<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bangwin&#187; Social Media</title>
	<atom:link href="http://bangwin.net/category/social-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangwin.net</link>
	<description>social media, technology &#38; human factor</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 07:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Satu Lembar Tips SEO Dari Google</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/03/satu-lembar-tips-seo-dari-google/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/03/satu-lembar-tips-seo-dari-google/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 23:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Optimasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2140</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini Google merilis selembar &#8216;quick cheat sheet&#8217; tentang SEO untuk pemula. Hal ini menarik mengingat pengetahuan tentang SEO ini banyak sekali dijadikan layanan berbayar oleh para pelaku jasa SEO. Kita semua tahu bahwa sebagai mesin pencari Google pun ingin memastikan ussr bisa mendapatkan hasil pencarian yang baik dan relevan. Mungkin dengan alasan tersebutlah maka [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" alt="" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/Google-SEO-Australia_zps5965aaad.png" width="557" height="331" /></p>
<p>Baru-baru ini Google merilis selembar &#8216;quick cheat sheet&#8217; tentang SEO untuk pemula. Hal ini menarik mengingat pengetahuan tentang SEO ini banyak sekali dijadikan layanan berbayar oleh para pelaku jasa SEO. Kita semua tahu bahwa sebagai mesin pencari Google pun ingin memastikan ussr bisa mendapatkan hasil pencarian yang baik dan relevan. Mungkin dengan alasan tersebutlah maka Google mulai memberikan panduan-panduan sederhana tentang SEO agar setiap orang bisa mengoptimasi situs dengan baik juga.</p>
<p>Silahkan <a href="http://bangwin.net/wp-content/uploads/2013/03/Google-one-page-SEO-Guide.pdf">unduh</a> dokumen dari Google tersebut dan berikan pendapat Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/03/satu-lembar-tips-seo-dari-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>History Of Social Games</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/03/history-of-social-games/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/03/history-of-social-games/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2013 02:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[social games]]></category>
		<category><![CDATA[social network games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2130</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya apa yang kita kenal dengan social game itu sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu, dimana kata &#8220;social&#8221; pada social game sendiri mungkin pengertiannya sangat berbeda dengan social game yang kita kenal pada saat ini. Pada infographic yang saya dapatkan pada websitenya Jon Radoff ini, dipaparkan sejarah social game mulai dari jaman Mesir kuno sampai dengan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya apa yang kita kenal dengan social game itu sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu, dimana kata &#8220;social&#8221; pada social game sendiri mungkin pengertiannya sangat berbeda dengan social game yang kita kenal pada saat ini. Pada infographic yang saya dapatkan pada websitenya <a href="http://radoff.com/blog/2010/05/24/history-social-games/" target="_blank">Jon Radoff</a> ini, dipaparkan sejarah social game mulai dari jaman Mesir kuno sampai dengan jaman sekarang. Jon menggunakan istilah &#8220;social network games&#8221; untuk membedakan social games (farmtown, etc) yang memang sudah dimainkan menggunakan platform social networks yang sudah ada. <span id="more-2130"></span></p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/HistorySocialGames1_zps0fae285f.png" width="565" height="800" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/03/history-of-social-games/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta &#8211; The Social Media Capital Of The World</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/03/jakarta-the-social-media-capital-of-the-world/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/03/jakarta-the-social-media-capital-of-the-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2013 02:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[infographic]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2121</guid>
