Sedikitnya kita tahu bahwa kehadiran internet dalam kehidupan sudah merubah cara menjalani aktivitas kita semua. Salah satu contoh yang bisa saya sampaikan adalah yang terjadi pada industri kesehatan.

Dahulu, jika kita atau anggota keluarga kita jatuh sakit yang kita lakukan adalah melihat gejalanya lalu mencoba memperkirakan sakit yang kira-kira diderita sebelum memberikan obat ataupun jika kelihatannya parah maka akan dibawa langsung ke dokter, dan lalu menunggu diagnosa dari dokter tersebut. Yang terjadi ketika masyarakat sudah mengenal internet adalah berubahnya rute pencarian informasi sebelum akhirnya kedokter.

Di jaman internet ini, jika seseorang jatuh sakit maka yang pertama-tama ia lakukan adalah mencari informasi tentang apa yang dideritanya di internet. Apa gejalanya? Seserius apa? Lalu apa yang harus dilakukan? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang biasanya muncul pada situasi tersebut. Dan mereka akan menggunakan pengetahuan mereka untuk mencari informasi guna menjawab pertanyaan-pertanyaan awal tentang apa yang mereka rasakan sebelum mereka mendiskusikannya dengan orang-orang terdekat mereka. Step berikutnya mereka akan mencari situs-situs tentang kesehatan yang mereka percaya bisa memberikan opsi-opsi untuk dealing dengan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Setelah mereka kira-kira bisa menyimpulkan apa yang terjadi, baru mereka memutuskan untuk datang menemui dokter spesialis yang bisa memfinalisasi diagnosa awal yang mereka lakukan sendiri. Dengan demikian setidaknya mereka bisa berdiskusi dengan dokter tidak dalam keadaan tidak tahu sama sekali.

Dari data yang ada pada laporan InSites Consulting, Patient Health Study – 2009, ada sekitar 10% pasien membuat keputusan mereka sendiri tentang jenis obat dan pengobatan yang mereka inginkan pada dokter mereka.

Foto oleh 05.com