemampuan <em>Mike Portnoy</em> yang memang sudah terbukti kepiawaiannya di Dream Theater. Akhirnya setelah Dream Theater memutuskan untuk merilis album kesebelas mereka (dengan <em>Mike Mangini</em> sebagai drummer baru mereka) yang berjudul <em>A Dramatic Turn of Events</em>, maka kita bisa mendengarkan permainan <em>Mike Mangini</em> pada single yang mereka rilis di YouTube ini yang berjudul <em>On The Backs of Angels</em>. Enjoy and tell me what do you think? <img src='http://bangwin.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/oasnbzEMV08?rel=0" frameborder="0" width="560" height="349"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2011/07/first-dream-theaters-song-with-mike-mangini-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkelana Di atas Gelombang Estetika (album &#8220;&#8230;Laju&#8221; &#8211; Bonita)</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/12/berkelana-di-atas-gelombang-estetika-album-laju-bonita/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/12/berkelana-di-atas-gelombang-estetika-album-laju-bonita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 08:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Bonita]]></category>
		<category><![CDATA[music review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwinissimo.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[Mendengarkan album &#8220;&#8230;Laju&#8221; dari Bonita ini seperti menjelajah negeri dongeng yang terpendam dalam setiap sanubari umat manusia. Hampir semua lagu-lagu yang diciptakan, dipilih dan dibawakan oleh Bonita pada album ini berpotensi membuat kita semua melamun dan terbang. Mendengarkan album &#8220;&#8230;Laju&#8221; dari Bonita ini membuat kita kembali disadarkan bahwa sebuah karya musik tidak lah perlu harus [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Laju cover" src="http://www.rumahbonita.com/wp-content/uploads/2009/12/laju-cover-3692-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Mendengarkan album &#8220;&#8230;Laju&#8221; dari Bonita ini seperti menjelajah negeri dongeng yang terpendam dalam setiap sanubari umat manusia. Hampir semua lagu-lagu yang diciptakan, dipilih dan dibawakan oleh Bonita pada album ini berpotensi membuat kita semua melamun dan terbang.</p>
<p>Mendengarkan album &#8220;&#8230;Laju&#8221; dari Bonita ini membuat kita kembali disadarkan bahwa sebuah karya musik tidak lah perlu harus hingar bingar dan jor-joran untuk mendapatkan sebuah impact yang kuat. Kesederhanaan eksekusi pada tiap-tiap lagu membuat lagu-lagu dalam album ini menjadi mencuat kepermukaan sehingga masing-masing bisa jadi sebuah nomor yang memiliki independensi di telinga kita semua.</p>
<p>Album ini benar-benar seperti sebuah papan selancar yang digunakan oleh Bonita untuk menjelajahi gelombang estetika bermusik mereka. Kenapa saya sebut mereka? karena tanpa kehadiran musisi-musisi dan produser yang bisa bersinergi dengan Bonita maka akan sangat sulit mencapai tingkatan seperti ini. Di gawangi oleh Yuka Dian Narendra dan juga sang suami Adoy (P.B. Adi), bisa disebut Bonita ada dalam jalur yang tepat untuk mengekspresikan karya-karyanya.</p>
<p>Lagu yang berjudul &#8220;Rumahku&#8221; karya Bonita &amp; Boris Simandjuntak (gitaris dari Flower) membuka album ini. Semburat kesederhanaan dan masa kecil menyeruak dalam komposisi ini. Sebuah sambutan yang menyenangkan. Dan lucunya album ini juga diakhiri oleh sebuah lagu yang bernuansa kanak-kanak yang berjudul &#8220;Jatuh Cinta&#8221;, sebuah representasi jatuh cinta ala Bonita? well we should ask Bonita for this.</p>
<p>Selain lagu &#8220;Komidi Putar&#8221; yang juga dipakai untuk film Sang Pemimpi (MiLes), coba simak lagu &#8220;Telur&#8221; dan &#8220;Pengulangan&#8221; cukup membuat saya kembali mengulang beberapa kali untuk menyimak lagu-lagu yang menarik ini. Seperti memperhatikan seorang anak yang sedang bergumam asik dengan dunianya, dan karena anak ini adalah Bonita, maka jadilah lagu-lagu ini seperti yang kita dengarkan.</p>
<p>Kedalaman lirik yang puitis juga sebuah nilai yang buat saya tidak bisa diindahkan. Kebanyakan lirik dibuat oleh Bonita sendiri dan didapatnya dari kontemplasi dalam diri selama perjalanan hidupnya. Simak lagu &#8220;Dendangku&#8221;:</p>
<p><em>ketika cinta berbalik<br />
membunuhmu<br />
maukah kau mati ditangannya<br />
hidup dengan benci yang mendalam<br />
meraungkan pilu yang<br />
menyayat hati</em></p>
<p>Pada lagu ini Bonita seperti menyuarakan sebuah aftermath dari peristiwa yang telah terjadi dalam hidupnya.</p>
<p>Pada lagu &#8220;Mellow&#8221;, Bonita mencoba menggambarkan bagaimana ia menikmati suasana &#8220;mellow&#8221; yang bagi sebagian orang adalah sebuah suasana muram.</p>
<p>Tema bersyukur banyak digunakan oleh Bonita, yang saya duga mungkin memang dengan album ini Bonita mencoba mengekspresikan perasaan bersyukurnya atas hidup yang telah ia lalui selama ini. Dan salah satu lagu yang menurut saya berhasil merefleksikan rasa syukur seorang Bonita adalah pada lagu &#8220;It&#8217;s Over Now&#8221;</p>
<p>Satu hal yang agak mengganggu dalam album ini adalah cover CD. Saya mengagumi artwork yang digunakan pada album ini. Ilustrasinya boleh dibilang sangat menarik dan pas, tapi pemilihan warna dan type membuat kita agak kesulitan untuk membaca judul-judul lagu di bagian belakang cover CD tersebut. Pemilihan warna background (dark pink) dan tulisan (hitam) pada ukuran fonts sekecil itu pun jadi menyulitkan untuk dibaca pada bagian Ucapan Terimakasih. Ya secara artistik keseluruhan memang menarik tapi secara desain masalahnya ya itu tadi.</p>
<p>Over all, saya merekomendasikan album &#8220;&#8230;Laju&#8221; dari Bonita ini untuk disimak, terutama bagi yang ingin merasakan berkelana di atas gelombang estetika musik ala Bonita.</p>
<p><strong>Tracklist:</strong></p>
<ol>
<li>Rumahku</li>
<li>Komidi Putar</li>
<li>Telur</li>
<li>Pengulangan</li>
<li>Dendangku</li>
<li>Bangun</li>
<li>Hari Ini</li>
<li>Pena</li>
<li>Mellow</li>
<li>Ari</li>
<li>Tinggal</li>
<li>Kelana Bersama</li>
<li>You Cheer Me Up</li>
<li>It&#8217;s Over Now</li>
<li>Reprise</li>
<li>Jatuh Cinta</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/12/berkelana-di-atas-gelombang-estetika-album-laju-bonita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Darah Baru Javajazz 2009</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/12/darah-baru-javajazz-2009/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/12/darah-baru-javajazz-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 08:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[JavaJazz]]></category>
		<category><![CDATA[Music Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwinissimo.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Menyaksikan konser tunggal Javajazz dengan formasi baru tanpa mendengarkan album mereka terlebih dahulu menjadi tantangan tersendiri buat saya. Mengapa tidak? Sekitar 11 tahun yang lalu saya menonton konser mereka dan saat itu pun musik mereka sudah membuat saya terpukau. Dan pada tanggal 10 untuk pertama kalinya semenjak konser terakhir mereka, Javajazz kembali tampil, dan tidak [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Javajazz" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_stage2.jpg" alt="" width="588" height="389" /></p>
<p>Menyaksikan konser tunggal <a href="http://www.javajazzgroup.com">Javajazz</a> dengan formasi baru tanpa mendengarkan album mereka terlebih dahulu menjadi tantangan tersendiri buat saya. Mengapa tidak? Sekitar 11 tahun yang lalu saya menonton konser mereka dan saat itu pun musik mereka sudah membuat saya terpukau. Dan pada tanggal 10 untuk pertama kalinya semenjak konser terakhir mereka, Javajazz kembali tampil, dan tidak hanya itu. Kita tahu alm. <em>Embong Rahardjo</em> sudah meninggal beberapa saat yang lalu, dan saat ini kali pertama juga Javajazz tampil tanpa alm. mas <em>Embong Rahardjo</em>. Bisa dibayangkan kenapa saya deg-degan, diantara ekspektasi dan tanda tanya berkaitan dengan seperti apa musik Javajazz formasi baru pada saat mereka tampil.</p>
<p>Seperti kita ketahui, formasi baru Javajazz yang tampil pada konser tunggal yang sekaligus menandai diluncurkannya album baru mereka yang berjudul<em> &#8220;Joy Joy Joy&#8221;</em>, bukanlah formasi yang benar-benar baru, tapi lebih pada formasi pertama mereka plus digantikannya posisi alm. mas <em>Embong Rahardjo</em> (sax &amp; flute) dengan <a href="http://www.dewabudjana.com"><em>Dewa Budjana</em></a> (gitar) yang juga anggota Javajazz formasi kedua, dimana pada saat itu (1993), formasi mereka hampir seluruhnya baru kecuali <a href="http://www.indralesmana.com"><em>Indra Lesmana</em></a> dan mas <em>Embong</em> (gitar: <em>Budjana</em>, drum: <em>Cendy Luntungan</em>, perkusi:<em> Ron Reeves</em>).</p>
<p>Banyak yang menyangka hadirnya <em>Budjana</em> pada formasi terakhir Javajazz ini untuk menggantikan alm. mas <em>Embong</em>, tapi buat saya memang tidak ada yang bisa menggantikan keberadaan alm. mas <em>Embong</em>, dan memang itu pula yang saya dapati pada konser malam itu. Kembalinya <em>Budjana</em> tidak dipungkiri memberikan darah baru dan warna tersendiri, dan ini menjadikan Javajazz seperti dilahirkan kembali dengan penampilan dan warna baru.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img title="Dewa Budjana &amp; Donny Suhendro" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_budjanadonny.jpg" alt="Dewa Budjana &amp; Donny Suhendro" width="588" height="392" /><p class="wp-caption-text">Dewa Budjana &amp; Donny Suhendro</p></div>
<p>Memiliki dua gitaris dalam satu band merupakan suatu hal yang biasa, tapi memiliki seorang <em>Dewa Budjana</em> dan <em>Donny Suhendra</em> dalam satu band itu menurut saya adalah hal yang luar biasa. Mengapa tidak? Memiliki dua gitaris sekaliber mereka berdua diatas yang sama-sama memiliki kemampuan diatas rata-rata tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi kedua gitaris ini punya karakter bermusik dan jenis pilihan sound mereka sendiri. Namun justru dengan kematangan bermusik yang mereka miliki, mereka berhasil meramu dan membagi porsi masing-masing dalam tiap-tiap lagu tanpa saling &#8220;memakan&#8221;. Pendekatan progresif <em>Budjana</em> dengan sound gitar yang rough dan cenderung rock kontemporer ditunjukkan dalam lagu yang berjudul <em>&#8220;Border Line&#8221;</em> dan <em>&#8220;Java&#8217;s Weather&#8221;</em> serta <em>Budjana</em> juga memainkan Banjo pada beberapa nomer seperti pada <em>&#8220;Exit Permit&#8221;</em>. <em>Budjana</em> sangat menonjol pada kebanyakan lagu-lagu baru yang ditampilkan pada album ini. Sementara <em>Donny</em> dengan ciri fusion nya yang khas sangat ketara pada lagu-lagu yang diambil pada album-album sebelumnya seperti <em>&#8220;The Seeker&#8221;</em> dan <em>&#8220;Bulan di Atas Asia&#8221;</em>.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img title="Indra Lesmana dengan Breath Controller" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_indra.jpg" alt="Indra Lesmana dengan Breath Controller" width="588" height="392" /><p class="wp-caption-text">Indra Lesmana dengan Breath Controller</p></div>
<p>Lalu bagaimana peranan alat musik tiup yang pada album-album sebelumnya sangat menonjol dengan adanya alm. mas <em>Embong</em>? Pada porsi ini, <em>Indra Lesmana</em> yang memang selama beberapa tahun terakhir menunjukkan ketertarikan terhadap alat musik Pianika (setidaknya inilah alat baru yang sering digunakan oleh Indra saat di panggung), mencoba mengangkat spirit alm. mas <em>Embong</em> saat beliau masih di Javajazz. Bukan hanya pianika elektronik yang sering ia gunakan tapi juga ia menggunakan breath controller untuk mengatur velocity (kuat tidaknya suara yang keluar) pada keyboardnya. Efek yang didapat ya hampir menyerupai alat musik tiup hanya memang tidak bisa semulus saxophone, karena sangat dibatasi oleh balok-balok keys.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img title="Gilang Ramadhan" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_gilang.jpg" alt="Gilang Ramadhan" width="588" height="392" /><p class="wp-caption-text">Gilang Ramadhan</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 543px"><img title="Mates" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_mates.jpg" alt="AS Mates" width="533" height="800" /><p class="wp-caption-text">AS Mates</p></div>
<p><em>Gilang Ramadhan</em> dan <em>AS Mates</em> bisa disebut sebagai penjaga ritem yang sangat disiplin. Berbeda dengan <em>Cendy Luntungan</em> yang ekspresif, <em>Gilang</em> menunjukkan style bermain yang mengkombinasikan power dan disiplin. Seperti seorang drummer rock dengan pendekatan kontemporer jazz. Sementara <em>Mates</em> juga bermain dalam pagar-pagar chord dengan disiplin. Ya persis seperti <em>Mates</em> yang saya bayangkan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 543px"><img title="Indra Lesmana &amp; Dewa Budjana" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_indrabudjana.jpg" alt="Indra Lesmana &amp; Dewa Budjana" width="533" height="800" /><p class="wp-caption-text">Indra Lesmana &amp; Dewa Budjana</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img title="Javajazz" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/javajazz_stage_finale.jpg" alt="Javajazz 2009" width="588" height="392" /><p class="wp-caption-text">Javajazz 2009</p></div>