		<description><![CDATA[Brand24 sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada social media monitoring baru-baru ini merilis sebuah infographic yang menunjukkan aktivitas penduduk Indonesia pada umumnya dan penduduk jakarta pada khususnya. Jakarta digambarkan sebagai kota yang sangat &#8220;social&#8221; dengan pencapaian peringkat dua dalam hal penggunaan Facebook di dunia. Dan data-data lainnya yang berkaitan dengan aktivitas social media Jakarta bisa [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://brand24.co.id/" target="_blank">Brand24</a> sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada social media monitoring baru-baru ini merilis sebuah infographic yang menunjukkan aktivitas penduduk Indonesia pada umumnya dan penduduk jakarta pada khususnya. Jakarta digambarkan sebagai kota yang sangat &#8220;social&#8221; dengan pencapaian peringkat dua dalam hal penggunaan Facebook di dunia. Dan data-data lainnya yang berkaitan dengan aktivitas social media Jakarta bisa Anda lihat langsung di infographicnya. <span id="more-2121"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2124" alt="jakarta_socmedcapital" src="http://bangwin.net/wp-content/uploads/2013/03/jakarta_socmedcapital.png" width="560" height="1512" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/03/jakarta-the-social-media-capital-of-the-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Mengoptimasi Konten Untuk Mesin Pencari</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/03/bagaimana-cara-mengoptimasi-konten-untuk-mesin-pencari/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/03/bagaimana-cara-mengoptimasi-konten-untuk-mesin-pencari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2013 17:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Pencari]]></category>
		<category><![CDATA[Panda]]></category>
		<category><![CDATA[Penguin]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2109</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kita semua mengenal singkatan dari SEO, yaitu Search Engine Optimization. Sebuah bidang keahlian yang muncul pada saat demand terhadap keinginan seseorang/perusahaan/brand untuk menempatkan diri mereka pada urutan seawal mungkin pada indexing setiap mesin pencari. Sebelum saya membicarakan masalah cara mengoptimasi konten untuk mesin pencari, mungkin ada baiknya kita meninjau kembali apa yang sebenarnya dilakukan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" alt="" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/searching_zpsbb32cc41.jpg" width="560" height="397" /></p>
<p>Mungkin kita semua mengenal singkatan dari SEO, yaitu <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Search_engine_optimization" target="_blank">Search Engine Optimization</a></em>. Sebuah bidang keahlian yang muncul pada saat demand terhadap keinginan seseorang/perusahaan/brand untuk menempatkan diri mereka pada urutan seawal mungkin pada indexing setiap mesin pencari.</p>
<p>Sebelum saya membicarakan masalah cara mengoptimasi konten untuk mesin pencari, mungkin ada baiknya kita meninjau kembali apa yang sebenarnya dilakukan oleh mesin pencari, dalam hal ini Google sebagai mesin pencari terbesar di dunia. Sebagai mesin pencari, dan bisnis Google bergantung pada kualitas pencarian yang bisa mereka berikan pada setiap orang yang menggunakan mesin mereka. Mereka mempekerjakan ribuan pekerja yang terbaik dalam bidangnya dan menghabiskan milyaran Dollar agar bisa menjaga kualitas pencarian tersebut. Sehingga tanpa harus pusing-pusing tugas semua pemilik website adalah membuat konten yang baik dan berkualitas, selanjutnya Google yang akan mengurus masalah indexing pada mesin pencari.</p>
<p>Untuk memastikan mesin pencari mereka bisa menghasilkan hasil pencarian yang benar-benar baik, berkualitas dan memiliki relevansi yang tinggi, Google secara reguler mengupdate sistim algoritma mereka yang disebut dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Penguin" target="_blank">Penguin</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Panda" target="_blank">Panda</a> algoritma.</p>
<p>Jadi apakah Anda membuat konten di blog, di website, di Google+, Twitter, Facebook, Linkedin, personal ataupun profesional, saran SEO yang paling tepat adalah:</p>
<h4 style="padding-left: 150px;">Buatlah Konten yang Baik</h4>
<p>Dengan konten yang baik maka mesin pencari akan bekerja lebih mudah untuk konten Anda.</p>
<p>Hanya itu&#8230;:-)</p>
<p><a href="http://hyatt.jobs/blog/" target="_blank"><em>*sumber foto</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/03/bagaimana-cara-mengoptimasi-konten-untuk-mesin-pencari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mendapatkan Kepercayaan di Social Media</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/03/cara-mendapatkan-kepercayaan-di-social-media/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/03/cara-mendapatkan-kepercayaan-di-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 01:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[enchantment]]></category>
		<category><![CDATA[guy kawasaki]]></category>
		<category><![CDATA[trust]]></category>
		<category><![CDATA[trustworthiness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2102</guid>
		<description><![CDATA[Profil yang baik memang dibutuhkan untuk mencapai trust (kepercayaan) di social media namun itu tidaklah cukup. Untuk bisa mendorong kehadiran Anda di social media ke tingkat selanjutnya maka Anda perlu kepercayaan (trustworthiness) dari masyarakat. Didalam bukunya, Enchantment, Guy Kawasaki memaparkan cara-cara mencapai trustworthiness yang efektif di social media. Muncul. Di social media, seperti juga di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" alt="" src="https://lh5.googleusercontent.com/-X-5aFpke4IE/UTfx6xFe13I/AAAAAAAAApI/UG37B7a52vA/w836-h428-o-k/trust.jpg" width="560" height="287" /></p>
<p>Profil yang baik memang dibutuhkan untuk mencapai trust (kepercayaan) di social media namun itu tidaklah cukup. Untuk bisa mendorong kehadiran Anda di social media ke tingkat selanjutnya maka Anda perlu kepercayaan (trustworthiness) dari masyarakat.</p>
<p>Didalam bukunya, <a href="http://www.guykawasaki.com/enchantment/" target="_blank">Enchantment</a>, <em>Guy Kawasaki</em> memaparkan cara-cara mencapai trustworthiness yang efektif di social media.</p>
<p><strong>Muncul</strong>. Di social media, seperti juga di dunia nyata Anda bisa mendapatkan perhatian, sama seperti jika Anda berbagi, berkomentar dan juga saat ikut serta menambah informasi. Anda tidak perlu jadi seorang penulis terkenal, cukup dengan berbagi dua-tiga kali sehari dan berkomentar pada tiga sampai lima posting dari tulisannya orang lain untuk beberapa bulan membuat orang-orang bisa mulai mengenal Anda. <em>Familiarity breeds consent</em>.</p>
<p><strong>Membuat komunitas lebih baik</strong>. Orang percaya pada siapa saja yang bisa memberikan nilai tambah bagi sebuah komunitas di social media. Dan juga sebaliknya, orang akan kehilangan kepercayaan pada siapa saja yang tidak bisa memberikan nilai tambah. Sesederhana itu, jadi usahakanlah membantu orang lain setiap hari. Bentuknya bisa beragam: Bantuan teknis, berbagi informasi tentang resources, atau bahkan sesederhana memberikan empati pada kabar buruk dari orang lain. Berikan tanpa mengharapkan pamrih, dan biasanya ironisnya justru kemungkinan untuk mendapatkan imbas baliknya justru makin meningkat.</p>
<p><strong>Jangan besar mulut</strong>. Bila Anda ingin mendapatkan reputasi yang terpercaya, jangan biasakan diri menyerang atau menjelek-jelekkan orang lain atau usaha mereka. Usahakan selalu bersikap positif. Selalu bersikap optimis. Atau ya diam. Biarkan saja orang lain bersikap besar mulut. Seperti kata pepatah lama, &#8220;Bila kamu tidak punya sesuatu yang baik untuk dikatakan, maka diamlah&#8221;.</p>
<p><strong>Selalu menjaga sikap</strong>. Ada korelasi yang tinggi antara bermulut besar dengan suka mengumpat. Sebaiknya kurangi mengumpat. Sekali dua kali dalam setahun bolehlah sebagai pelepasan emosi. Keseringan &#8220;nyampah&#8221; dengan memaki-maki di social media adalah musuh terbesar dari trustworthiness.</p>
<p><strong>Percaya orang lain terlebih dahulu</strong>. Bila Anda ingin jadi orang yang dipercaya, maka Anda harus bisa mempercayai orang lain terlebih dahulu. Ini bukan dilema ayam dan telur lho ya. Ada urutan yang jelas: Anda percaya lalu Anda akan dipercaya. Berikan pada orang lain kesempatan untuk berdebat dan berasumsi bahwa mereka punya niat baik sampai akhirnya ada pembuktian.</p>
<p><strong>Ungkapkan minat Anda</strong>. Tidak ada yang salah dengan menggunakan social media sebagai mata pencaharian. Yang jadi masalah adalah jika Anda tidak mengungkapkan conflict of interest yang terjadi atau Anda mempromosikan sesuatu lebih dari 5% dari seluruh waktu Anda di social media. Misalnya, Anda menggunakan hashtag #spon ketika Anda melakukan twit berbayar. Memang banyak pro-kontra dalam melakukan promosi di social media, namun bukan berarti kita harus menyembunyikannya.</p>
<p><strong>Raihlah pengetahuan dan kompetensi</strong>. Orang mempercayai seorang ahli/ekspert, jadi diskusikan apa yang Anda benar-benar fahami atau jadilah seorang ekspert dan sumber yang terpercaya. Atau buat orang sadar dengan apa yang Anda ketahui/fahami jika Anda memang seorang ahli/ekspert. Jangan jerumuskan kredibilitas Anda dengan mengekspresikan topik-topik yang ada diluar spesialisasi Anda.</p>
<p><strong>Buatlah kue yang lebih besar</strong>. Ada dua jenis orang: Pemakan dan Pemasak. Pemakan akan berfikir bahwa dunia adalah<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zero%E2%80%93sum_game" target="_blank"> a zero-sum game</a>: Apa yang mereka makan, orang lain tidak boleh ikutan memakannya, jadi mereka bisa memakannya sebanyak yang mereka inginkan. Pemasak berfikir bahwa dunia bukanlah a zero-sum game. Mereka selalu akan bisa memasak sendiri kue untuk mereka, lebih banyak dan lebih besar bahkan. Dan setiap orang bisa memakan lebih banyak. Orang lebih mempercayai Pemasak, bukan Pemakan.</p>
