Hitam-Putih


Prita Mulyasari yang sempat ditahan oleh pihak Polisi karena pengaduan RS Omni akhir-akhir ini menjadi berita yang hangat. Betapa tidak banyak kepentingan yang berkaitan dengan masyarakat luas ikutan tersentil dengan adanya kasus ini. Mulai dari hak komplen, kebebasan berpendapat sampai dengan tata cara berkomunikasi di internet.

Memang kasus ini jadi memiliki “bungkus” yang banyak, dan setiap kepentingan ingin menjadikan sampel masalah yang mereka kira kita semua sudah tahu penyelesaiannya, dan ujung-ujungnya ya makin ruwet.

Seperti semua masalah perselisihan (dispute) pada umumnya, ada dua pihak yang berselisih (Prita & RS Omni), untuk menyelesaikan masalah ini tentunya dibutuhkan pihak ketiga, dan salah satu pihak (RS. Omni) menghubungi pihak ketiga tersebut (Polisi) yang lalu pengaduannya sampai ke pihak kejaksaan. Entah bagaimana ceritanya, pihak ketiga yang seharusnya bersikap netral sampai akhirnya pengadilan memutuskannya bersalah malah menjebloskan Prita ke penjara.

Sumber permasalahannya adalah pada email curhat Prita tentang pelayanan RS Omni yang tersebar kemana-mana yang dianggap oleh pihak RS Omni sebagai pencemaran nama baik. Kebiasaan dimanapun juga setahu saya jika ada sebuah tuduhan yang tidak benar maka pihak yang merasa dirugikan bisa menggunakan hak jawab nya sebelum memproses ke pihak hukum, dan ini tidak dilakukan oleh pihak RS Omni. Sementara itu respons dari Polisi dan Kejaksaan malah justru membuat kasus ini mencuat ke permukaan, karena tindakan mereka ini justru menyulut kontroversi kebebasan berpendapat dan berekspresi di dunia maya. Sehingga dalam waktu seminggu lebih dari 160 ribu orang terkumpul dalam aplikasi petisi di Facebook yang menyuarakan pembebasan Prita dari tahanan. Jumlah yang tidak main-main ini akhirnya juga membuat hampir semua media masa di tanah air ikut mengangkat, dan efek bola salju mulai terbentuk. Betapa tidak bahkan para dua dari capres/cawapres ikutan “nebeng” ekspos dari kasus Prita ini karena pusat perhatian yang ingin mereka ambil ternyata tersedot ke kasus Prita ini. Sehingga muncul hal-hal menggelikan ditengah sikap prihatin yang seharusnya dimunculkan oleh mereka (istilahnya OOT yang disengaja tapi gak masuk, sehingga keliatan gak lucu dan gak etis).

Dengan kejadian ini, tak pelak lagi, RS Omni menjadi pihak yang tercela dan dibulan-bulani hujatan dari semua pihak karena menuntut Prita. Sedangkan Prita menjadi pihak yang teraniaya karena harus mendekam di penjara (ini bisa dilihat di sini. Kita semua lupa bahwa kalau kita balik ke inti permasalahan sebenarnya hanya ada dua pihak yang berselisih dan satu penengah. Dan kita lupa bahwa tindakan memenjarakan Prita itu bukan datang dari salah satu pihak yang berselisih.

Kita cenderung melihat sesuatu dengan hitam dan putih dan langsung terjun ke sebuah konklusi yang dipengaruhi oleh hitam-putih tersebut. Padahal setiap kasus tidak pernah ada yang murni hitam-putih. Banyak hal yang membuat sebuah kasus kelihatan jadi hitam atau putih dan dibutuhkan kedewasaan kita untuk menilai setiap kasus. Ini bukan kasus satu-satunya karena belum lama ini kasus Manohara juga mendulang prasangka seolah semua orang Malaysia itu sama brengseknya dengan pangeran dari kesultananan Kelantan atau semua orang Malaysia itu maling karena berniat mencaplok Ambalat hanya dikarenakan pemerintah mereka berlaku seperti itu.

Perlu kita ketahui bersama-sama bahwa opini yang terbentuk dari point of view yang hanya sekilas sama bahayanya dengan mengendarai mobil di jalan tol tanpa kita tahu apakah remnya berfungsi atau tidak, oleh karena itu mungkin kita mesti mulai berhati-hati juga dalam melontarkan tuduhan ataupun opini, kalau tidak nanti kita sama saja dengan “penengah” dalam kasus Prita.

Foto oleh gawd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s