<p>Secara keseluruhan konser tunggal mereka memang menyuguhkan nafas baru yang menurut saya pribadi cukup menyegarkan, dan sangat saya rekomendasikan unuk di tonton. Satu hal yang agak mengganggu mungkin datang dari sound system yang menurut saya agak kurang seimbang (balance), atau mungkin juga kapasitas speaker yang tidak memadai. Dimana sepertinya suara gitar <em>Budjana</em> terlalu keras sehingga suara yang keluar sering agak pecah. Di beberapa saat suara Banjo <em>Budjana</em> pun sempat hilang-hilang beberapa kali, ya sedikit banyak buat saya cukup mengganggu. Diluar komposisi mereka yang cukup segar tersebut.</p>
<p><em>Jakarta, 11 Desember 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/12/darah-baru-javajazz-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beth Gibbons creates more &#8220;human&#8221; music with Rustin Man</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/03/beth-gibbons-more-human-with-rustin-man/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/03/beth-gibbons-more-human-with-rustin-man/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 16:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Beth Gibbons]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Rustin Man]]></category>
		<category><![CDATA[Trip Hop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangwinet.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[This is a song called &#8220;Mysteries&#8221; from Portishead&#8217;s vocalist Beth Gibbons solo album with Paul Webb&#8217;s (ex-Talk Talk) band called Rustin Man. So the title in this video should be &#8220;Mysteries by Beth Gibbons &#38; Rustin Man&#8221;. The album itself called &#8220;Out Of Season&#8221; Before I listen to this album, I had a feeling that [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/nJrRVl7goLE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/nJrRVl7goLE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>This is a song called &#8220;Mysteries&#8221; from Portishead&#8217;s vocalist Beth Gibbons solo album with Paul Webb&#8217;s (ex-Talk Talk) band called Rustin Man. So the title in this video should be &#8220;Mysteries by Beth Gibbons &amp; Rustin Man&#8221;. The album itself called &#8220;Out Of Season&#8221;</p>
<p>Before I listen to this album, I had a feeling that it should be not far from Portishead-kind-of-music, which is gloomy, dark, electrified. At that time me &amp; my friends called Portishead&#8217;s-kind-of-music (whatsocalled by Trip-hop) with &#8220;Suicidal music&#8221;. Well, it&#8217;s not true&#8230;I guess Paul Webb with Rustin Man succeed to pull Beth Gibbons from Portishead&#8217;s gloomy world by adding &#8220;human&#8221; element on their composition. What I called by human element is they build their music with more conservative instruments, such as electric/acoustic guitar, upright bass, they using lots of real drums instead of drum machine. Anyway they still using loops, sample and synth in their composition but not as much as Portishead does. And it makes their music much more acceptable yet relaxing.</p>
<p>Unlike when she&#8217;s with Portishead, with Rustin Man, Beth Gibbons sing her songs with spirit of surrender to ultimate power up there. Listen to this video and you will know what I mean.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/03/beth-gibbons-more-human-with-rustin-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elex Yo Ben Project &#8211; Gending Bejad</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/02/elex-yo-ben-project-gending-bejad/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/02/elex-yo-ben-project-gending-bejad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 09:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Elex Yo Ben]]></category>