<p><strong>Hindari pengertian yang buruk</strong>. Penggunaan sesuatu yang mengandung pengertian buruk untuk mencapai hasil yang baik gampang membuat tergelincir. Dalam sejarah banyak orang yang terjungkal karena masalah ini, bukan hanya pada era social media. Ketika Anda sedang mempertimbangkan sebuah tindakan, contohnya melakukan spamming untuk alasan yang baik, usahakan cek ulang tentang apa yang akan Anda lakukan.</p>
<p><em><strong>Kesimpulan</strong></em></p>
<p>Jangan berkesimpulan bahwa kata kunci dari kepercayaan itu adalah melakukan sesuatu yang bisa dipercaya. Itu sama aja seperti Anda memberikan lipstik pada kambing, after all tetap saja kambing yang Anda beri lipstik&#8230;:-D . Perhatikan hal-hal yang mendasari dari kepercayaan tersebut sehingga Anda bisa menyampaikan kepercayaan tersebut dengan lebih baik.</p>
<p>Bila Anda memang pada dasarnya orang baik dan jujur, dan Anda tunjukkan itu, maka Anda akan menikmati kepercayaan dan reputasi yang baik di social media. Dan dengan reputasi ini akan membuat semua pengalaman bersocial media Anda juga akan jadi lebih baik.</p>
<p><a href="http://themarketingnutz.com/" target="_blank"><em>*sumber foto</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/03/cara-mendapatkan-kepercayaan-di-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Efektif Mengangkat Jumlah Kunjungan Lewat Social Media</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/02/cara-efektif-mengangkat-jumlah-kunjungan-lewat-social-media/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/02/cara-efektif-mengangkat-jumlah-kunjungan-lewat-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 11:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Traffic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2086</guid>
		<description><![CDATA[Social media bisa menjadi cara yang cukup efektif untuk membuka hubungan yang lebih erat dengan pelanggan/pengunjung situs/pengguna produk Anda, brand&#8217;s exposure dan juga mengangkat trafik ke situs Anda. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memulainya: Gunakan satu suara secara konsisten: Harus diingat bahwa banyak pelanggan/pengunjung situs/pengguna brand Anda sudah terekspos dari banyak tempat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" alt="" src="https://lh5.googleusercontent.com/-dq6SZjosG3k/USn94_U4f4I/AAAAAAAAAlI/wC1HDTJc_Vw/w641-h428-o-k/social_media_kecil.jpg" width="560" height="374" /></p>
<p>Social media bisa menjadi cara yang cukup efektif untuk membuka hubungan yang lebih erat dengan pelanggan/pengunjung situs/pengguna produk Anda, brand&#8217;s exposure dan juga mengangkat trafik ke situs Anda. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memulainya:</p>
<p><strong>Gunakan satu suara secara konsisten:</strong> Harus diingat bahwa banyak pelanggan/pengunjung situs/pengguna brand Anda sudah terekspos dari banyak tempat lainnya di dunia online dan begitu juga di offline, jadi jangan membingungkan mereka dengan &#8220;pesan&#8221; yang berbeda-beda untuk setiap media. Apakah Anda menggunakan situs/blog, atau menggunakan Twitter, Facebook selalu ingat untuk menggunakan pesan-pesan yang konsisten di semua media yang Anda gunakan. Dengan melakukan ini Anda meciptakan pesan-pesan dari brand yang lebih jelas, yang artinya lebih memudahkan mengkonvert pengunjung menjadi pelanggan nantinya.</p>
<p><strong>Tentukan gol dan tujuan utama Anda:</strong> Tentukan terlebih dahulu apakah yang ingin dicapai adalah menaikkan jumlah kunjungan (trafik) pada situs/blog Anda atau menaikkan jumlah pembelian produk dari situs/blog Anda? Begitu Anda sudah menentukan gol keseluruhan, delegasikan satu titik fokus untuk strategi dan gunakan kanal-kanal yang terpisah untuk menghasilkan trafik dari masing-masing kanal tersebut. Sebagai contoh, bila Anda gol Anda ingin mengarahkan trafik ke blog, gunakan Twitter untuk &#8220;mengiklankan&#8221; blog Anda tersebut. Atau bisa juga mengarahkan trafik ke situs Anda dengan cara mengajak pengunjung untuk membaca artikel, laporan-laporan atau juga tools tertentu yang adanya di situs Anda tersebut yang juga bisa di tawarkan untuk mebeli produk-produk ataupun jasa dari bisnis Anda. Jangan lupa menyertakan link-link ke sumbernya disitus Anda dari Facebook dan Twitter ataupun media-media lainnya seperti YouTube.</p>
<p><strong>Jangan lupa pesan-pesan offline Anda:</strong> Media-media marketing tradisional yang biasa dipergunakan juga bisa jadi jalur yang baik untuk mengarahkan trafik ke situs-situs social media Anda. Contohnya, menyertakan alamat situs/blog Anda pada  materi promosi seperti brosur, kartu nama. Juga jangan lupa menyertakan alamat situs Anda bersama dengan link ke Facebook dan Twitter Anda pada presentasi yang akan Anda sajikan.</p>
<p><em>*tulisan ini saya ambil dari <a href="http://www.dailysocial.net/post/dailyssimo-mengangkat-jumlah-kunjungan-lewat-social-media" target="_blank">tulisan saya di Dailysocial</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/02/cara-efektif-mengangkat-jumlah-kunjungan-lewat-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m A HootSuite Pro Solution Partner</title>
