Mengatasi Ketakutan Pada Blogging Untuk Perusahaan


 

Takut

Saya ingat saat saya mendapat kesempatan untuk membimbing tim media sosial disebuah perusahaan dimana salah satu asset yang dikelola adalah blog perusahaan. Pada sesi tersebut karena memang kebetulan topik yang saya berikan adalah tentang blog perusahaan maka saya memulai dengan dasar-dasar blogging dan menulis secara general, termasuk bagaimana, dimana dan kapan membuat sebuah konten. Secara tak terduga (dan akhirnya menjadi pola yang sangat familiar bagi saya kedepannya) diskusi mengarah kepada hal-hal yang menahan untuk blogging tentang bisnis yang mereka jalankan, dan penyebab utama secara garis besarnya adalah ada pada satu kata ini: Ketakutan!

Setelah beberapa kali mendapatkan hal yang sama pada beberapa perusahaan, yaitu ketakutan mereka untuk mulai blogging tentang bisnis yang mereka jalankan pada blog perusahaan mereka sendiri, saya memutuskan untuk memulai sesi terpisah khusus membicarakan tentang masalah ini dan mencari solusi agar masalah ketakutan untuk menulis tersebut bisa teratasi. Dibawah ini adalah pernyataan-pernyataan yang menunjukkan ketakutan tersebut.

“Saya tidak tahu cara menulis blog.”

Sewaktu kita masih sekolah dahulu, hampir semua dari kita belajar tentang format 3 bagian pada penulisan karangan, yaitu: Pengenalan, Badan Tulisan dan Kesimpulan. Jika Anda masih ingat struktur ini, maka sebenarnya Anda sudah siap untuk menulis blog. Jika Anda merasa tidak terlalu nyaman dengan struktur tersebut, ya tidak perlu diikuti juga. Cobalah bercerita, itu saja yang perlu Anda lakukan. Coba sampaikan apa yang ingin disampaikan dengan jelas dan masuk akal. That’s it!

“Saya tidak tahu harus menulis apa.”

Jika Anda perhatikan dengan seksama maka sebenarnya ada banyak sekali bahan dari yang Anda bayangkan untuk dijadikan tulisan. Setiap interaksi yang dilakukan dalam berbisnis, setiap ada masalah yang berhasil dipecahkan, dan bahkan setiap pengalaman baik yang terjadi pada klien akan bisa jadi sebuah blog post yang menarik. Harus diingat bahwa setiap orang selalu mencari informasi yang berharga dan Anda memiliki kemampuan untuk memberikannya pada mereka. Seperti yang saya lakukan pada saat ini di blog post ini dimana saya mengubah interaksi yang menarik yang saya dapatkan pada saat menjalankan sesi pelatihan menjadi sebuah blog post.

“Saya takut tulisan saya jelek dan ujung-ujungnya jadi mempermalukan perusahaan.”

Tidak ada seorangpun yang menganggap Anda sebagai seorang penulis profesional, sehingga tidak ada alasan untuk jadi takut tulisan Anda jelek. Yang ada adalah pembaca akan mendapati seorang yang mendalami sebuah bisnis (yaitu Anda) yang menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman yang bernilai bagi mereka.

“Penulis blog pada perusahaan lain jauh lebih berpengalaman, saya tidak ingin kelihatan amatiran.”

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan disini. Yang pertama adalah membandingkan diri Anda dengan orang lain adalah sama saja dengan menempatkan diri Anda pada posisi lose-lose. Ketika seseorang membandingkan diri mereka dengan orang lain, mereka akan menempatkan diri mereka pada satu dari dua kesimpulan, yaitu mereka berfikir mereka lebih baik dari orang lain yang mereka bandingkan (yang sebenarnya tidak juga) atau mereka berfikir mereka lebih buruk dari orang lain yang mereka bandingkan (yang sebenarnya sekali lagi tidak juga). Anda ya Anda dan tidak bisa dibanding-bandingkan begitu. Jika Anda menulis dengan jujur, jika Anda tidak terdorong untuk menulis hal-hal yang tidak Anda kuasai, jika Anda berbagi pengalaman personal Anda tentang bisnis yang Anda jalankan, maka Anda akan sukses.

“Saat saya ingin mulai menulis, selalu saja tidak bisa.”

Yang perlu Anda lakukan hanyalah bercerita, tidak lebih dan tidak kurang. Kita pasti terbiasa untuk bercerita tentang apapun, tentang orang-orang yang kita cintai, tentang klien kita dan juga tentang teman-teman kita. Jangan membayangkan sesuatu yang lebih kompleks dari ini. Mulailah menulis sebuah cerita tentang bisnis yang ingin Anda ceritakan terhadap orang-orang yang tentunya akan menganggap hal tersebut menarik dan berguna.

Jika Anda pernah tertahan oleh salah satu dari ketakutan yang saya paparkan di atas, mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu Anda. Sekali lagi ingat, Anda tidak menulis sebuah kajian khusus untuk Pulitzer Award disini. Anda hanya berbagi pengalaman untuk orang lain. Dan jika tetap tidak berhasil, cobalah baca blog-blog yang ada dalam industri yang sama dengan Anda. Hal tersebut setidaknya bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk bisa melakukannya sendiri.

Foto: Pascal – Flickr

 

Iklan

3 pemikiran pada “Mengatasi Ketakutan Pada Blogging Untuk Perusahaan

  1. Padahal banyak sekali pengalaman yang bisa diambil dari para pemimpin perusahaan atau dari perusahaan. baik success story ataupun dari beragam kegagalan yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran.

    Suka

  2. Keseringan seseorang takut menulis karena kurang menguasai bidangnya, atau ya seperti dibilang td membandingkan dengan orang lain.. agaknya ada beban supaya sebuah tulisan itu mesti ngehits (mendapat share banyak, trending, dll), makanya byk yg takut, apalagi buat perusahaan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s