Antara Social Media, Marketing dan Community Management


Tiga penyebutan pada judul di atas sampai saat ini masih membuat bingung banyak orang. Bila saya ingat di awal-awal saya terjun ke bidang community management (ya basic saya adalah community management) pada sekitar tahun 98-an, belum ada istilah social media. Satu-satunya produk yang bisa mengakomodir sebuah online community adalah mailing-list. Pada era awal tahun 2000-an lah dimulai wacana tentang online community management di dunia internet, masih dalam kondisi belum ada platform yang benar-benar siap-pakai yang membuat setiap orang hanya punya dua pilihan, yaitu tetap menggunakan mailing-list sebagai platform atau membangun sendiri from-scratch sebuah web dengan hierarki yang tepat agar bisa digunakan untuk menjalan sebuah online community.

Social network platform dan popularitas dari blog platform sedikit banyak mulai merubah pola pandang pengguna internet pada saat itu. Keterlibatan audience dalam membentuk konten makin besar dan interaktivitas dua arah jadi semakin penting dalam sebuah situs. Maka mulailah dirasakan kebutuhan akan manajemen yang pas untuk mengelola interaktivitas ini yang kemudian cukup menimbulkan kebingungan baru karena pengistilahan yang digunakan masih belum disepakati bersama.

Saat waktu berjalan muncul penyebutan istilah social media management, social media marketing management atau community management? Ketiga penyebutan ini muncul didasari oleh dari mana aktivitas pengelolaan ini dimulai. Seseorang. Orang yang memiliki background marketing kebanyakan akan menyebut pengelolaan sebuah social media dengan social media marketing management, sedangkan di luar itu banyak yang menyebut aktivitas ini dengan sebutan social media management. Dan sedikit lebih dalam, orang-orang yang memiliki pengalaman mengelola community (offline atau online) akan menyebutnya dengan community management.

Lalu yang mana yang benar? Jika Anda bertanya pada saya maka saya akan menyerahkan kembali pada Anda untuk memilih penyebutannya dengan yang paling Anda suka, karena bagi saya semuanya sama kecuali beberapa poin yang saya anggap sangat penting untuk diketahui yaitu:

  • Sangat penting bagi kita untuk mengetahui definisi dari setiap nama tersebut. Bagi saya social media itu adalah “media”, sehingga pengelolaan terhadap “media” tersebut menjadikan aktivitas management lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat operasional dan monitoring.
  • Sedangkan aktivitas marketing dengan menggunakan social media ya biasanya disesuaikan dengan aktivitas jangka pendek dengan target-target cepat khas marketing, serta sangat mengandalkan gimmick.
  • Community management lebih menargetkan pengelolaan pada pengguna, community member, dan menempatkan social media benar-benar hanya sebagai media. Pengelolaan yang dilakukan biasanya mengacu pada target-target jangka panjang dan strategis (termasuk target-target level-up pada jenjang-jenjang di dalam community)

Lalu dari ketiga poin di atas maka saya pribadi akhirnya menyimpulkan bahwa dalam pengelolaan sebuah aktivitas pada online community.

  1. Community management sangat krusial dimiliki oleh setiap online community sebagai pondasi.
  2. Tempatkan social media sebagai “media” dengan didasari oleh strategi community management yang tepat.
  3. Aktivitas marketing dan promosi akan jadi lebih mudah jika sebuah community sudah memiliki pondasi yang cukup kuat.

Bagaimana menurut Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s