		<link>http://bangwin.net/2013/01/im-a-hootsuite-pro-solution-partner/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2013/01/im-a-hootsuite-pro-solution-partner/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[HootSuite]]></category>
		<category><![CDATA[HootSuite Pro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2033</guid>
		<description><![CDATA[I am proud to announce that I&#8217;m now a HootSuite Pro Solution Partner. HootSuite is a social media management system for businesses and organizations to collaboratively execute campaigns across multiple social networks from one secure, web-based dashboard. Key social network integrations include Facebook, Twitter, LinkedIn, and Google+, plus a suite of social content apps for [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hootsuite.com/p_9913?d=upgrade" target="_blank"><img alt="" src="http://library.hootsuite.com/Portals/125827/images/badge-pro_partner_large.png?1330456531.1496" /></a></p>
<p>I am proud to announce that I&#8217;m now a HootSuite Pro Solution Partner.</p>
<p>HootSuite is a social media management system for businesses and organizations to collaboratively execute campaigns across multiple social networks from one secure, web-based dashboard. Key social network integrations include Facebook, Twitter, LinkedIn, and Google+, plus a suite of social content apps for YouTube, Flickr, Instagram, Yammer, Tumblr and more.</p>
<p>In 2012 HootSuite hit 5 million users, including 79 of the Fortune 100 companies. Along with HootSuite’s web platform, 20% of users access the dashboard through their mobiles including iPhone, Android, Blackberry and iPad. HootSuite also offers localized versions of their dashboard in six languages &#8211; English, French, Italian, Japanese, Spanish and Portuguese.</p>
<p><strong>There are many benefits to HootSuite Pro</strong></p>
<p><strong>Engage:</strong> Optimize your audience engagement by creating search streams, scheduling messages and monitoring all of your social network profiles from one customizable web and mobile dashboard.</p>
<p><strong>Collaborate:</strong> Invite clients and colleagues to participate in your social media management. Assign messages for follow up and share streams, helping you increase efficiency.</p>
<p><strong>Analyze:</strong> Measure your efforts using over 40 social analytics modules to build and share custom reports. Or select from one of our pre-made templates for quick and easy reporting.</p>
<p><strong>Secure:</strong> Share access with team members without compromising security. The team permission levels and advanced sharing options ensure you remain in control of your valuable social profiles and accounts.</p>
<p><a href="http://hootsuite.com/p_9913?d=upgrade" target="_blank">Sign up for a 30-day free trial of HootSuite Pro now!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2013/01/im-a-hootsuite-pro-solution-partner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t Feel Too Comfy in The Lion&#8217;s Cage</title>
		<link>http://bangwin.net/2012/12/dont-feel-too-comfy-in-the-lions-cage/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2012/12/dont-feel-too-comfy-in-the-lions-cage/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2012 08:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=2026</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sebagian besar dari Anda sudah mengetahui peristiwa pemblokiran Instagram oleh Twitter yang menyebabkan setiap posting (foto) yang dilakukan pada Instagram tidak akan bisa lagi di share ke Twitter timeline. Saya sempat mentweet pertanyaan yang muncul dibenak saya, apakah pengguna Instagram yang selama ini cukup menggantungkan diri pada Twitter yang sudah memiliki jaringan pengguna lebih [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sebagian besar dari Anda sudah mengetahui peristiwa pemblokiran <a href="http://instagram.com" target="_blank">Instagram</a> oleh <a href="http://twitter.com" target="_blank">Twitter</a> yang menyebabkan setiap posting (foto) yang dilakukan pada Instagram tidak akan bisa lagi di share ke Twitter timeline.</p>
<p><img class="alignnone" title="tweet" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/tweet_bangwinissimo_instagram-twitter.jpg" alt="" width="568" height="200" /></p>
<p>Saya sempat mentweet pertanyaan yang muncul dibenak saya, apakah pengguna Instagram yang selama ini cukup menggantungkan diri pada Twitter yang sudah memiliki jaringan pengguna lebih luas akan bisa bertahan untuk tidak menshare foto-foto Instagram mereka ke Twitter?</p>
<p>Bila kita tarik pandangan kita agar bisa melihat lebih luas maka sebenarnya tidak ada satupun produk yang posisinya benar-benar aman bila mereka &#8220;hidup&#8221; di atas platform produk lain. Facebook dan Twitter sudah tumbuh menjadi sebuah platform raksasa dimana banyak produk yang hanya bisa berjalan di atas platform tersebut. Ironisnya platform tersebut dimiliki oleh perusahaan lain yang juga berpotensi menjadi kompetitor mereka dikemudian hari.</p>
<p>Saya tidak berbicara mengenai peristiwa Instagram dan Twitter yang persinggungannya tidak langsung, namun yang saya maksud adalah aplikasi-aplikasi dan produk-produk seperti <a href="http://www.ubersocial.com/" target="_blank">UberSocial</a>, <a href="http://hootsuite.com" target="_blank">HootSuite</a>, <a href="http://www.echofon.com/" target="_blank">Echofon</a> di Twitter atau game-game<a href="http://zynga.com/" target="_blank"> Zynga</a> yang jalan di Facebook.</p>
<p>Istri saya sempat berkomentar tentang ini, &#8220;Coba di dunia ini gak ada kejadian saling memakan dan aman selalu ya&#8221;. Ya seperti juga yang diharapkan oleh John Lennon pada lagunya yang berjudul &#8220;Imagine&#8221;. Well it&#8217;s just nature&#8230;business just like nature, so don&#8217;t feel to comfortable in lion&#8217;s cage if we know they could eat us when they want it to&#8230;:-)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2012/12/dont-feel-too-comfy-in-the-lions-cage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Pengertian E-Commerce Bagi Anda?</title>
		<link>http://bangwin.net/2012/10/apa-pengertian-e-commerce-bagi-anda/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2012/10/apa-pengertian-e-commerce-bagi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2012 02:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ecommerce]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[Ada pengalaman menarik ketika saya bertemu dengan salah satu klien saya, maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya tapi yang pasti klien saya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi perlengkapan bayi yang baru saja ingin masuk ke pasar Indonesia. Untuk masuk ke pasar Indonesia yang sudah dibanjiri banyak barang-barang produksi  China sudah sewajarnya investasi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada pengalaman menarik ketika saya bertemu dengan salah satu klien saya, maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya tapi yang pasti klien saya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi perlengkapan bayi yang baru saja ingin masuk ke pasar Indonesia. Untuk masuk ke pasar Indonesia yang sudah dibanjiri banyak barang-barang produksi  China sudah sewajarnya investasi yang dilakukan harus benar-benar efisien, oleh karena itu usulan pertama yang saya ajukan adalah masuk kedunia e-commerce lalu berfokus pada online store/distibution dalam waktu paling sedikit 1 tahun, sambil menjalankan strategi online marketing yang konsisten dan taktis.</p>
<p>Dari hasil bincang-bincang awal dengan mereka saya dengan perlahan sadar bahwa walaupun iklim ber e-commerce di Indonesia ini berkembang cukup pesat namun pengertian tentang e-commerce di Indonesia ini cukup berbeda-beda sampai kadang agak bikin rancu terutama bagi calon pelaku, contohnya ya klien saya ini. Mereka berpendapat bahwa investasi untuk melakukan e-commerce itu sangatlah besar dan agak mubazir karena di sini sudah banyak situs-situs e-commerce. Begitu saya tanyakan tentang apa yang mereka tahu tentang e-commerce, lalu mereka menjelaskan bahwa e-commerce adalah bisnis online yang dilakukan oleh situs-situs seperti Ebay, Multiply, Tokobagus, Blibli, dan lain sebagainya, dan saya langsung sadar bahwa definisi dari e-commerce ternyata masih beragam dan kadang jadi kontraproduktif bagi perkembangan sebuah perusahaan yang justru punya potensi berkembang yang baik jika memanfaatkan e-commerce.</p>
<p>Apa sih sebenarnya pengertian e-commerce menurut Anda? <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_commerce" target="_blank">Definisi berdasarkan Wikipedia, e-commerce</a> adalah:</p>
<blockquote><p><em>&#8216;Electronic commerce&#8217;, commonly known as &#8216;e-commerce&#8217; or &#8216;e-comm&#8217;, is the buying and selling of product or service over electronic systems such as the Internet and other computer networks. Electronic commerce draws on such technologies as <a title="Electronic funds transfer" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_funds_transfer">electronic funds transfer</a>, <a title="Supply chain management" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Supply_chain_management">supply chain management</a>, <a title="Internet marketing" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_marketing">Internet marketing</a>, <a title="Online transaction processing" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Online_transaction_processing">online transaction processing</a>, <a title="Electronic data interchange" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_data_interchange">electronic data interchange</a> (EDI), <a title="Inventory management systems" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inventory_management_systems">inventory management systems</a>, and automated <a title="Data collection" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Data_collection">data collection</a> systems. Modern electronic commerce typically uses the World Wide Web at least at one point in the transaction&#8217;s life-cycle, although it may encompass a wider range of technologies such as e-mail, <a title="Mobile devices" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mobile_devices">mobile devices</a> and telephones as well.</em><em> Electronic commerce is generally considered to be the sales aspect of e-business. It also consists of the exchange of data to facilitate the financing and payment aspects of business transactions.</em></p>
