Hidup Adalah Jualan


Hidup

Banyak dari kita terbiasa untuk tidak menyukai aktivitas menjual (walaupun kita sangat suka membeli). Gambaran yang diberikan sejak lama terhadap sales person cenderung suram, ditambah dengan pengertian aktivitas menjual itu dianggap selalu berurusan dengan ketidak jujuran, tidak manusiawi dan kejam, dan hanya yang cerdik bisa bertahan. Sebenarnya sesekali memang begitu kejadiannya, namun untuk kali ini mari kita skip dulu pandangan-pandangan tersebut dengan melihat kenyataan bahwa sebenarnya hidup itu dipenuhi dengan aktivitas jualan.

Sejak masa kanak-kanak hidup sudah dipenuhi dengan jualan….Masih ingatkah waktu Anda berhasil memenangkan sales pitch Anda untuk pertama kali untuk mengajak orang tua Anda berjalan-jalan ke tempat yang Anda sukai? Atau waktu Anda berhasil meminta tambahan uang jajan? Atau waktu Anda berhasil meminta perpanjangan jam pulang malam saat jalan-jalan dengan teman-teman Anda? Anda meminta mereka mengijinkan Anda untuk menginap, meminta sepeda baru bahkan mungkin saat Anda meminta mobil baru.

Pengalaman berjualan di masa kanak-kanak mempersiapkan Anda menuju kedewasaan saat Anda mencoba meyakinkan kampus untuk memberikan rekomendasi saat sebuah perusahaan hendak mempekerjakan Anda, atau saat Anda meminta diskon dari harga listing mobil yang ditawarkan. Anda meyakinkan teman-teman Anda agar mereka mau pergi ke restoran favorit Anda. Sepasang suami istri malah terus menerus melakukan aktivitas jualan diantara mereka seperti misalnya: Memilih film yang hendak ditonton? Siapa yang harus membawa anjing peliharaan ke dokter? Siapa yang mesti belanja bulanan? Dan seterusnya dan seterusnya.

Pada akhirnya pertanyaannya bukanlah apakah Anda seorang penjual atau bukan? Kenyataannya adalah pertanyaan bagaimana Anda bisa jauh lebih efektif itu ternyata setara pentingnya dengan pertanyaan apa yang harus dilakukan agar hidup kita bisa lebih bahagia?

Hidup itu dipenuhi dengan aktivitas jualan. Dan jalan menuju kesuksesan pada kehidupan dan penjualan ternyata sama.

*disadur dari buku “You, Inc” oleh Harry Beckwith & Christine K. Clifford

Foto: damazen.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s