Energi Negatif


Sampai kapanpun energi negatif akan tetap menjadi faktor yang memperlambat sebuah progress, apalagi kalau orang yang dihinggapi energi negatif tersebut memelihara dan memupuknya terus menerus hingga jadi sebuah bongkahan keras. Dan ketika saatnya ia harus berubah jadi sebuah kesulitan sendiri.

Mungkin Anda menyangka saya meracau ketika menuliskan paragraf pertama tersebut tapi coba pikir dalam-dalam, pernahkah Anda merasa sebal atau kesal dengan orang lain hanya karena sebuah perbedaan ataupun kesalahan yang belum tentu disengaja, lalu Anda membuat sebuah konklusi sendiri, memberikan label sendiri terhadap orang tersebut tanpa memberikan ia kesempatan untuk menjelaskan. Anda simpan, pupuk dengan keyakinan-keyakinan yang memperkuat dan membuang fakta-fakta yang memperlemah yang akhirnya Anda merasa pecah kebencian yang amat-sangat terhadap orang tersebut. Jika Anda pernah tanpa sengaja menjalani hal tersebut maka Anda tidaklah sendiri.

Manusia dikarunia pikiran yang sangat advance sehingga bisa melihat dan membahas dari berbagai sudut pandang. Dengan pikiran maka ada dua faktor penting yang sangat menentukan arah pikiran dan tindakan nantinya yaitu logika dan perasaan. Dengan logika maka manusia bisa mengambil langkah-langkah yang masuk akal dan sesuai dengan azas sebab akibat. Dan manusia pun dikarunia perasaan (feeling) yang membuat segala keputusan jadi sangat luwes dan fleksibel. Tapi pada kenyataannya logika dan perasaan adalah sebuah kombinasi yang mematikan bagi orang-orang yang tidak bisa mengontrol keduanya dalam berperilaku. Seseorang bisa sangat dikuasai oleh perasaan sehingga merugikan orang lain. Seseorang bisa jadi sangat egoistis ketika dikuasai perasaan.

Kebanyakan seseorang yang pernah dikecewakan, logika berfikirnya akan tidak bisa seimbang dalam memandang sebuah masalah. Ia akan dengan cepat menutupi kekecewaan tersebut dengan logika dimana ia merasa hal tersebut akan terjadi lagi. Ia akan mengenyampingkan bahwa tidak semua orang ingin menyakiti orang lain sehingga secara membabi buta ia akan memperlakukan semua orang yang kira-kira memiliki karakter yang sama dengan cara yang ia sudah rencanakan. Semacam balas dendam terhadap sesuatu yang terjadi dengan harapan itu tidak terjadi lagi. Ia benar-benar mengenyampingkan perbadaan orang, perbedaan waktu, dan perbedaan-perbedaan lainnya yang akhirnya berdampak destruktif untuk dirinya, orang-orang yang dicintainya dan bahkan sekelilingnya. Saya mengkategorikan hal ini sebagai gejala manusia yang memelihara energi negatif untuk melidungi dirinya. Dan tanpa ia sadari justru ia menempatkan dirinya pada jurang berbahaya.

Saya sempat mengalami masa-masa dimana saya berasyik-masyuk dengan asumsi-asumsi negatif. Dan kini batin saya langsung menarik diri begitu pikatan energi negatif itu mulai menarik.

Bagaimana dengan Anda?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s