<p><em>E-commerce can be divided into:</em></p>
<ul>
<li><em>E-tailing or &#8220;virtual storefronts&#8221; on Web sites with online catalogs, sometimes gathered into a &#8220;virtual mall&#8221;</em></li>
<li><em>The gathering and use of demographic data through Web contacts</em></li>
<li><em>Electronic Data Interchange (EDI), the business-to-business exchange of data</em></li>
<li><em>E-mail and fax and their use as media for reaching prospects and established customers (for example, with newsletters)</em></li>
<li><em><a title="Business-to-business" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Business-to-business">Business-to-business</a> buying and selling</em></li>
<li><em>The security of business transactions</em></li>
</ul>
</blockquote>
<p>Saking penasarannya saya menyempatkan diri untuk bertanya di komunitas pelaku social media yang tergabung dalam Social Media Strategist Club di Facebook tentang pengertian dari e-commerce tersebut, dan dari hasil diskusi didapat tambahan definisi lainnya lagi.</p>
<p>Well dari sekian banyak definisi yang saya dapatkan saya lebih suka menggunakan definisi yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat luas tanpa membuat mereka jadi merasa jeri dan merasa e-commerce terlalu besar buat mereka seperti reaksi awal klien saya diatas), buat saya sendiri e-commerce adalah sebuah sistem bisnis jual-beli yang menggunakan perangkat elektronik untuk mempermudah terjadinya transaksi. Dengan definisi ini maka seseorang dengan hanya menggunakan perangkat Blackberry Messenger Group lalu melakukan aktivitas jual beli akan masuk dalam kategori e-commerce juga dan tentunya sampai pada situs-situs B2B yang memiliki perangkat transaksi yang kompleks ya.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda punya pengertian sendiri tentang e-commerce?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2012/10/apa-pengertian-e-commerce-bagi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPI paska Jumlah Followers</title>
		<link>http://bangwin.net/2012/10/kpi-paska-jumlah-followers/</link>
		<comments>http://bangwin.net/2012/10/kpi-paska-jumlah-followers/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Oct 2012 07:49:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangwin.net/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[Pada mulanya Hampir semua pelaku social media terutama yang memang menjadikannya sebagai profesi pernah mengalami klien ataupun atasan mereka menjadikan jumlah pengikut (follower ataupun likes/fans) sebagai Key Performance Indicator (KPI) mereka. Dalam diskusi-diskusi yang berlangsung di Social Media Strategist Club yang saya ikuti, beberapa teman-teman social media strategist berpendapat bahwa tidak ada salahnya menjadikan jumlah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><img class="alignnone" title="conversation" src="https://lh4.googleusercontent.com/-TRUi7h0Okqk/UHpt1ZUIdsI/AAAAAAAAAOU/gqRpG9Fenpo/s600/Art-of-social-media-conversation-600x360.jpg" alt="" width="600" height="360" /></h3>
<h3>Pada mulanya</h3>
<p>Hampir semua pelaku social media terutama yang memang menjadikannya sebagai profesi pernah mengalami klien ataupun atasan mereka menjadikan jumlah pengikut (follower ataupun likes/fans) sebagai Key Performance Indicator (KPI) mereka. Dalam diskusi-diskusi yang berlangsung di <a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/" target="_blank">Social Media Strategist Club</a> yang saya ikuti, beberapa teman-teman social media strategist berpendapat bahwa tidak ada salahnya menjadikan jumlah follower/like (kuantitas) sebagai KPI asalkan klien ataupun atasan kita tahu apa yang sebenarnya didapat dari &#8220;perlombaan&#8221; fokus pada kuantitas tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan data kasar dari hasil ngobrol-ngobrol saya dengan brand ataupun klien setidaknya ada dua faktor yang jadi penyebab yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Psikologis Narsis:</strong> Para klien/brand memperlakukan brand/layanan/perusahaan mereka seperti layaknya seorang rockstar dimana jumlah (kuantitas) fans menentukan popularitas mereka dibandingkan dengan pesaing mereka, sehingga akan muncul pernyataan-pernyataan &#8220;Lho kok followers brand kita cuman segitu? Followersnya brand B (pesaing mereka) bisa mencapai jumlah (sekian) lho&#8221; atau yang juga sering terjadi &#8220;Pokoknya kami tidak mau tahu, bulan depan followers kami harus bisa lebih banyak dari followersnya brand B ya! Gak tahu gimana caranya!&#8221;</li>
