Kebebasan Berpendapat dan Jebakan di Dunia Maya


Tak lama setelah Benny Handoko (@benhan) dimasukkan ke penjara karena kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Misbakhun, melalui situs jejaring sosial Twitter, kejadian yang sama menimpa Muhammad Arsyad aktivis Garda Tipikor yang ditahan setelah menjalani pemeriksaan terkait kasus pencemaran nama baik Nurdin Halid di status BlackBerry Messenger miliknya.

Saya tidak akan membahas lebih detail kasus-kasus yang terjadi tersebut namun yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana kita mendefinisikan terms “pencemaran nama baik” tersebut. Dengan tidak didefinisikan apa saja yang bisa dianggap “pencemaran nama baik” dalam Undang-Undang yang bersangkutan maka apapun yang kita tuliskan jika ada yang tidak suka bisa saja memperkarakannya dengan pasal pencemaran nama baik tersebut.

Lalu apa yang akan terjadi? Sebut saya berlebihan tapi orang-orang akan takut mengemukakan pendapat dan jadi enggan berargumentasi karena bisa saja argumentasi itu melahirkan “perasaan tidak senang” pada satu pihak sehingga akan dirancang perangkap yang menggunakan pasal pencemaran nama baik tersebut. Dunia online akan jadi panggung sasaran tembak dan orang-orang yang tidak mampu berdebat akan mengambil jalan singkat untuk memasang jebakan-jebakan tersebut.

Silahkan sebut saya berlebihan tapi tetap tidak menutup kemungkinan tersebut bisa terjadi pada kita semua.

Foto: MetroTrader

Iklan

3 pemikiran pada “Kebebasan Berpendapat dan Jebakan di Dunia Maya

  1. Ping balik: Freedom of speech? | xoxo Kelimutu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s