Apakah Anda sering melakukan “blogwalking” seperti saya? Sebentar….jika kita Googling kata “blogwalking” tersebut maka pengertiannya malah seperti kita melakukan aktivitas territorial marking di blog-blog yang kita kunjungi dengan cara meninggalkan komentar plus link back ke blog kita. Bagi saya pribadi “blogwalking” punya pengertian agak berbeda, yaitu “jalan-jalan” berkunjung ke blog-blog yang (kita ketahui) memiliki konten menarik. Berkomentar di blog-blog tersebut adalah opsional, jika kita memang ingin berkomentar tentunya (bukan dengan niatan territorial marking tadi). Nah lalu apa kaitannya dengan judul blogpost ini?…:-D

Baru saja saya membaca blogpostnya mas Iman Brotoseno di sini yang bercerita tentang pengalamannya dimarahi oleh suami orang karena aktivitas saling berbalas komen di blog mereka. Lha kok bisa begitu? Ya bisa saja….Bagi banyak orang dunia online ini adalah dunia yang aneh dan sulit dimengerti. Kita menggunakan bahasa yang sama, namun hampir 50% pengertian saat berkomunikasi di drive dari kemampuan membaca emosi pada teks. Sehingga apa yang terjadi? Ya sering terjadi ketidak sinkronan tentunya. Pernahkah Anda terkaget-kaget karena tiba-tiba Anda di bully oleh orang yang tidak Anda kenal di Twitter? Atau tiba-tiba Anda menerima sms ancaman yang menuduh Anda menghina seseorang yang namanya saja tidak pernah Anda kenal sebelumnya.

Hal-hal tersebut jadi makin sering terjadi seiring dengan makin masuknya dunia online pada kehidupan kita sehari-hari. Tabrakan pemahaman cara berkomunikasi di dunia real dengan di dunia online membuat banyak orang kebingungan. Banyak dari kita tiba-tiba harus mengandalkan intuisi dalam memahami apa yang disampaikan dalam format teks dan online.

Lalu apa yang harus dilakukan? Ya sesederhana mencerna dengan baik terlebih dahulu sebelum menanggapi ajakan berkomunikasi tentunya. Memang tidak semudah apa yang dibicarakan ya apalagi pola berkomunikasi pada generasi yang lebih muda makin instan sehingga resiko keluar dari konteksnya sangat tinggi. Namun saya pribadi yakin ini adalah sebuah proses yang merupakan konsekuensi dari perkembangan dan pematangan cara kita menjalani kehidupan yang menggantungkan diri pada teknologi.

Nah pertanyaannya adalah…..bagaimana jika teknologi tidak lagi dianggap bisa membantu kita untuk berkomunikasi dengan baik? Saya tinggalkan pertanyaan ini untuk Anda semua ya?…:-)

Foto: Flickr user William Brawley