Kedelai Membuka Mata


Apa yang Anda ketahui tentang kedelai? Biji-bijian ber protein tinggi? Bahan utama pembuatan tahu dan tempe? Atau bagi pecinta susu kedelai tentu saja akan sangat faham gambar di atas ini ya. Dan mengapa saya tertarik untuk mengangkat kedelai sebagai bahan tulisan kali ini adalah karena akhir-akhir ini kedelai bertambah fungsinya yaitu membuka kenyataan bagaimana negara kita tercinta ini yang dijaman dahulu dibangga-banggakan sebagai negara agraris, subur berkecukupan ternyata rentan krisis pangan.

Kita semua ikut merasakan bahwa beberapa makanan di Indonesia yang berasal dari bahan kedelai semakin susah di cari, yang akhirnya membuat harga kedelai melonjak (dari Rp.5500,- per kg jadi Rp.8000,- per kg). Penyebab utama dari kenaikan harga ini adalah karena supply yang menjamin ketersediaan kedelai di pasar juga anjlok….dari mana supply tersebut? dan apa yang menyebabkannya jadi anjlok? Ya, kenyataan yang diungkapkan di media massa cukup membuat kita semua shock. Kekeringan di Amerika Serikatlah yang membuat kekacauan supply tidak hanya kedelai tapi juga jagung dan gandum. Dan yang bikin kita semua kaget adalah kenyataan bahwa Indonesia memang rentan krisis pangan karena tingkat ketergantungan negara kita terhadap pasokan pangan import cukup tinggi sehingga apa yang terjadi di negara asal pasokkan akan langsung berpengaruh terhadap kenaikan harga di pasar dalam negeri.

Berdasarkan diskusi yang kebetulan saya bangun di Facebook status saya, didapat informasi dari teman lama saya Tika Sukarna, seorang biologist bahwa sebenarnya semua negara di jaman sekarang sudah tergantung satu sama lain untuk produksi pangan, tidak bisa berdiri sendiri. Biasanya dilakukan impor karena memang lebih murah dibandingkan produksi sendiri. Mungkin dengan alasan ini maka tindakan pemerintah untuk mengimpor bahan pangan karena alasan lebih murah bisa diterima tapi pertanyaan yang mendasar adalah mengapa produksi dalam negeri tidak bisa dibuat lebih murah?

Saya ingat pada tahun 90an ketika saya masih bekerja di sebuah electronic home appliances manufacturing, issue penerapan kesepakatan AFTA dan NAFTA cukup membuat saya bergidik, karena ikutnya negara kita kedalam kesepatan tersebut sama dengan membuka keran impor dan “mengadu” produksi dalam negeri dengan produksi import head-to-head tanpa proteksi. Saya pada saat itu melihat industri kita tidak memiliki kesiapan (karena dimanja oleh proteksi selama berpuluh tahun) oleh karena itu yang terbayang adalah kehancuran industri dalam negeri yang akan terjadi. Kali ini saya melihat pola yang sama pada industri pangan kita. Kenyataan bahwa industri pangan kita pun tidak siap untuk survive di dalam negeri apalagi dibandingkan dengan industri pangan tempat negara kita bergantung (Amerika Serikat). Begitu mereka jatuh, negara kita akan ikut terseret, kalau memang kita tetap membiarkan ketergantungan total kita ini.

Industri kedelai dalam negeri diambang kehancuran, pasokan supply berkurang mendorong harga jadi naik, dan akhirnya ikut menerpa pasokan yang berasal dari petani lokal. Pada saat ini petani lokal melakukan protes terhadap pemerintah dengan cara memblok pasokan yang berasal dari dalam negeri. Alhasil harga kedelai jadi makin melambung dan mempercepat kehancuran industri lokal itu sendiri.

Pemerintah melakukan tindakan yang dianggap sebagai solusi instan yaitu dengan memfasilitasi impor kedelai dan membebaskan bea masuk komoditas tersebut hingga akhir tahun. Dengan diperbesarnya keran impor plus bebas bea masuk, memang dengan segera bisa diharapkan harga kedelai segera turun, namun apa jadinya industri kedelai dalam negeri ya?

Menurut Anda apa yang sebaiknya kita lakukan ya? dari sudut pandang pemerintah dan juga bangsa secara keseluruhan?

*foto dari agrolek.com

Iklan

2 pemikiran pada “Kedelai Membuka Mata

  1. sebenernya bisa saja jadi hasil pertanian kita di expor dgn harga mahal dengan marketing ala organic dan/atau sustainable farming petani lokal. Minatnya banyak ko di negara paman sam dan mereka yg mampu berani bayar mahal utk ini :))

    Suka

    • Thanks Tika buat masukkannya….sebenarnya kan banyak ya cara utk bangkit. Salah satunya barter import seperti yang Tika sampaikan tersebut

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s