Opini + Pemikiran + Celotehan

Blog

Remote Working

Kebijakan Yahoo! untuk menghapuskan keleluasaan bekerja secara remote (work from home) yang ditetapkan oleh CEO mereka, Marissa Mayer membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah keputusan ini akan jadi keputusan yang tepat. Di ranah maya dimana pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja kebijakan ini terasa agak kurang masuk akal, namun salah satu sumber mengatakan bahwa Marissa mengambil keputusan demikian dikarenakan makin menurunnya hubungan antar personal langsung diantara para karyawannya.

Apakah lalu hal ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya? Kita lihat saja. Buat saya bekerja secara remote (work from home) adalah simbolisasi dari kemampuan melakukan pekerjaan tanpa menjadikan tempat sebuah hambatan, namun ada beberapa hal yang saya anggap sebagai tantangan juga agar bisa mencapai produktivitas yang tinggi tanpa mengganggu kegiatan lainnya.

Bagi saya bekerja secara remote artinya tidak berurusan dengan commute, dimana di Jakarta dengan tingkat kemacetan yang tinggi menjadikan commute itu sebuah “perjuangan” tersendiri. Dengan bekerja secara commute maka saya bisa mengatur waktu dan tempat sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

Selain masalah commute, keleluasaan menentukan mood tempat bekerja pun jadi faktor penentu. Saya adalah orang yang bisa bekerja dengan produktivitas tinggi jika mendapatkan tempat kerja tenang, tidak berisik, yang kadang kala interaksi langsung dengan teman kerja justru jadi sumber penghambat efektivitas kerja saya (maaf no offense lho ya). Sehingga dengan remote working hal ini bisa diatasi.

Tantangan bekerja secara remote adalah mengatur jam kerja untuk diri sendiri, kadang kala kita terjebak dalam kondisi “bekerja tanpa henti”. Sehingga kadang-kadang dalam hitungannya bekerja secara remote menjadikan kita bekerja lebih lama dibandingkan kita bekerja di kantor.

Remote working buat saya bukanlah bekerja secara terputus sama sekali. Komunikasi dengan teman se tim itu sangatlah penting, dan ini bisa dilakukan dengan menggunakan social media ataupun media komunikasi messenger seperti Skype seandainya dibutuhkan.

Pada akhirnya perusahaan dan karyawan tentunya ingin mencapai tujuan yang sama, yaitu result yang baik.

Business photo created by pressfoto – www.freepik.com

12 Comments

  1. Aji

    Bisa saja nanti malah jadi bumerang, banyak orang yang tidak mau bekerja di yahoo karena alasan ini, tidak bisa di remote dari luar kantor

  2. Bekerja remote dari Rumah itu musuh terbesar adalah diri sendiri dan mendisiplinkan diri kan ya.

    • Comment by post author

      bangwin

      Betul mas….bukan musuh terbesar sih tapi salah satu tantangan yang harus dihadapi šŸ™‚

      • Lalu, kalau boleh tahu Bang Win mengatasinya gimana ya, adakah tips dan trik untuk bekerja dari rumah tersebut ya? agar bisa menghadapi tantangan-tantangan itu šŸ™‚

        • Comment by post author

          bangwin

          Kalau saya sih ya berusaha disiplin itu tadi mas, dan dibiasakan yang paling penting. Remote working itu bukan berarti harus bekerja di rumah lho ya, saya juga bekerja di tempat2 lain selain rumah seperti kafe, restauran, taman, dsbnya

  3. Masuk akal alasan CEO Yahoo. Relasi personal hanya bisa terwujud kalau tatap muka. Tidak tergantikan. Tapi dengan alasan itu tidak harus menghapus remote working. Buat saja keputusan untuk pertemuan bersama pada hari apa setiap minggunya

    • Comment by post author

      bangwin

      Alasan saya mengatakannya agak tidak masuk akal adalah perusahaan sebesar Yahoo! & Google memiliki remote worker yg kadang tidak tinggal di satu negara bagian, bahkan ada yang remotely working antar negara. Jadi saya pikir dalam hal relasi personal saya pada kondisi pekerjaan di dunia maya, hal tersebut telah bermutasi dengan menggunakan tools yg berfungsi sebagai ekstension-ekstension untuk menggantikan relasi2 personal tersebut. Misalnya dengan Google Hangout ataupun Skype Conference.

      Jika memang dimungkinkan utk menjadwalkan pertemuan tatap muka secara reguler ya tentunya keputusan CEO Yahoo! tersebut tidak akan menimbulkan kontroversi yg berlebihan menurut saya. Kira2 begitu mas…:-)

  4. sudah 3 tahun bang bekerja remote, krn prshnnya memag globally remote, pindah JKT nambah kerjaan yg harusnya remote, tp keknya enakan di kantor drpd di rumah soalnya rumah di JKT gak begitu cozy buat kerja hihihi

    • Comment by post author

      bangwin

      Bisa dimengerti sih mas, dan setuju banget, kenyamanan bekerja itu justru faktor yang lebih utama ketimbang “tempat” bekerja. Opsinya ya kita yang milih šŸ™‚

  5. @ bangwin Apakah anda seorang remote worker? Saya sedang menghadapi masalah dengan tema karya tulis ilmiah saya, mungkin remote working ini bisa saya gunakan untuk penggantinya. Bersediakah anda menjadi narasumbernya?
    Terima kasih, tolong dijawab ya šŸ™‚

Leave a Reply

%d bloggers like this: