Opini + Pemikiran + Celotehan

Blog

Viral

Ini sudah memasuki minggu ketiga kata Viral merasuki pikiran saya, bukan karena anak saya, Evan baru saja berangsur-angsur sembuh dari diare yang tadinya diperkirakan terkena virus (yang ternyata salah, yang benar adalah amuba), namun karena ini bisa saya katakan efek dari rasa penasaran saya terhadap bagaimana sebuah ide/pemikiran yang bisa ditularkan dan disebarkan secara cepat ke banyak orang.

Sebuah ide bisa disebarkan dengan cepat karena memiliki ‘hook’ yang cukup kuat yang membuatnya tidak hanya menempel di kepala yang mendapatkannya namun bahkan mendorong keinginan untuk membagikannya ke jaringan yang mereka miliki. Lalu apakah ‘hook’ itu? Nah saya menyebut hook tersebut sebagai the heart of viral.

Saat ini saya sedang senang untuk nonton video-video viral ataupun sample cases sekaligus juga mempelajari apa yang membuatnya jadi viral, nanti kalau sudah ada fakta-fakta unik atau bahkan kesimpulan akan saya share di sini. Pada saat ini saya juga ingin tahu apa menurut kalian pengertian dari Viral tersebut? Care to share? I’ll be happy to read and discuss with you šŸ™‚

sumber foto

 

4 Comments

  1. Viral berarti penyebaran masif dan sukarela secara sosial
    Seperti virus, mudah menulari hampir siapa saja, dimana saja

  2. Jonah Berger & Katherine L. Milkman pernah melakukan riset tentang virality di web.
    Studi kasusnya pada 7.000 artikel di New York Times menemukan bahwa konten yang menjadi viral di web adalah :
    1. Konten positif (prestasi, kekaguman,etc) lebih berpotensi menjadi viral ketimbang konten negatif.
    2. Konten yang memicu gairah emosi tinggi (kemarahan, kecemasan, etc) lebih viral ketimbang yang tidak (kesedihan, etc).
    3. konten yang memuat panduan praktis lebih viral ketimbang yang tidak.

    Link ke kertas kerja riset Berger bisa ditemukan disini.. —> http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1528077

    Salam & terima kasih.

Leave a Reply

%d bloggers like this: