Bagaimana Millenials Membunuh Penggunaan Email di Kantor


Millenials

Saya ingat beberapa tahun yang silam ketika saya diminta untuk menjadi salah satu pembicara dihadapan para alumni Prasetiya Mulya Business School jurusan Human Resource. Saat itu materi yang saya bawakan berfokus pada bagaimana menghadapi tenaga kerja baru (Generasi Y/Millenials) yang sudah mulai masuk dalam usia produktif. Dan dari situ mulailah diskusi bergulir karena banyak yang baru sadar bahwa Millenials ini memang punya karakter kerja yang berbeda ketimbang generasi-generasi sebelumnya terutama yang berkaitan dengan tingginya ketergantungan mereka terhadap jejaring sosial dan media sosial dalam hal pekerjaan dan kehidupan mereka.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, para Millenials ini (pengguna hardcore media sosial seperti Facebook dan Twitter) tidak hanya akan mulai mendominasi kantor-kantor, namun juga akan merubah cara menjalankan perusahaan. Piranti lunak untuk berjejaring di kantor, email dan bahkan meeting akan jadi barang lama, bersamaan dengan pekerja-pekerja baru masuk dan mempergunakan perangkat serta teknologi yang mereka rasakan lebih efektif untuk komunikasi di kantor.

Tanda-tanda dari perubahan besar paradigma tersebut sudah mulai kelihatan. Bulan lalu, Facebook mengumumkan varian produk terbaru mereka yang dinamakan Facebook for Work. Layanan baru ini menawarkan pada perusahaan-perusahaan untuk bisa memiliki jaringan Facebook mereka sendiri secara eksklusif. Pengguna bisa mengirimkan pesan ke kolega mereka, terhubung dengan rekan-rekan sekerja yang ada di satu organisasi dan berkolaborasi dalam satu proyek. Profil yang digunakan akan terpisah antara profil karyawan dan profil personal, dan seluruh informasi yang ada didalam jaringan profesional akan jadi privat dan hanya bisa dilihat oleh perusahaan yang membuatnya.

Tentu saja Facebook bukanlah perusahaan pertama yang membuat produk seperti ini. Enterprise social network (ESN) sudah ada hampir satu dekade, dan perusahaan-perusahaan seperti Yammer, Jive, Slack dan Socialcast sudah sejak lama digunakan oleh banyak perusahaan dengan tujuan yang sama dengan apa yang ingin dicapai oleh Facebook for Work (bahkan beberapa dari mereka menggambarkan produk mereka sebagai “Facebook for the enterprise”).

Demografi pengguna pada saat ini sudah mulai bergeser, dan jejaring sosial seperti Facebook for Work menggiring generasi yang sudah familiar dengan produk-produk sejenis kedalam dunia bisnis.

Coba Anda bayangkan, salah satu kegagalan terbesar yang menghantam penyedia perangkat lunak untuk enterprise adalah tampilan dan fungsi-fungsi yang tidak familar untuk pengguna pada produk mereka. Nah Facebook for Work adalah sebuah pengecualian, karena pengguna sudah terbiasa dengan platform yang ditawarkan dan sudah tahu cara menggunakannya. Jutaan millineals yang akan menggunakan Facebook for Work secara tidak langsung sudah pre-trained, karena sebelumnya toh mereka sudah menggunakan Facebook untuk kehidupan sosial mereka. Melengkapi itu, jumlah pengguna yang terdaftar pada Facebook (parent company dari Facebook for Work) sudah mencapai 1,39 triliun users dan saya yakin hampir semua pengguna potensi dari Facebook for Work ada dalam bilangan jumlah tersebut.

Facebook for Work bukan tidak memiliki kelemahan, terutama jika kita bicara tentang keamanan (security) dan kemampuan menyesuaikan diri (compliance). Untuk bisa menjadi sebuah enterprise tools yang dipercaya, tools tersebut harus bisa mengatasi kepercayaan perusahaan akan adanya concern terhadap privacy, sekaligus juga membantu para karyawan mengembangkan compliance guidelines yang tepat.

Jadi pada dasarnya, Facebook atau bukan, dunia bisnis sudah cukup waktu untuk perubahan besar. Dan dengan begitu besarnya nilai yang akan dialokasikan pada teknologi sosial, bisnis bisa menggunakan dan menerapkan teknologi sosial tersebut, dan saya bisa bertaruh bahwa kompetisi akan semakin serius.

Exciting isn’t it? Will you be ready?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s