10 Cara Mengoptimalkan Profil Anda di Media Sosial


social media profile

Oke, kita semua tahu bahwa hampir semua platform media sosial memberikan fasilitas halaman khusus profil untuk para penggunanya untuk menjelaskan jati diri mereka. Halaman profil yang biasa singkat ini sangat penting karena biasanya para pengunjung hanya bisa melihat sekilas untuk mendapatkan gambaran tentang Anda. Tujuan dari halaman profil ini adalah untuk meyakinkan orang-orang agar mau memperhatikan aktivitas sosial Anda. Secara singkat halaman profil ini adalah rangkuman super singkat tentang Anda untuk semua orang bisa melihat dan menilai.

Guy Kawasaki dan Peg Fitzpatrick dalam buku kolaborasi mereka yang bertajuk The Art of Social Media menjelaskan pada kita semua bagaimana mengoptimalkan halaman profil agar keefektivitasannya bisa maksimal. Dalam tulisan ini akan saya coba paparkan satu per satu:

1. Pilihlah nama ID yang netral.

Sebelum kita mulai lebih jauh, mari kita pilih nama ID yang baik. Kecuali jika nama ID yang Anda gunakan sudah menjadi brand name yang sudah dikenal luas, maka nama ID yang hari ini mungkin Anda anggap keren seperti @TheOnlyOneArief, @YantiManis, @BudiJagowan, dan lain sebagainya akan membuat Anda menyesal dikemudian hari. Buat yang baru mau lulus kuliah, bayangkan dalam waktu dekat kalian akan mencari pekerjaan. Mari kita mulai memilih nama ID yang baik.

Seperti yang disinggung sebelumnya, mungkin saja Anda sudah punya nama ID, namun ada baiknya pastikan nama ID tersebut bukanlah sebuah nama yang akan membuat Anda susah kedepannya. Dianjurkan gunakan nama ID yang simpel dan secara logika menunjukkan nama Anda, misalnya @abangedwin atau @aedwin. Saya sendiri menggunakan @bangwinissimo bukan untuk gaya-gayaan namun karena nickname saya bangwin namun unfortunatelly @bangwin sudah digunakan oleh orang lain.

Sekali lagi nama ID dalam hal ini bukanlah tempat untuk show off kecerdasan ataupun gaya-gayaan, jadi buatlah nama ID yang gampang diingat dan ditemukan oleh orang.

2. Optimalkan profil Anda untuk 5 detik.

Orang tidak akan mempelajari dengan seksama profil Anda. Mereka hanya menggunakan waktu mereka sekilas lalu mengambil kesimpulan dalam sekejap. Profil Anda harus memberikan impresi bahwa Anda adalah seorang yang gampang disukai, bisa dipercaya dan kompeten. Biasanya dalam halaman profil disediakan tempat untuk:

  • Avatar: Gambar logo atau foto Anda yang berbentuk lingkaran atau bujur sangkar kecil.
  • Cover (pada Google+, Facebook dan LinkedIn) atau Header (Twitter): Ini adalah elemen gambar yang paling besar pada profil dan biasanya bercerita tentang Anda atau bisnis Anda.
  • Bio: Ringkasan singkat tentang Anda serta pekerjaan dan latar belakang pendidikan.
  • Links: Biasanya link menuju ke website atau blog atau media sosial lainnya.

3. Fokuskan avatar pada wajah Anda.

Avatar memiliki dua buah fungsi, yaitu pertama adalah sarana memvalidasi pemilik akun dengan menampilkan gambar sehingga orang-orang bisa melihat si pemilik akun. Yang kedua adalah membantu memperkuat bahwa Anda orang yang dapat disukai, bisa dipercaya dan kompeten.

Penampilan wajah Anda pada avatar memberikan data tentang orang seperti apakah Anda. Lalu avatar Anda sebaiknya tidak memuat foto keluarga Anda, teman, peliharaan atau juga hal-hal selain wajah Anda karena memang ruangnya tidak mencukupi. Itu juga berarti Anda sebaiknya tidak menggunakan logo sebagai avatar Anda kecuali memang akun yang dikelola adalah merepresentasikan sebuah perusahaan.

Ada tiga tips tambahan untuk avatar Anda:

  • Posisikan wajah Anda dalam foto avatar secara asimetris. Foto yang simetris biasanya kurang menarik (membosankan), jadi jangan tempatkan wajah Anda di tengah-tengah frame.
  • Menghadap ke sumber cahaya. Tempatkan sumber cahaya di depan wajah Anda. Jika cahaya datangnya dari belakang kepala, maka wajah Anda akan jadi terlihat gelap, kecuali jika Anda menggunakan blitz pada saat mengambil foto.
  • Besar itu lebih baik. Pada saat orang membaca posting Anda, maka avatar Anda akan terlihat sebesar perangko. Saat mereka mengklik avatar Anda maka mereka harusnya bisa melihat foto wajah Anda yang besar dan jelas. Oleh karena unggahlah foto Anda untuk avatar setidaknya berukuran lebar 600 pixels.

