Sepotong Kenangan dari Si Rambut Merah


Jakarta selama dua hari ( 29-30 Oktober 2010) dimeriahkan oleh event musik yang bertajuk Jakarta International Java Soulnation 2010 yang secara singkat orang-orang menyebutnya dengan Soulnation. Setelah sukses dengan Java Rockin’ Land 2010 yang berfokus pada musik-musik bergenre dasar rock, maka Java Festival Production sebagai penyelenggara menjadikan Soulnation ini sebagai perhelatan akbar bagi musisi-musisi dalam genre soul, hip hop, R&B dan rap. Salah satu penampil yang ikut meramaikan Soulnation adalah band asal Manchester, Inggris: Simply Red yang juga menjadi bagian dari rangkaian tur perpisahan mereka yang diberi nama Simply Red Farewell Tour.

Saya yakin pasti banyak dari Anda yang ingin tahu penyebab mereka ingin mundur dari dunia musik. Tidak ada cerita dramatis ataupun heboh. Salah satu alasan mereka menginginkan bubar adalah karena bosan dan masing-masing anggota band ingin bersolo karier. “Farewel Tour adalah cara kami untuk mengucapkan salam perpisahan bagi penggemar Simply Red,” kata Mick Hucknall, penggagas Simply Red memberikan penjelasan.

Sebagai seseorang yang melewatkan masa-masa dimana Simply Red begitu populernya di tanah air, maka saya bisa menganggap konser Simply Red ini sebagai ajang bernostalgia bagi penduduk Jakarta yang sangat manis. Mengapa demikian karena memang Mick Hucknall dan kawan-kawan berhasil mengobati kerinduan para penggemar mereka dengan lagu-lagu romantis bercorak soul dan jazzy.

Saya teringat sewaktu saya menonton pertunjukkan Sheila Madjid pada event Java Jazz Festival ditahun yang sama yaitu 2010 bulan Maret. Pada saat itu seluruh penonton seolah terbius dan terbang ke masa-masa tahun 80an dan mulai ikut bernyanyi bersama-sama. Atmosfir yang sama saya dapati ketika Mick Hucknall bersama Simply Red membawakan lagu-lagu mereka yang sempat sukses di tanah air seperti “Thrill Me”, “Holding Back The Years” dan “So Not Over You”. Bahkan ketika intro lagu “Stars” dimulai penonton sudah mulai berteriak-teriak histeris.

Tidak dipungkiri lagu bisa berlaku selayaknya album foto kenangan, dimana saat kita mendengarkan sebuah lagu maka kenangan peristiwa saat lagu tersebut sedang kita sukai akan muncul kembali ke permukaan dan mengusik emosi kita. Dan itu pula yang terjadi saat konser perpisahaan Simply Red ini berlangsung. Saya sesekali menyempatkan diri melayangkan pandangan ke arah penonton, hampir semua terlihat seperti terbius sehingga mereka ikut bergoyang lemah lembut pada saat Mick membawakan lagu-lagu bertempo rendah dan romantis, lalu bergoyang heboh pada saat pindah ke lagu-lagu bertempo cepat berirama soul seperti “Stars” dan “Fairground”.

Mick Hucknall mengakhiri penampilan Simply Red dengan manis melalui lagu lama yang aslinya dinyanyikan oleh Harold Melvin & the Blue Notes yang berjudul “If You Don’t Know By Now”. Penonton sontak bergoyang dan menyanyi bersama.

Saya bisa bilang bahwa demi kenangan manis, penampilan Simply Red ini cukup berharga untuk warga Jakarta terutama yang sempat mengalami masa-masa di mana lagu-lagu Simply Red merajai radio-radio di ibukota ini.

Apakah Anda mengalami pengalaman serupa?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s