Sudahkah Kita Merdeka?


Sebenarnya saya ingin membuat tulisan ini untuk hari yang kita sebut dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, namun karena pengertian dari kata “kemerdekaan” itu buat saya masih agak kabur, jadi saya sempatkan waktu untuk membaca, menelaah kesan-kesan dan ekspresi pada timeline media sosial mengenai kemerdekaan itu sendiri menurut mereka. Oleh karena itu tulisan ini akhirnya tidak bisa selesai pada 17 Agustus 2013, yang akhirnya saya pikir tidak apa-apa juga toh sayapun masih ragu tentang kemerdekaan yang saya capai sampai saat ini.

Dari kecil saya yakin kita semua diajarkan untuk memperingati hari kemerdekaan kita. Perayaan memperingati kemerdekaan tersebut saat saya masih kecil berlangsung di mana-mana dan sangat meriah. Kita semua merayakan kebebasan kita terhadap belenggu penjajah di tahun 1945. Bertahun-tahun kita semua ikut merasakan kebahagiaan angkatan 45 tersebut namun di tahun-tahun terakhir ini saya mulai bertanya pada diri sendiri, apa arti kemerdekaan bangsa ini terhadap generasi-generasi sekarang?

Sejujurnya dengan adanya reformasi di tahun 1998, banyak hal-hal yang tidak kita dengar di masa Orde Baru muncul ke permukaan. Kungkungan rejim Orde Baru ternyata membuat banyak pihak menyimpan dendam, kita semua sedikitnya memiliki perasaan tersebut. namun sayangnya pengelola negara beserta juga wakil-wakil rakyat mengekspresikan dendam mereka kebanyakan bukan dengan membenahi negara ini untuk kepentingan rakyat, namun “dendam” yang mereka miliki ternyata lebih kepada perasaan iri terhadap apa yang dilakukan oknum-oknum Orde Baru dalam membuat diri mereka hidup nyaman. Apa nasibnya rakyat Indonesia? Ya saya melihat kita semua jadi penonton dengan kondisi tidak lebih baik dibanding dengan masa Orde Baru tersebut. Kemiskinan masih merajalela, demikian juga korupsi jadi ajang rebutan dimana-mana. Suasana rentan chaotic harus dihadapi terus.

Kembali ke pertanyaan saya, apakah kita sudah merdeka? Merdeka dari penjajahan di tahun 45 sudah kita raih, namun kita masih terus menghadapi penjajahan-penjajahan lain yang dilakukan oleh orang-orang dengan pemikiran-pemikiran picik yang tidak peduli dengan negeri ini kecuali perut mereka sendiri.

Mari mulailah membuka mata untuk melawan penjajahan-penjajahan ini agar kita bisa meraih kemerdekaan kita yang sesungguhnya.

Foto: Tribunnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s