		<category><![CDATA[Gending Bejad]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Parodi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangwinet.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Grup: Elex Yo Ben Judul: Gending Bejad Produser: Dionys Dhewanindra &#38; Rhindra Suspa Label: Tahun: Mendengarkan album Gending Bejad dari duo Elex Yo Ben seperti melakukan perjalanan musikal dengan berbagai kacamata kehidupan dan berbagai pakaian genre dari budaya yang beragam. Elex Yo Ben yang kalau diartikan dalam bahasa Jawa adalah &#8220;Jelek Ya Biarin&#8221; ini adalah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Elex Yo Ben - Gending Bejad" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/eyb_gendingbejad.jpg" alt="" width="400" height="539" /></p>
<p><strong>Grup: Elex Yo Ben<br />
Judul: Gending Bejad<br />
Produser: Dionys Dhewanindra &amp; Rhindra Suspa<br />
Label:<br />
Tahun:<br />
</strong></p>
<p>Mendengarkan album Gending Bejad dari duo Elex Yo Ben seperti melakukan perjalanan musikal dengan berbagai kacamata kehidupan dan berbagai pakaian genre dari budaya yang beragam.</p>
<p>Elex Yo Ben yang kalau diartikan dalam bahasa Jawa adalah &#8220;Jelek Ya Biarin&#8221; ini adalah proyek duet kolaborasi dua orang Sutradara/Director muda yang selama ini terbiasa bekerjasama dalam sejumlah proyek music dan film indie.  Mereka adalah  Dionys Dhewanindra (Film and Video Director) dan Rhindra Suspa (Music Director). Dan kolaborasi ini menghasilkan sebuah album musik + video yang diberi tajuk Gending Bejad.</p>
<p>Sedikitnya ada dua poin yang saya bisa dapatkan dari album ajaib ini yaitu ekplorasi musikal yang tidak bisa dibilang sederhana dan penangkapan tema untuk lirik yang tidak lazim, sangat fotografik yang membuat liriknya begitu jujur dan bagi sebagian penikmat terdengar lucu walaupun mereka tidak berniat untuk membuatnya menjadi sesuatu yang lucu (setidaknya ini lah yang saya dapatkan ketika ngobrol dengan mereka). Hampir semua lagu-lagu di album ini liriknya diambil dari peristiwa nyata. Coba simak lagu yang berjudul &#8220;My Wife Very Dangerous&#8221; yang diambil dari peristiwa nyata dimana sepasang suami istri yang tiap pagi berantem karena berebutan WC. Atau lagu yang berjudul &#8220;Perempuan Di Batu Nisan&#8221; yang diambil ketika Dion sempat tinggal di sebuah kontrakan di tengah kompleks pemakaman yang ternyata jadi tempat mangkal bencong kuburan.</p>
<p>Bila bicara dari sisi musikalitas, nuansa prog metal &amp; death metal menyelimuti hampir seluruh komposisi lagu mereka dengan sentuhan gending Jawa disana-sini plus gaya menyanyi sinden dan growl. Dan satu lagu yang merepresentasikan semua ini adalah lagu yang berdurasi hampir 8 menit yang berjudul sama dengan judul albumnya, &#8220;Gending Bejad&#8221;. Banyak kejutan-kejutan yang akan kita dapati ketika menyimak lagu-lagu dari album ini. Terutama penggabungan tema-tema fotografis yang langsung di campur dengan komposisi metal. Mungkin ini lah yang membuat banyak media menganggap EYB adalah band parodi. Coba simak lagu yang berjudul &#8220;Saat Ku Brutal&#8221; dari judulnya dan jenis musiknya kita tidak akan menyangka bahwa liriknya Dion bercerita tentang keinginannya membuat sambal saat ia sedang brutal (marah?), lalu selanjutnya ia memaparkan cara-cara membuat sambal yang membuatnya tidak brutal lagi. Hehehehe&#8230;pasti anda mengerti apa yang saya maksud dengan fotografis kan, yaitu pemaparan yang sangat jelas.</p>
<p>Album Gending Bejad dari Elex Yo Ben ini adalah salah satu album yang akhir ini cukup merebut perhatian saya selain album dari The Bad Plus yang berjudul For All I Care (ini nanti saya buatkan juga resensinya). Terutama disebabkan oleh ekplorasi yang dilakukan oleh duo ini yang membuat saya sangat merekomendasikan album ini untuk anda yang menyukai ekplorasi musikal yang tanpa batas.</p>
<p>Mendengarkan sendiri akan bisa menjadi pengalaman yang bisa membuat teman-teman disini memberikan opini terhadap apa yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu-lagu mereka ini. Untuk itu silahkan dengar kan tiga buah sample lagu yang diambil dari album Gending Bejad di bawah ini:</p>
<div style="width: 300px;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="wmode" value="transparent" /><param name="src" value="http://media.imeem.com/pl/w0qmCzVX93/aus=false/" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250" src="http://media.imeem.com/pl/w0qmCzVX93/aus=false/" wmode="transparent"></embed></object></div>