<li><strong>&#8220;Bahasa&#8221; yang mereka mengerti:</strong> Selain ketidak mengertian atas apa yang bisa diambil dari konsekuensi masuknya sebuah brand/perusahaan ke social media, mereka pun terbiasa menghitung KPI dari sesuatu yang bisa dihitung, dan angka (numbers) merupakan parameter yang paling mudah/terlihat jika kita ingin mengukur pencapaian dari sebuah aktivitas social media.</li>
</ol>
<p>Lalu apa yang terjadi ketika kuantitas mereka jadikan KPI untuk para pelaku social media? Ya usaha-usaha pemenuhan akan dilakukan, dan kembali mereka mendapati kenyataan bahwa banyaknya jumlah followers/likes (kuantitas) itu tidak serta merta akan berpengaruh pada loyalitas pengguna. Aktivitas-aktivitas yang menggunakan hadiah hanya akan memngundang pemburu hadiah yang hanya loyal terhadap hadiah-hadiah yang diberikan bukan pada layanan ataupun produk yang justru menjadi target. Munculnya kebutuhan akan mencapai target kuantitas sebagai KPI pun menjadikan para oportunis &#8220;mengakali permainan&#8221; dengan membangun followers farm dimana para follower hasil semaian mereka akan dengan diarahkan untuk memfollow/likes brand/perusahaan Anda dengan tarif tertentu. Sehingga kebutuhan KPI terpenuhi. Namun angka-angka pencapaian KPI tersebut hanya akan jadi angka saja jika kita menggunakan shortcut ini, karena followers/likes ini hanya angka yang tidak bisa dikonversikan jadi apapun. Tidak terjadi konversi pada awareness ataupun bahkan sales, jadi bila ini yang terjadi ya sama saja dengan Anda membuang investasi Anda dengan percuma.</p>
<p>Seperti yang sudah diprediksikan, usaha jual-beli followers/likes ini akhirnya menyeruak ke permukaan dan membuat perkembangan yang cukup menggembirakan bagi tingkat pengetahuan para klien/brand. Mereka akhirnya sudah mulai tidak lagi memfokuskan diri pada kuantitas. Mereka mulai ingin pencapaian-pencapaian kuantitas tersebut juga dibarengi oleh naiknya tingkat awareness, loyalitas dan bahkan sales. Ini menandai masuknya babak baru dalam target pencapaian dari sebuah aktivitas social media.</p>
<h3>Percakapan sebagai medium konversi</h3>
<p>Bagi para pengelola Facebook Page, Insight adalah internal metriks yang biasanya digunakan untuk memonitor target-target pencapaian pada Facebook Page kita. Bila Anda perhatikan Facebook Page Insight kini diperlengkapi oleh fitur pengukuran yang sifatnya lebih kualitatif dibandingkan pencapaian jumlah users baru (unique users). nama fitur ini adalah Reach dan Talking About This. Dari penjelasan salah satu teman saya, seorang Digital Strategist, mas <a href="http://www.facebook.com/cmarsono" target="_blank">Chandra Marsono</a> maka yang bisa kita dapatkan dari kedua fitur insight tersebut adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Reach:</strong> Angka yang menunjukkan seberapa jauh message yang kita distribusikan mencapai para Facebook users. Dengan bahasa yang lebih sederhana bisa disebutkan jika yang meLike Anda para users yang memiliki friends banyak maka angka Reach nya akan tinggi, begitu sebaliknya. Sehingga jika perbedaan jumlah Likes Anda dengan Reach Anda cukup signifikan artinya akun-akun yang meLikes Facebook Page Anda bisa banyak ataupun sedikit tergantung besar perbedaannya.</li>
<li><strong>Talking About This:</strong> Angka yang menunjukkan interaksi yang terjadi pada message yang Anda distribusikan. Ini bisa berarti jumlah comment, jumlah likes pada posting ataupun jumlah thumbs-up. Total dari keseluruhan akan ditunjukan oleh angka pada Talking About This.</li>
</ul>
<p>Parameter yang dimiliki oleh Facebook ini menjadikan para pengguna bisa mengukur kualitas dari engagement yang terjadi sehingga kuantitas yang sudah terbukti bisa diakali tidak jadi parameter tunggal penentu KPI lagi. Pengukuran mulai bergeser ke arah yang lebih esensial ketimbang pengukuran semu jumlah follower/likes yang memang susah untuk dipertanggung jawabkan. Percakapan sebagai medium engagement sedikit demi sedikit mulai mengambil alih fungsi konversi (awareness dan juga penjualan) yang sebenarnya. Dan akhirnya memang akan kembali pada pengelolaan komunitas (community management) dimana creating evangelist/loyalist akan jadi target yang sebenarnya.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<p><em>(<a href="www.andrewchow.sg/" target="_blank">sumber foto</a>)</em></p>
<p><em>*Tulisan ini juga bisa dibaca di <a href="http://dailysocial.net/post/dailyssimo-pergeseran-kpi-dalam-social-media" target="_blank">kolom Dailysocial saya</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangwin.net/2012/10/kpi-paska-jumlah-followers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.861 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-25 06:38:34 -->
