Tadi pagi saya dihubungi oleh Radio 101 Jak FM untuk jadi narasumber berkaitan dengan topik tentang penggunaan Twitter pada acara pagi mereka Morning Crew yang dipandu oleh Ronal dan Jodi. Ada dua pertanyaan yang diajukan oleh mereka yaitu pertama adalah tentang mengapa Twitter kok bisa digemari dan populer di negara kita, dan yang kedua adalah sehubungan dengan banyaknya buzzer yang memonetize follower mereka apakah tindakan ini halal atau diperbolehkan?
Saya akan langsung ke jawaban saya untuk pertanyaan kedua, yaitu ya halal saja, dengan analogi sederhana seperti ini, jika ada seseorang ingin mengumumkan sesuatu dan orang ini melihat bahwa follower Anda cocok dengan target market yang ingin ia tuju, maka sah saja jika ia minta tolong pada Anda untuk menyebarkan informasi tersebut. Tentunya jika Anda memberikan tarif pada effort yang sudah Anda keluarkan ya halal-halal saja kan. Mungkin problem yang mesti dipikirkan adalah bagaimana menyampaikan “titipan” pesan tersebut tanpa membuat follower Anda merasa keberadaan mereka memfollow Anda dimonetize oleh Anda, walaupun sebenarnya tidak terlalu relevan juga karena toh mereka yang dengan sukarela memfollow Anda bukan?
Yang perlu Anda ingat, memiliki Twitter account itu sama saja dengan Anda mengelola sebuah online community, kecuali jika Anda tidak peduli dengan follower Anda ya. Jadi tantangannya adalah bagaimana follower Anda merasa nyaman dan mendapatkan manfaat yang ia inginkan dengan memfollow Anda. Bila Anda bisa menjaga keseimbangan ini maka memonetize follower dengan menjadi buzzer tidak akan jadi masalah besar
Ada pendapat lain? Saya siap mendengar.


Recent Comments