Memahami Bagaimana Orang-Orang Bersosialisasi di Dunia Online


Community

Banyak orang yang mengalami kebingungan ketika untuk pertama kalinya mereka bergabung dengan sebuah komunitas online. Mungkin secara struktur komunitas online tersebut mirip dengan komunitas ataupun kelompok yang terbentuk di dunia nyata namun cara mereka bersosialisasi sedikit banyak akan berbeda karena memang banyak faktor yang menjadikan sosialisasi di dunia online jadi berbeda.

Para pengikut komunitas online tidak selalu menset diri mereka untuk bersosialisasi ketika menggunakan internet. Seringkali terjadi saat mereka melakukan riset tentang hobi, produk atau topik-topik tertentu lalu mereka tertarik dengan sebuah percakapan di dunia online. Setelah beberapa hari mengikuti percakapan tersebut secara pasif (lurking) karena ketertarikannya mereka mulai ikut berpartisipasi. Mereka menyempatkan diri untuk login setiap hari untuk bisa tahu siapa saja yang merespons terhadap komen-komen yang diberikan dan sekaligus supaya bisa mendapatkan topik-topik percakapan baru yang bisa mereka ikuti. Kadang komunitas online ini bisa menimbulkan kecanduan yang membuat seorang anggota bisa sering berkunjung, beberapa kali dalam sehari.

Anggota komunitas online biasanya tidak hanya bersemangat dengan gairah yang tinggi terhadap komunitas mereka, namun mereka juga semangat terhadap apa yang mereka yakini. Kegairahan ini terutama terlihat dari bagaimana mereka merespons komen-komen yang masuk. Respons-respons tersebut bisa punya arti yang berbeda-beda juga untuk tiap-tiap anggota. Bagi sebagian orang, komen dan respons yang terjadi bisa dianggap sebagai permohonan agar orang lain bisa melihat sebuah pendapat dari sudut pandang mereka. Dan buat yang lain lagi, hal tersebut bisa dianggap kasar, tidak sopan dengan pandangan masing-masing.

Bila Anda meluangkan waktu cukup banyak untuk memperhatikan apa yang terjadi pada komunitas online, maka Anda bisa menebak dan terbiasa terhadap bermacam-macam kepribadian dan kelakuan para anggota komunitas online tersebut, yaitu antara lain:

  • Pemalu dan Pendiam. Banyak orang yang dikagetkan dengan betapa ramah dan terbukanya orang yang memiliki sifat pendiam dan pemalu ketika mereka berkomunikasi di dunia online. Biasanya mereka merasa lebih mudah untuk berbicara dengan orang lain dari belakang layar komputer ketimbang harus melakukannya face-to-face. Kadang mereka begitu ‘berani’ dalam partisipasi mereka sampai mereka bisa tetap bersuara walaupun sudah tidak di online lagi (offline)
  • Jujur yang keterlaluan dan cenderung kejam. Orang yang tidak pernah “berantem” di dunia nyata cenderung bersikap abusive di dunia online. Mereka berhadapan dengan orang-orang yang mereka tidak kenal, yang juga tidak terlihat serius yang mengakibatkan mereka cenderung merespons sesuatu dengan kritis dan juga penghinaan.
  • Terjebak dalam kelompok, pertemanan dan cliques. Seperti pada komunitas offline, mereka yang ikut berpartisipasi dalam grup online juga membentuk kelompok, pertemanan dan cliques. Mereka saling merespons satu sama lain dan juga saling membela saat diskusi memanas.
  • Panutan. Pada setiap komunitas selalu ada orang-orang yang suaranya dijadikan acuan atau panutan bagi anggota lainnya. Jika terjadi perdebatan dan argumen pada sebuah diskusi, orang ini akan maju selayaknya seorang unofficial moderator untuk mengusahakan agar diskusi tetap terjaga dingin dan aman. Kadang anggota komunitas bisa bekerjasama dan diskusi jadi bisa berjalan secara kondusif namun kadang juga terjadi dimana si unofficial moderator ini malah disuruh diam.
  • Berkomplot. Bersamaan dengan terbentuknya kelompok, pertemanan dan juga cliques, maka muncul kecenderungan anggota bisa berkomplot pada hal-hal tertentu. Sebagai anggota sebuah komunitas, mereka diberdayakan oleh keanoniman identitas mereka dan juga teman-teman baru di dunia online. Mereka bisa mengambil sebuah isu dengan siapapun yang tidak sependapat lalu bersama-sama menentang sebuah pandangan yang berseberangan dengan mereka.
  • Ketidak bahagiaan yang kronis. Apakah pernah Anda menemukan bahwa ada satu orang dalam grup Anda yang tidak bahagia? Tidak ada yang kelihatan benar yang muncul dari orang ini. Dia selalu mengeluh tentang apa saja, mulai dari kenaikan harga listrik sampai pelayanan yang kurang baik dan tidak pernah sekalipun hal-hal baik keluar dari dalam dirinya. Komunitas online selalu memiliki setidaknya satu anggota yang memiliki ketidak bahagiaan kronis. Anggota lainnya selalu berusaha menghindar untuk kontak dengan orang ini.
  • Selalu mempertanyakan otoritas pengelola komunitas. Setiap saat selalu ada saja yang tidak setuju dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh management. Ada orang-orang yang selalu saja mempertanyakan setiap tindakan atau keputusan dari community manager.

Saya tidak bilang bahwa semua komunitas online adalah lahan subur akan perilaku negatif saat anggota berargumentasi dan bahkan berkelahi lho ya. Bagaimanapun juga kecenderungan ini memperlihatkan bahwa komunitas online membutuhkan management dan moderasi. Jika tidak ada perwakilan otoritas yang muncul maka bisa dipastikan orang-orang yang akan berpartisipasi adalah orang-orang yang bisa berteriak paling keras. Komunitas dengan management yang benar akan menghasilkan komunitas yang positif, produktif dan menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Ps: Saya yakin Anda juga punya pengalaman sendiri menemukan kepribadian dan perilaku orang di dunia online, jika iya, yuk sharing cerita di bagian komen 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “Memahami Bagaimana Orang-Orang Bersosialisasi di Dunia Online

  1. Komunitas online emang beragam ya, tapi bener.. yang di dunia nyata selalu diam, tapi dia punya karya bagus di online (konten artikel bagus, artwork keren, shar tips bisnis) bisa jada seleb maya dan malah gara2 maen di online bisa berubah ‘cerewet’ di dunia nyata (diundang kemana2) 😀 *pengalaman

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s