Kendalikan Ketakutanmu atau Ketakutan yang akan Mengendalikanmu


Semua orang pasti pernah merasakan takut, karena perasaan takut itu adalah mekanisme pertahanan alami bagi seseorang agar bisa terhindar dari bahaya. Namun seperti juga perasaan-perasaan lain yang ada dalam kepala kita, bila kita tidak bisa mengontrolnya maka perasaan takut ini bisa sangat-sangat membelenggu sehingga membuat banyak kesempatan dan peluang bisa terlepas. 

Memasuki dunia baru selalu memunculkan ketakutan-ketakutan baru

Seperti seorang bayi yang terkaget-kaget ketika mendengar suara tanpa wujud yang muncul dari radio, atau suara teriakan tukang bakso yang baru ia dengar dari luar rumah, dan lain sebagainya. Namun, setelah beberapa saat, setelah ia mengenal suara-suara tersebut ketakutan tersebut serta merta akan turun, dan mulailah ia menambah kazanah baru dalam dunia ini.

Manusia dianugerahi piranti tercanggih yang tidak dimiliki oleh mahluk hidup lainnya, yaitu kemampuan berfikir, belajar dan menganalisa berbarengan dengan fungsi-fungsi lain yang umum seperti naluri, insting dan lain sebagainya. Kemampuan berfikir kita ini yang melahirkan kontrol terhadap perasaan-perasaan yang kita miliki termasuk rasa takut tersebut.

Di beberapa orang, perasaan begitu membelenggu mereka sehingga kadang-kadang mekanisme pertahanan mereka menghalangi kesempatan untuk mengeksplor hal-hal baru yang punya kemungkinan bermanfaat bagi mereka. Misalnya, saya ambil contoh salah satu rekan saya, sebut saja namanya Umar yang sangat tidak pede untuk mengambil kesempatan bekerja di bidang yang berbeda dengan apa yang ia anggap sebagai kompetensinya. Alhasil dari tahun ke tahun carrier pathnya jadi linear walaupun sebenarnya banyak sekali kesempatan yang menghampiri Umar untuk bisa berkesempatan mengembangkan diri di bidang lain.

Hidup kita adalah tanggung jawab kita. Peranan lingkungan adalah memberikan masukkan dan gambaran. Namun keputusan tetaplah ada di tangan kita

Perasaan yang cenderung membelenggu ini sebenarnya banyak dimulai dari masa anak-anak. Saya sendiri dibesarkan dikeluarga yang sangat protektif, terutama almarhumah mama yang selalu takut anak-anaknya berkembang ke arah yang tidak baik. Alhasil saya mewarisi perasaan takut tersebut. Untungnya semenjak masa kuliah, pendidikan memaksa saya untuk bisa mengontrol rasa takut tersebut. Sehingga saya mau mulai berfikir ke arah yang lebih luas demi kepentingan hidup saya.

…tanpa menggunakan kemampuan berfikir ini maka kita akan memperlakukan segala perasaan sebagai kebenaran yang mutlak.

Seperti yang saya singgung di atas, kita dilahirkan ke dunia ini dengan piranti yang sangat canggih yaitu kemampuan berfikir. Kalau menurut saya tanpa menggunakan kemampuan berfikir ini maka kita akan memperlakukan segala perasaan sebagai kebenaran yang mutlak. Dan mungkin akan banyak orang yang masih menyimpan uang dibawah bantal karena takut dengan Bank atau saya sampai sekarang akan takut masuk ke kamar mandi sendirian seperti saat saya masih berumur 5 tahun karena saya beranggapan kamar mandi itu tempat hantu.

Maka mulailah mengontrol perasaan takut Anda dengan kemampuan berfikir. Pertimbangkan banyak hal dan lihatlah subjek ketakutan Anda dari sudut pandang yang beragam sehingga Anda bisa melihatnya dengan lebih rasional dan masuk akal ketimbang menganggap insting Anda sebagai radar yang paling canggih 🙂

Foto: Main Street Mix

Iklan

4 pemikiran pada “Kendalikan Ketakutanmu atau Ketakutan yang akan Mengendalikanmu

  1. Rasa takut memunculkan keinginan untuk selalu berada di zona nyaman dan takut ngambil resiko. Menurut saya salah satu cara ngilangin rasa takut (kadang perlu) nekat ngelakuin satu hal. Misal tinggal sebulan di desa terpencil atau sekolah ke luar negeri sekalian. jadinya mau ga mau kita akan terus bergerak menemui hal baru. Akhirnya lama lama rasa takut itu akan hilang

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s