Popularitas itu bisa dicapai dengan cara apapun, dengan cara baik maupun dengan cara buruk. Secara normal organik maupun secara kontroversial. Dalam beberapa slide presentasi saya sering menggunakan contoh apa yang dilakukan oleh Farhat Abbas di social media sebagai contoh kontroversial untuk mencapai popularitas. Dan sejak jaman dahulu popularitas itu memang bisa dilakukan by design, contohnya penempatan posisi “bad-boy” band The Rolling Stones instead of “good-boy” yang sudah ditempati oleh The Beatles di akhir tahun 60an. Di masa kini kita bisa melihat bagaimana Marilyn Manson menempatkan dirinya sebagai anti-christ sehingga bisa diingat dan populer.

Kasus yang terjadi di Asia Tenggara yang saya anggap cukup ekstrim adalah apa yang dilakukan oleh pasangan Alvin Tan dan Vivian Lee dari Malaysia yang dikenal sebagai pasangan “sex blogger”, yang kembali menghebohkan dengan memposting sebuah foto di Facebook Page mereka dengan ucapan “Selamat berbuka puasa (dengan bak kut teh…wangi, enak menyelerakan!)”. Sekali lagi tingkah pasangan ini menuai protes keras terutama dari kalangan Muslim.

Sekali lagi, banyak cara menjadi populer, namun yang harus Anda ingat adalah popularitas itu datang satu set dengan konsekuensi yang harus Anda jalani bersama dengan hidup Anda.

Foto: The Sales Lion