4. Gunakan hanya satu foto.

Jika sebuah perusahaan menggunakan logo yang berbeda-beda pada tempat yang berbeda-beda juga maka akan terjadi kebingungan massa. Untuk penggunaan personal, foto Anda merupakan logo di dunia media sosial, jadi usahakan gunakan foto yang sama di semua tempat sehingga semua orang bisa mengingat Anda dengan mudah serta mengurangi jumlah pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

5. Buat tagline yang membius.

Hampir semua platform media sosial memperbolehkan kita menambahkan tagline pada profil. Buatlah tagline yang punya kekuatan membius dengan dua atau tiga patah kata yang bisa menjelaskan mengapa Anda atau organisasi Anda “exist”. Sebagai contoh Guy Kawasaki menggunakan tagline untuk dirinya sendiri, “I  empower people”. Di bawah ini ada empat contoh tagline perusahaan:

  • Google: democratizing information
  • Canva: democratizing design
  • FedEx: peace of mind
  • Nike: authentic athletic performance

Pastikan Anda menggunakan tagline yang sama di mana saja.

6. Ceritakan kisah Anda.

Tambahan untuk keberadaan avatar pada profil adalah pada setiap platform biasanya terdapat foto yang besar yang biasa disebut dengan “cover” (Facebook, Google+, Linkedin) atau “header” (Twitter). Kegunaan foto dalam ukuran besar ini adalah membantu mengomunikasikan informasi dan cerita tentang apa saja yang penting dari diri Anda.

Pada bagian inilah Anda bisa menampilkan foto-foto tentang keluarga, peliharaan, mobil, produk atau hobi Anda. Selain itu Anda juga bisa menggunakan bagian ini sebagai tempat untuk menunjukkan kredibilitas media sosial Anda tanpa harus mengganti desain yang sudah ada para platform media sosial yang Anda gunakan.

Anda bisa lebih bermain dalam mengekspresikan kekreativitasan Anda di foto untuk cover ini ketimbang pada avatar Anda. Anda bisa menggantinya sesering yang Anda mau.

7. Gunakan vanity URL.

Anda bisa mendapatkan vanity URL untuk akun Facebook, Google+ dan LinkedIn Anda yang artinya orang-orang akan melihat link yang seperti ini:

https://plus.google.com/+GuyKawasaki/posts

Jika Anda tidak menggunakan vanity URL yang biasanya disediakan untuk di claim, maka orang-orang akan melihat link seperti dibawah ini yang jauh lebih sulit untuk diingat:

https://plus.google.com/+112374836634096795698

8. Selesaikan pekerjaan.

Orang-orang akan mengambil keputusan yang cepat berdasakan atas avatar, tagline, serta foto cover/header. Merekan akan melanjutkan dengan mengikuti dan mempelajari Anda lebih jauh atau mengacuhkan. Jika mereka mengikuti dan mempelajari Anda lebih jauh, maka mereka akan menyelesaikan membaca profil Anda. itulah sebabnya Anda harus menyelesaikan dengan komplit isi profil Anda. Google+ misalnya memungkinkan Anda untuk menampilkan teks perkenalan, informasi tentank bagaimana menghubungi Anda, dan juga link-link.

9. Jadilah Pro.

Semua pengguna Facebook pasti memiliki akun. Setiap akun memiliki “Timeline” pribadi, dan dengan akun tersebut mereka bisa mengelola “Pages”. Timeline pribadi Anda mampu menampung paling banyak lima ribu “friends” dan unlimited “followers” yang bisa melihat public post Anda. Pages bisa mendapatkan unlimited “likes” dan bisa mensupport lebih banyak jenis ads.

Google+ memiliki konvensi yang sama. “Profiles” digunakan untuk individu dan “pages’ untuk entitas komersil, selebritas, dan artis.

Jika Anda ingin mempergunakan media sosial untuk bisnis Anda tidak punya pilihan lain selain harus menggunakan “Page” di kedua platform tersebut.

Terms of Service pada Facebook memperingatkan bahwa penggunaan Timeline pada akun pribadi untuk keperluan bisnis bisa membuat akun And beresiko ditutup. Untungnya Facebook memperbolehkan proses perubahan dari Timeline pribadi ke “Page”. Dan jika Anda berubah pikiran, Facebook pun memperbolehkan untuk kembali ke Timeline pribadi.

Google+ membolehkan Anda ntuk membuat akun Page baru dari akun Anda, tapi tidak merubahnya dari profil ke page.

Secara umum, Anda sebaiknya menjadi pro dengan menggunakan page jika Anda menggunakan media sosial untuk bisnis, karena kapabilitas tambahan yang didapat seperti multiple administrator dan analitik yang lebih mendalam. Untuk Google+ khususnya, sharing post dengan menggunakan layanan eksternal seperti Buffer, Sprout Social dan HootSuite akan bekerja lebih baik dengan page.

10. Melihat dari kacamata orang lain.

Jika sudah merasa puas dengan profil Anda, maka rekomendasi terakhir yang bisa diberikan adalah melihat profil Anda dari kacamata orang lain, yaitu dengan menggunakan “incognito window”. Incognito window ini adalah window pada browser yang bisa Anda buka tanpa menggunakan identitas Anda, seperti yang dilihat oleh orang lain. Untuk bisa melihat incognoto window di browser Chrome, Anda tinggal membukanya lewat “New Incognoto Window” dari File Menu. Setiap browser punya caranya masing-masing. Search di Google dengan kata kuncin “anonymous” plus nama browser yang hendak Anda gunakan untuk mencari caranya.

*disadur dari buku “The Art Of Social Media” oleh Guy Kawasaki dan Peg Fitzpatrick

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s