Pembayar Pajak dan Hak-Haknya


Bagi saya, NYC, adalah kota dengan pemotongan pajak tersadis didunia. Betapa tidak, warga yang tinggal di kota New York ini (New York City) harus membayar pajak ke tiga institusi pemerintahan, yaitu State Department, City of New York dan Federal.

Namun setidaknya bagi New Yorker tingginya pajak tersebut bisa diterima dengan sarana dan prasarana umum untuk warga yang memang sangat-sangat dijamin. Saya ambil contoh, transportasi umum NYC merupakan salah satu transportasi umum yang paling reliable di dunia. Di dunia pendidikan, pajak yang warga bayarkan membuat Public School itu jadi free of charge. Lalu juga ada hukum yang mengatur bahwa dalam kondisi emergency, tidak ada satupun rumah sakit boleh menolak pasien yang masuk atas dasar apapun. Dan banyak lagi peraturan-peraturan yang dibuat untuk menjamin hak-hak para pembayar pajak ini.

Beberapa hari yang lalu saya sempat bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan dua orang sahabat saya, Anto Motulz dan mas Kreshna Aditya. Kita bertemu di HolyGyu, salah satu gerai spesialis wagyu steak milik pasangan Chef Afit dan Lucy Wiryono. Pembicaraan kita salah satunya membahas betapa pusingnya polemik pendidikan di negara kita terutama yang kaitannya dengan adanya Ujian Nasional yang kontroversial tersebut.

…mengapa masih ada pengendara kendaraan yang mengendarai kendaraannya berlawanan arah walaupun sudah jelas-jelas itu melanggar?

Masalah di negeri kita ini bukan hanya masalah pendidikan nasional lho ya, namun banyak dan kebanyakan justru karena disebabkan ketidak mampuan bangsa kita untuk jujur pada diri sendiri dan speak out. Lho kok jadi menyalahkan kita-kita juga? Lho iya lah…Perbuatan salah dan benar itu secara naluriah sebagai mahluk hidup kita tahu, apalagi mahluk hidup yang memiliki otak dan perasaan, namun mengapa masih ada pengendara kendaraan yang mengendarai kendaraannya berlawanan arah walaupun sudah jelas-jelas itu melanggar? Mengapa kita tidak bisa protes jika ditolak saat ingin berobat ke rumah sakit walaupun jelas-jelas urusannya hidup dan mati hanya karena si rumah sakit takut tidak dibayar? Mengapa kita membiarkan dan seolah tak berdaya ketika beberapa orang dalam satu kelompok membuatkan Ujian Nasional yang nantinya akan dijadikan sebuah mandatori bagi seluruh anak-anak kita? Sedangkan boro-boro kita tahu siapa orang yang membuatnya?

…bangsa ini tanpa banyak yang sadar telah jatuh pada penjajahan saudara.

Kepasrahan total, ketidaktahuan, ketidak ingin tahuan membuat selama berpuluh-puluh tahun setelah yang katanya proklamasi kemerdekaan bangsa ini tanpa banyak orang yang sadar telah jatuh pada penjajahan saudara. Kalau di negara Amerika Serikat dikenal perang saudara, maka saya menyebutnya dengan istilah penjajahan saudara untuk menggambarkan usaha-usaha pembodohan bangsa demi keuntungan segelintir orang yang tahu bagaimana mengambil keuntungan dari kelemahan bangsa kita ini.

Banyak yang perlu dibenahi dan dalam kondisi separah sekarang ini dimana segala kekeliruan dan cara-cara yang salah sudah dalam taraf regenerasi berulang-ulang sehingga jadi prosedur yang wajar maka kita harus mulai dari satu titik. Bagi saya mungkin yang paling mudah adalah mulai dari mengembalikan hakikat masyarakat sebagai Pembayar Pajak yang harus dilayani dengan baik (ya iya lah 30% pajak pendapatan itu besarnya gak main-main).

Sebagai pembayar pajak, rakyat berhak menuntut untuk tahu bahwa pajak yang mereka bayarkan itu digunakan untuk kepentingan kita semua.

Pajak kita itu digunakan untuk membayar aparat negara agar kita bisa hidup dengan tenang (sudah tenang belum hidup kita dengan aparat-aparat yang dibayar dari pajak kita?). Pajak kita itu juga digunakan untuk membuat transportasi kita bisa lebih nyaman dan menjamin keamanan (apakah sudah pernah kita dengar ini?). Dan banyak hal lainnya yang mungkin teman-teman bisa menambahkannya di bagian comment.

Intinya mulai sekarang marilah kita lebih kritis lagi terhadap uang kita yang kita bayarkan dalam bentuk pajak ke pemerintah kita. Kita mempercayai negara ini di tangan pemerintah yang dipilih oleh rakyat bahkan digaji juga dari uang keringat kita, oleh karena itu kita semua berhak tahu pajak yang kita bayarkan tiap tahun itu hasilnya jadi apa? Itu saja kok…:-)

Foto: Skalanews.com

Iklan

2 pemikiran pada “Pembayar Pajak dan Hak-Haknya

  1. iya bang, jika saja hukum ada diatas semuanya, tentunya semua berjalan dengan lancar

    oh ya menurut saya kalo pajak tidak masalah, pelaporannya itu yg bikin ribet, kudunya ga perlu ada bikin laporan kalo semuanya sudah terintegrasi, cukup bayar via atm saja, cukup…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s