<div style="width: 300px;">
<div style="background-color: #e6e6e6; padding: 1px;">
<div style="float: left; padding: 4px 4px 0 0;"><a href="http://www.imeem.com/"><img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" alt="" /></a></div>
<form style="margin: 0; padding: 0;" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" method="post"> <input name="EmbedSearchBox" type="text" /> <input style="font-size: 12px;" type="submit" value="Search" /></p>
<div style="padding-top: 3px;"><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;ek=w0qmCzVX93"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;ek=w0qmCzVX93"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;ek=w0qmCzVX93"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;ek=w0qmCzVX93"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/w0qmCzVX93/" border="0" alt="" /></a></div>
</form>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.imeem.com/people/x4typ1t/playlist/fx8cdkwE/elex_yo_ben_music_playlist/">Elex Yo Ben</a><br />
<strong>Playlits:</strong><br />
1. Anak Studio<br />
2. Gending Bejad<br />
3. Love Memang Anjrit<br />
4. My Wife Very Dangerous (Live Acoustic)<br />
5. My Wife Very Dangerous<br />
6. Perangkap Rock &amp; Roll<br />
7. Perempuan Di Batu Nisan<br />
8. Remuk Yo Ben<br />
9. Saat Ku Brutal<br />
10. Si Baju Biru (Hikayat Homo Ereczionizt)<br />
11. The Panu Fans Club</p>
<p>Silahkan kunjungi blog mereka yang ada di <a href="http://elexyoben.wordpress.com/">http://elexyoben.wordpress.com/</a> dan juga Myspace mereka yang ada di: <a href="http://www.myspace.com/elexyoben">http://www.myspace.com/elexyoben</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/02/elex-yo-ben-project-gending-bejad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampak GusUran Poem Orchestra</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/02/sampak-gusuran-poem-orchestra/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/02/sampak-gusuran-poem-orchestra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Musikalisasi Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Poem Orchestra]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sampak Gusuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangwinet.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Sampak GusUran is a poem orchestra. They call their group as &#8216;poem orchestra&#8217; because since the beginning they interpret and orchestrated Anis Sholeh Ba&#8217;asyin poem into musical composition. This is their way to bring poem more closer to people. By their &#8216;poem orchestra&#8217; they wish to voice their concern about social, culture, spiritual, environmental and [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/wZqSq8_kMxE&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/wZqSq8_kMxE&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Sampak GusUran is a poem orchestra. They call their group as &#8216;poem orchestra&#8217; because since the beginning they interpret and orchestrated Anis Sholeh Ba&#8217;asyin poem into musical composition. This is their way to bring poem more closer to people.</p>
<p>By their &#8216;poem orchestra&#8217; they wish to voice their concern about social, culture, spiritual, environmental and human problem in our country and also in the world. They not only play music or sing a song, but first of all they try with their own way to sent a message about love, peace, brotherhood and justice; against all destructive, oppressed and dehumanize powers who rules what we called as &#8216;modern world&#8217;. Name &#8216;sampak&#8217; they took from &#8216;gamelan&#8217; music rhythm type in Javanesse puppets performance called &#8216;wayang&#8221;, it usually played to accompany war scene on Wayang performance. Medium GusUran, in fact can be read as game form writing from gusuran word, which in Indonesian vocabulary mean &#8216;peripheral&#8217;. Or, can also, Uran word read as plural form of word &#8216;uro-uro&#8217; or croon in Javanesse vocabulary.</p>
<p>In music, they try more or less dynamic translate and permeate the spirit and also composition of ethnical and tradition music -especially from Indonesia- and cut fine it with new musical mosaic growing in present day.</p>
