Twivate Concert: Twitter Private Concert ala Pandji


Saya sudah beberapa kali berkesempatan untuk menghadiri Twivate Concert nya Pandji Pragiwaksono yang diadakan di Sinou Kaffe Hausen, Jakarta Selatan, namun pada Twivate Concert kelima ini lah (29 September 2010) saya mencoba untuk menulis pandangan saya terhadap private concert yang unik ini.

Pandji Pragiwaksono atau seterusnya akan saya sebut dengan Pandji adalah salah seorang multi-talenta yang sejak awal terus saya monitor perkembangannya terutama saat dia mulai mulai mengoptimalkan penggunaan social media untuk mengekspresikan keberkeseniannya. Saya sendiri mulai mengenal Pandji sebagai seorang pembawa acara yang bernama Procative Proactive di sebuah radio HardRock FM Jakarta, kemudian ia mulai muncul di sebuah acara TV sebagai pembawa sebuah acara yang bisa saya sebut cukup sukses (Kena Deh!). Dan Pandji juga terjun ke dunia musik hiphop sebagai rapper dan juga segudang aktivitasnya yang bernuansa nasionalisme, plus terakhir ia baru saja memulai program acara di Metro TV yang bernama Provocative Proactive

Kembali ke Twivate Concert, yang menarik dari konser ini adalah bagaimana Pandji berhasil mempergunakan Twitter sebagai medium untuk meng engage penggemarnya, sekaligus me “melihara” keharmonisan komunitas penggemar Pandji sehingga mereka jadi loyal.

Konsep acara Twivate Concert adalah performa musik. Sajian acara Twivate Concert ini selalu disesuaikan dengan tema dan bintang tamu yang berbeda setiap bulannya. Hanya menyediakan 100 tempat duduk, kehangatan interaksi terhadap dan sesama penonton dapat terjalin secara dekat dan santai tanpa batasan. Selain sajian musik, Pandji juga melakukan stand-up comedy dengan durasi 20 menit, salah satu bentuk hiburan yang masih jarang di lakukan di dunia entertainment Indonesia.

Ada sedikitnya dua poin yang bisa saya sampaikan disini:

  • Konsistensi Pandji dalam menggunakan Twitter membuat para follower merasa dekat dengan Pandji. Bisa dibilang dengan jalan inilah nilai engagement dibangun oleh Pandji.
  • Pandji pun menggunakan Twitter sebagai channel distribusi penjualan (untuk Twivate Concert ataupun album-albumnya rekamannya)

Dengan kedua poin di atas, saya bisa melihat bahwa Pandji berhasil menciptakan “playground” yang nyaman bagi penggemar karya-karyanya. Dan dari sisi marketing, Pandji berhasil membangun captive market untuk dirinya, sehingga hal ini menjadikan Pandji as a brand sebuah “mahluk” marketing yang powerful.

Bagaimana menurut Anda?

*Blogpost ini juga bisa dibaca di Yahoo! OMG Blog

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s