Ada pengalaman menarik ketika saya bertemu dengan salah satu klien saya, maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya tapi yang pasti klien saya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi perlengkapan bayi yang baru saja ingin masuk ke pasar Indonesia. Untuk masuk ke pasar Indonesia yang sudah dibanjiri banyak barang-barang produksi  China sudah sewajarnya investasi yang dilakukan harus benar-benar efisien, oleh karena itu usulan pertama yang saya ajukan adalah masuk kedunia e-commerce lalu berfokus pada online store/distibution dalam waktu paling sedikit 1 tahun, sambil menjalankan strategi online marketing yang konsisten dan taktis.

Dari hasil bincang-bincang awal dengan mereka saya dengan perlahan sadar bahwa walaupun iklim ber e-commerce di Indonesia ini berkembang cukup pesat namun pengertian tentang e-commerce di Indonesia ini cukup berbeda-beda sampai kadang agak bikin rancu terutama bagi calon pelaku, contohnya ya klien saya ini. Mereka berpendapat bahwa investasi untuk melakukan e-commerce itu sangatlah besar dan agak mubazir karena di sini sudah banyak situs-situs e-commerce. Begitu saya tanyakan tentang apa yang mereka tahu tentang e-commerce, lalu mereka menjelaskan bahwa e-commerce adalah bisnis online yang dilakukan oleh situs-situs seperti Ebay, Multiply, Tokobagus, Blibli, dan lain sebagainya, dan saya langsung sadar bahwa definisi dari e-commerce ternyata masih beragam dan kadang jadi kontraproduktif bagi perkembangan sebuah perusahaan yang justru punya potensi berkembang yang baik jika memanfaatkan e-commerce.

Apa sih sebenarnya pengertian e-commerce menurut Anda? Definisi berdasarkan Wikipedia, e-commerce adalah:

‘Electronic commerce’, commonly known as ‘e-commerce’ or ‘e-comm’, is the buying and selling of product or service over electronic systems such as the Internet and other computer networks. Electronic commerce draws on such technologies as electronic funds transfer, supply chain management, Internet marketing, online transaction processing, electronic data interchange (EDI), inventory management systems, and automated data collection systems. Modern electronic commerce typically uses the World Wide Web at least at one point in the transaction’s life-cycle, although it may encompass a wider range of technologies such as e-mail, mobile devices and telephones as well. Electronic commerce is generally considered to be the sales aspect of e-business. It also consists of the exchange of data to facilitate the financing and payment aspects of business transactions.

E-commerce can be divided into:

  • E-tailing or “virtual storefronts” on Web sites with online catalogs, sometimes gathered into a “virtual mall”
  • The gathering and use of demographic data through Web contacts
  • Electronic Data Interchange (EDI), the business-to-business exchange of data
  • E-mail and fax and their use as media for reaching prospects and established customers (for example, with newsletters)
  • Business-to-business buying and selling
  • The security of business transactions

Saking penasarannya saya menyempatkan diri untuk bertanya di komunitas pelaku social media yang tergabung dalam Social Media Strategist Club di Facebook tentang pengertian dari e-commerce tersebut, dan dari hasil diskusi didapat tambahan definisi lainnya lagi.

Well dari sekian banyak definisi yang saya dapatkan saya lebih suka menggunakan definisi yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat luas tanpa membuat mereka jadi merasa jeri dan merasa e-commerce terlalu besar buat mereka seperti reaksi awal klien saya diatas), buat saya sendiri e-commerce adalah sebuah sistem bisnis jual-beli yang menggunakan perangkat elektronik untuk mempermudah terjadinya transaksi. Dengan definisi ini maka seseorang dengan hanya menggunakan perangkat Blackberry Messenger Group lalu melakukan aktivitas jual beli akan masuk dalam kategori e-commerce juga dan tentunya sampai pada situs-situs B2B yang memiliki perangkat transaksi yang kompleks ya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda punya pengertian sendiri tentang e-commerce?