Menggendong Evan


Salah satu tantangan memiliki newborn baby adalah berkomunikasi dengan si bayi dengan keterbatasan media berkomunikasi. Bahasa adalah sebuah alat yang revolusioner yang membuat semua umat manusia bisa berkomunikasi dan menjalankan hidup dengan lebih mudah. Kasus jika kita memiliki newborn baby adalah belum adanya media bahasa bagi orang tua untuk bisa memahami apa yang diinginkan oleh si bayi.

Metoda yang sering diajarkan adalah mengenali bahasa tubuh si bayi dan juga jeni tangisan bayi. Ok tulisan saya tidak akan masuk kedalam ranah how-to ya, tapi lebih kepada berbagi pengalaman pertama saya menggendong baby Evan dengan selendang seperti yang terlihat pada gambar di atas. Setelah hampir menginjak umur 2 bulan, kami sebagai orang tua makin bisa mengenali arti dari tangisan baby Evan, di tambah Evan sekarang sudah bisa mulai merespons pembicaraan yang ditujukan padanya dengan suara, senyuman dan tertawa lebar. Satu hal merupakan perkembangan baru adalah Evan sekarang sering bermimpi, yaitu senyum-senyum pada saat tidur dan kadang menangis juga. Nah yang biasanya jika Evan menangis karena ngantuk, yang kita lakukan adalah menimangnya sampai ia tertidur, namun jika ia menangis karena terbangun, itu mau ditimang seperti apapun akan sulit berhenti (atau mungkin memang papa nya masih belum tahu tricknya juga sih).

Pagi ini Evan kembali menangis keras karena terbangun, mama dan papa nya bergantian menimang dia tapi tidak berhasil menenangkannya sampai akhirnya kami teringat bahwa kemarin kami membeli selendang gendong dengan ring dengan alasan baby Evan berat badannya makin bertambah dan untuk menggendongnya dengan kedua belah tangan makin lama makin pegel. Alhasil saya cobalah menggunakannya (terlihat pada foto). Posisi si bayi jadi agak meringkuk namun Evan langsung tenang dan tertidur…..Amazing!

Saya dan Tyas mencoba menganalisa apa yang membuat baby Evan jadi lebih tenang ketika digendong dengan menggunakan gendongan selendang tersebut. Analisa saya adalah dengan menggunakan selendang seperti itu maka posisi bayi jadi seperti mereka masih dalam rahim, hangat dan terasa aman, sehingga itulah yang membuat si bayi jadi jauh lebih tenang dan lalu tertidur.

Ada yang juga memiliki pengalaman yang sama barangkali?

*foto oleh Tyas H menggunakan iPhone

Iklan

2 pemikiran pada “Menggendong Evan

  1. sebenarnya posisi menggendong yg menenangkan bayi adalah dg mendekatkan kepala (telinga) si bayi di dada kiri (lokasi jantung).

    jika detak jantung si penggendong berirama dg baik (artinya si penggendong sdg tenang kondisinya) maka si bayi akan merasa nyaman dan cepat tidur.

    *pengalaman pribadi* 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s