<p>You can see more of their videos by visiting their Youtube page in <a href="http://www.youtube.com/user/SampakGusUran">here</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/02/sampak-gusuran-poem-orchestra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampung Girl</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/02/kampung-girl/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/02/kampung-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 06:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[kampung Girl]]></category>
		<category><![CDATA[Uncle J]]></category>
		<category><![CDATA[Uptown Girl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangwinet.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Hahaha&#8230;the song in this video originally sang by mr. Billy Joel and called &#8220;Uptown Girl&#8221;. It has been parodise by Uncle J and rename it to  &#8220;Kampung Girl&#8221; with Indonesian atmosphere in it. Enjoy the video&#8230;.hehehehe]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ayjpHqnF6P8&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/ayjpHqnF6P8&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Hahaha&#8230;the song in this video originally sang by mr. Billy Joel and called &#8220;Uptown Girl&#8221;. It has been parodise by Uncle J and rename it to  &#8220;Kampung Girl&#8221; with Indonesian atmosphere in it. Enjoy the video&#8230;.hehehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/02/kampung-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HAY</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/02/hay/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/02/hay/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 07:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangwinet.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Grup: Hay Judul: Hay Produser: HAY &#38; Pay Label: Palu Musik Indonesia Tahun: 2009 Kesederhanaan dan kekuatan musikal seringkali menjadi faktor yang saling tarik menarik dalam menciptaka sebuah karya musik yang optimum. Dan proses tarik menarik ini terjadi pada musik-musik yang menggunakan alat musik secara minimum. Itulah yang saya dapati ketika mendengarkan album perdana dari [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="HAY" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/hay_hay.jpg" alt="" width="400" height="402" /></p>
<p><strong>Grup: Hay<br />
Judul: Hay<br />
Produser: HAY &amp; Pay<br />
Label: Palu Musik Indonesia<br />
Tahun: 2009</strong></p>
<p>Kesederhanaan dan kekuatan musikal seringkali menjadi faktor yang saling tarik menarik dalam menciptaka sebuah karya musik yang optimum. Dan proses tarik menarik ini terjadi pada musik-musik yang menggunakan alat musik secara minimum. Itulah yang saya dapati ketika mendengarkan album perdana dari grup yang menamakan diri mereka HAY.</p>
<p>Hay ini terdiri dari 3 orang personil, Husein (gitar), Angga (Drum) dan Yudhi (vokal). Ya seperti yang saya duga (dan pasti para pembaca juga) nama Hay ini diambil dari inisial huruf depan masing-masing personil. Mengacu pada kesederhanaan dan kekuatan musikal yang saya singgung diatas, apa yang terjadi pada album perdana HAY yang berjudul sama dengan nama grup ini? <em>Keane</em> adalah salah satu grup band yang berhasil menampilkan kekuatan musikal dengan kesederhanaan. Secara pengolahan mereka berhasil <em>&#8220;menempelkan&#8221;</em> sebuah tanda bagi kita semua dengan apa yang disebuk musik <em>Keane</em>. Ya secara potensi HAY memiliki peluang yang sama seperti apa yang di capai oleh Keane, tapi sepertinya HAY masih terjebak dalam romantisme bermanis-manis yang mendominasi seluruh lagu yang diusung dalam album ini yang menjadikan tidak adanya ciri yang kuat. Ini baru dari sisi tema.</p>
