Apa Arti Menjadi Kaya Buat Anda?


“…kayaknya enak ya jadi orang kaya?”

Kemarin dalam perjalanan pulang sahabat saya Andy nyeletuk, “…kayaknya enak ya jadi orang kaya?”. Sebagai seseorang yang pernah mengalami jatuh bangun dalam hidup, pernyataan Andy membuat saya menahan nafas sejenak dan berfikir, apakah benar kekayaan membuat seseorang jadi merasa enak ataupun bahagia? Dalam hal ini saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh teman saya mas Denny Santoso di blognya bahwa kekayaan itu tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan.

To be honest coming from someone like Denny Santoso pernyataan bahwa kekayaan itu tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan kebanyakan akan ditanggapi secara skeptis, karena ya simply Denny mengeluarkan pernyataan tersebut pada kondisi dan situasi yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan orang yang ingin jadi kaya. Tapi menurut saya pendapat Denny itu justru menggambarkan kegamangan setiap manusia terhadap kebahagiaan yang selalu saja di kaitkan sebagai hasil yang akan didapat dari sebuah kekayaan.

Menurut saya menjadi kaya itu bisa menyelesaikan beberapa masalah tapi tidak serta merta membuat kita jadi terlepas dari problema, tanpa ada hubungannya dengan kebahagiaan. Biasanya yang kejadian adalah jumlah pemasukkan meningkat maka standar hidup jadi ikutan naik and here comes the problem….again.

Manusia adalah mahluk yang sangat canggih. Kemampuan kita beradaptasi sangat mengagumkan namun jika kita tidak bisa mengontrolnya maka akan jadi runyam juga. Dalam konteks kekayaan pun begitu. Bagi orang yang tidak masuk dalam kategori kaya menganggap menjadi kaya adalah jaminan menjadi bahagia, padahal jika mereka sudah kaya kebahagiaan menjadi kaya itu paling bertahan tidak lebih dari sebulan sebelum akhirnya menjadi biasa kembali.

“Poor & Rich is only state of mind”

Kaya dan miskin adalah sesuatu yang terbentuk dalam pikiran kita. Jika kita menjadikan tubuh kita sebagai acuan, maka percayalah bahwa manusia itu dikaruniai sebuah sistem yang sangat canggih untuk menjaga diri kita masing-masing agar tetap cukup dalam hidup. Yang sering kali terjadi adalah buaian-buaian yang muncul dalam kepala yang terus menerus mengangkat limitasi dari target kecukupan tersebut. Alhasil banyak orang yang merasa terus menerus kekurangan.

“Sebagai manusia kita benar-benar kemakan oleh imajinasi kita sendiri”

Kebiasaan melihat dan membandingkan kondisi orang lain, bahkan jika kondisi tersebut sebenarnya juga buatan (seperti dalam sinetron dan lain-lain) menjadikan kita sebagai orang-orang yang suka akan candu dan selalu sibuk menikmati candu-candu tersebut sembari berharap semuanya jadi kenyataan. Sampai kadang-kadang jadi gelap mata.

Saya selalu merasa cukup bahagia dengan pengertian bahwa saya selalu ingat betapa susahnya hidup sehingga bisa mencapai kondisi kita sekarang ini. Lalu apakah saya tidak ingin mendapatkan lebih dari yang sekarang? Ya jika diberikan jalan kesana maka definisi saya akan kebahagiaan dan kekayaan pun tidak akan berubah, karena saya tidak tertarik untuk membundle nya dengan pendapatan saya…:-)

Foto: Daily Finance

Iklan

2 pemikiran pada “Apa Arti Menjadi Kaya Buat Anda?

  1. Ping balik: Hubungan kekayaan dengan kebahagiaan | DennySantoso.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s