R.E.S.P.E.C.T


Walaupun saya dikenal pengguna lama internet namun dalam berinteraksi melalui media berbasis internet termasuk social media saya termasuk orang yang tetap memegang prinsip etika dalam berkomunikasi selayaknya di dunia nyata. beberapa kejadian di dunia maya termasuk yang saya alami sendiri membuat saya tersadar bahwa banyak orang lupa bahwa berkomunikasi di internet dan berkomunikasi langsung tidaklah ada bedanya dalam konteks etika berkomunikasi. Kejadian-kejadian tersebut kemudian melahirkan tulisan saya di Dailysocial ini.

Tentunya saya tidak akan mengulang pembahasan yang ada di artikel Dailysocial tersebut namun ada beberapa penegasan yang mungkin Anda perlu ketahui jika ingin berkomunikasi dengan saya melalui media apapun. Saya selalu menggunakan common sense dalam etika berkomunikasi, dan saya tidak pernah membagi-baginya berdasarkan online maupun offline. Jadi jika Anda ingin ngobrol dengan saya dan kita belum kenal, ada baiknya lakukan dengan saling memperkenalkan diri terlebih dahulu, lalu hargailah (respect) lawan bicara kita, karena bukan berarti komunikasi lewat media internet lalu kita bisa mengkorting rasa menghargai kita terhadap orang lain dengan alasan “ini jaman internet bung”.

Hal-hal lain yang tak kalah pentingnya adalah identitas. Mungkin perlu Anda sadari bahwa akun pseudonim (tidak menggunakan identitas sebenarnya) cukup mempengaruhi rasa menghargai diantara orang yang berkomunikasi. Bukan berarti saya tidak mau berkomunikasi dengan orang yang menggunakan akun pseudonim namun paling tidak sampai orang tersebut saya ketahui identitasnya akan sulit bagi saya berkomunikasi secara lepas.

Beberapa saat lalu baru saja saya menerima approval-needed comment pada salah satu blog post saya. Comment tersebut isinya false judgement dan makian dari seseorang yang menggunakan akun pseudonim (menggunakan nama media cetak) yang dengan kasat mata bisa langsung direlasikan dengan akun lainnya di social media lainnya (identical copy-paste). Dan saya memutuskan untuk tidak memberikan approval pada comment tersebut karena, pertama, sebuah comment yang negatif akan pas jika memiliki relevansi dengan tulisannya, dan ini jelas tidak. Kedua, orang ini sengaja tidak menggunakan identitas aslinya (walaupun saya tahu siapa dia), dan ini membuat saya merasa tidak perlu menanggapi dengan serius comment yang datang dari dia. Pada akhirnya blog ini adalah “rumah” saya dan saya tidak akan pernah mengijinkan siapapun membuang “sampah” didalam rumah.

Pesan saya buat Anda, berdiskusilah dengan sehat dan cerdas, dan berargumentasilah dengan tata cara yang elegan karena dengan demikian senegatif-negatifnya comment Anda jika disampaikan dengan cerdas dan elegan siapapun akan merasa bangga memiliki comment semacam itu pada blogpost kita semua dan setidaknya diskusi pun bisa berjalan dengan menarik.

Bagaimana menurut Anda?

Iklan

Satu pemikiran pada “R.E.S.P.E.C.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s