<p>Gambaran secara keseluruhan secara musikal, HAY ini mengusung jenis musik pop dengan pengaruh blues sedikit yang juga saling tarik menarik dengan unsur pop yang diwakili oleh warna vokal Yudhi yang sekilas mengingatkan saya pada istilah &#8220;candy-tone&#8221; pada penyanyi-penyanyi R&amp;B, walaupun sama sekali tidak memiliki cengkok R&amp;B sama sekali alias datar. Secara musikalitas dua kekuatan yang saya lihat dalam album ini adalah permainan gitar Husein dan keyboard oleh produser mereka yakni Pay. Permainan dua orang ini lah yang saya bilang bisa menyelamatkan keseluruhan album perdana mereka ini. Pemilihan efek gitar Husein yang membius walaupun tidak bisa saya sebut spesial dengan cerdas mewarnai tiap lagu. Tentu saja peranan personil lainnya seperti Angga sebagai penjaga beat ikut mewarnai dengan pemilihan suara drum yang agak-agak retro. Iringan keyboard yang dilakukan oleh sang produser, Pay, melengkapi keseluruhan aransemen. Sekali lagi saya tidak bisa membandingkan seorang Pay dengan seorang Indra Q yang berperan sebagai penjaga gawang keyboard pada saat mereka berdua tergabung dalam Slank, karena Indra benar-benar menorehkan gaya dia dalam setiap lagu yang dibawakan oleh Slank pada saat itu (bahkan di BIP), namun Pay di album Hay ini, hanya memberi sedikit warna.</p>
<p><strong>Tracklist:</strong></p>
<p>1. Ah&#8230;Percuma<br />
2. CSTD<br />
3. Datanglah<br />
4. Diam<br />
5. Tak Usah<br />
6. Percayalah<br />
7. Sakit Hati<br />
8. Terserah<br />
9. Hany<br />
10. Seharusnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/02/hay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Here Comes The Flood</title>
		<link>http://bangwin.net/2009/01/here-comes-the-flood/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2009/01/here-comes-the-flood/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 06:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangwinet.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[This song originally compose &#38; sing by Peter Gabriel. But this musician/singer captured the mood of this song and turn it into one beautiful piece of clip. Below is the original one performed by Peter Gabriel himself&#8230; Ok, now we will sing together&#8230;:-) Please find this song&#8217;s lyric below then sing Here Comes The Flood [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="295" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Ok7qepKY5_I&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="295" src="http://www.youtube.com/v/Ok7qepKY5_I&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>This song originally compose &amp; sing by Peter Gabriel. But this musician/singer captured the mood of this song and turn it into one beautiful piece of clip.</p>
<p>Below is the original one performed by Peter Gabriel himself&#8230;</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Ww9JS8dJ9fY&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/Ww9JS8dJ9fY&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Ok, now we will sing together&#8230;:-) Please find this song&#8217;s lyric below then sing</p>
<p><strong>Here Comes The Flood</strong></p>
<p><em>When the night shows<br />
the signals grow on radios<br />
All the strange things<br />
they come and go, as early warnings<br />
Stranded starfish have no place to hide<br />
still waiting for the swollen Easter tide<br />
There&#8217;s no point in direction we cannot<br />
even choose a side.</em></p>
<p><em>I took the old track<br />
the hollow shoulder, across the waters<br />
On the tall cliffs<br />
they were getting older, sons and daughters<br />
The jaded underworld was riding high<br />
Waves of steel hurled metal at the sky<br />
and as the nail sunk in the cloud, the rain<br />
was warm and soaked the crowd.</em></p>
<p><em>Lord, here comes the flood<br />
We&#8217;ll say goodbye to flesh and blood<br />
If again the seas are silent<br />
in any still alive<br />
It&#8217;ll be those who gave their island to survive<br />
Drink up, dreamers, you&#8217;re running dry.</em></p>
<p><em>When the flood calls<br />
You have no home, you have no walls<br />
In the thunder crash<br />
You&#8217;re a thousand minds, within a flash<br />
Don&#8217;t be afraid to cry at what you see<br />
The actors gone, there&#8217;s only you and me<br />
And if we break before the dawn, they&#8217;ll<br />
use up what we used to be.</em></p>
<p><em>Lord, here comes the flood<br />
We&#8217;ll say goodbye to flesh and blood<br />
If again the seas are silent<br />
in any still alive<br />
It&#8217;ll be those who gave their island to survive<br />
Drink up, dreamers, you&#8217;re running dry.</em></p>
<p><em>[Repeat chorus once]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2009/01/here-comes-the-flood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.749 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-20 00:09:38 -->
