Conscious Uncoupling


Pasti kalian mengenal istilah yang jadi judul tulisan saya ini karena akhir-akhir ini istilah tersebut membanjiri dunia hiburan tingkat dunia. Yak betapa tidak pasangan Chris Martin dan Gwyneth Paltrow mengumumkan bersama perpisahan mereka setelah menjalani usia perkawinan mereka yang sudah lebih dari 10 tahun di blog Gwyneth yang bernama Goop ini dengan judul Conscious Uncoupling. Hampir semua media bertanya apa yang dimaksud Gwyneth dengan Conscious Uncoupling? Termasuk saya.

Saya termasuk orang yang terpukau dengan cara pasangan ini mendeklarasikan “uncoupling” nya mereka. Dan sebagai seseorang yang juga pernah melewati masa-masa sulit tersebut saya pun bisa mengerti mengapa Chris dan Gwyneth membawa sebuah kisah perceraian yang bagi sebagian besar orang adalah kisah sedih dengan eksekusi yang manis dan riang. Tidak banyak pasangan yang bisa melakukan apa yang mereka lakukan apalagi mengingat sebuah perpisahan itu biasanya melibatkan berjuta-juta perasaan yang harus diputus dalam waktu singkat. Well 10 tahun pernikahan Chris & Gwyneth bukanlah waktu yang singkat bukan?

Sebetulnya dalam segala hubungan tidak ada hal-hal yang terjadi dengan tiba-tiba, kita semua diberikan tanda-tanda dan waktu untuk menyelesaikan masalah apapun, namun banyak orang yang berusaha tidak “merasakan” dan bersikap denial terhadap tanda-tanda tersebut. Sehingga yang terjadi adalah bertumpuknya masalah, bertumpuknya ketidakpuasan sehingga membentuk bom waktu. Dalam blogpost, kelihatannya mereka berdua menyadari hal tersebut dan lalu berusaha jujur terhadap masing-masing untuk mencari cara solusinya. Ini bisa dilihat dari kalimat ini:

We have been working hard for well over a year, some of it together, some of it separated, to see what might have been possible between us,

Dengan menghadapi segala permasalahannya secara sadar, maka mereka sama-sama menyadari apakah hal yang mereka alami (yang tentu saja hanya mereka yang tahu) bisa diatasi atau tidak. Alih-alih berusaha bersikap denial seperti yang dilakukan oleh banyak pasangan, mereka menghadapinya bersama-sama, dan ini yang membuat ikatan perasaan cinta satu sama lain makin tinggi. Coba simak kalimat lanjutannya ini:

…and we have come to the conclusion that while we love each other very much we will remain separate.

Cinta mereka berdua sudah melewati sebuah keharusan untuk saling memiliki sehingga keputusan yang mereka ambil adalah perpisahan. Kalimat diatas memang ajaib karena bila mereka makin mencintai satu sama lain mengapa keputusannya jadi berpisah? Saya merasa ada hal yang sudah terjadi diantara mereka dan mereka simpan untuk diri mereka berdua dengan kesadaran saling menghargai satu sama lain. Unsolved problem yang hanya bisa diselesaikan dengan cara pernyataan perpisahan.

Dalam banyak kasus serupa, seringkali kita menganggap bahwa sebuah perpisahaan adalah sebuah kegagalan, sebuah hal yang menyakitkan, sesuatu yang harus dihindari dalam sebuah hubungan. Namun banyak yang tidak sadar bahwa sebenarnya perpisahaan bisa menjadi sebuah solusi dan bahkan bisa mengobati banyak hal. Jika kalian menyadari hal tersebut maka saya yakin akan banyak pasangan-pasangan yang jauh lebih bahagia dalam hidup mereka. Seperti juga Chris dan Gwyneth yang sudah berusaha dan menemukan bahwa mereka tidak bisa lagi terus as a couple then they just uncoupling themself.

Itu pendapat saya. Ada pendapat lain barangkali?

Foto: Goop

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s