Panduan Singkat Mengoptimalkan Social Media Untuk Bisnis Anda


networking

Okay, katakanlah Anda sudah menyiapkan bisnis Anda dengan Facebook Page dan Twitter maka artinya Anda sudah menyiapkan prasarana utama untuk going online bagi bisnis Anda, sekarang saatnya mempersiapkan pengunjung supaya bisa berinteraksi di halaman social media tersebut.

Biasanya pertanyaan yang muncul setelah itu adalah, “Setelah itu apa yang harus kami lakukan ya?” Pada dasarnya tidak ada jawaban singkat untuk pertanyaan ini. Karena untuk menjawab pertanyaan tersebut maka Anda harus tahu terlebih dahulu siapa yang hendak dituju dan kapan.

Supaya tidak berharap macam-macam sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa tulisa ini bukanlah tulisan tentang bagaimana mencapai kesuksesan dalam social media marketing lho ya. Dari pengalaman, pekerjaan yang dilakukan untuk satu bisnis tidak akan bisa direplicate untuk bisnis lainnya. Saya tidak bisa menjelaskannya satu per satu namun saya menunjukkan beberapa tips yang bisa membantu Anda mengoptimasi halaman-halaman social media bisnis Anda.

Apa yang ingin Anda capai?

Pertanyaan ini harus Anda tanyakan pada diri Anda sebelum mulai membuat sebuah akun social media. Apakah Anda ingin menghidupkan lebih banyak bisnis? Apakah Anda ingin mengangkat diri Anda sendiri untuk bisa jadi thought leader di komunitas yang Anda ikuti? Atau Anda hanya ingin  berbagi random thoughts, foto-foto lucu dan having fun?

Siapkan tujuan untuk halaman-halaman social media Anda. Begitu Anda sudah tahu apa yang ingin dicapai, maka akan lebih mudah untuk menentukan siapa yang ingin Anda tuju.

Karakter Pengguna

Sebelum Anda mulai mempost sesuatu, Anda harus tahu dulu target audiens nya siapa. Target audiens ini adalah orang-orang yang Anda inginkan jadi pengguna produk/jasa yang Anda miliki dan nantinya ingin Anda jadikan pelanggan yang loyal juga. Bila Anda belum tahu ya most likely akan susah untuk menentukan jenis posting yang seperti apa yang bisa menarik perhatian mereka.

Ini ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan dan pikirkan saat menentukan karakter pengguna:

  • Apa produk/jasa yang Anda tawarkan?
  • Siapa yang akan membeli produk/jasa Anda?
  • Masalah apa yang Anda coba pecahkan dengan produk/jasa Anda?
  • Berapa umur audiens yang Anda tuju?
  • Apakah mereka pria atau wanita atau keduanya?
  • Apakah mereka sudah menikah?
  • Apakah mereka sudah punya anak?
  • Apa yang menarik buat mereka?

Tanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada diri Anda sehingga Anda bisa mulai mengkurasi konten yang dipersiapkan untuk calon pelanggan Anda.

Konten adalah Raja

Saat ini hampir semua orang berkumpul di Facebook, jadi gunakanlah situasi ini untuk keuntungan Anda. Biasanya orang-orang yang pertama kali me-like Facebook Page Anda adalah orang-orang yang sudah kenal dengan Anda dan bisnis Anda. Jadi mintalah mereka untuk menshare Page Anda. Cara yang paling mudah untuk mendorong mereka ke arah yang Anda inginkan adalah dengan berbagi konten yang berguna dan relevan bagi mereka.

Cara yang paling mudah untuk memiliki konten yang baik adalah dengan membuatnya sendiri. Dengan cara tersebutlah para kandidat pengguna loyal akan datang. Blog post yang mengangkat karyawan-karyawan Anda sebagai thought leaders akan sangat membantu. Begitu juga hal-hal yang bisa menunjukkan kapabilitas Anda dalam menolong dan memberikan solusi terhadap problem-problem yang muncul pada mereka.

Aturan 80/20

Tidak ada yang mau mendekat dengan orang yang kerjanya hanya membicarakan dirinya sendiri melulu setiap saat. Kejadian yang sama juga akan terjadi pada social media. Jika Anda mempostingkan sesuatu tentang diri Anda terus menerus, orang-orang akan berhenti memfollow Anda. Sesederhana itu sih.

Lalu bagaimana seharusnya? jika mengikuti kaidah 80/20 maka sebaiknya prosentase membicarakan diri Anda di social media harus dibatasi hanya sebesar 20% saja. Berbagilah tentang hal-hal yang berguna bersama-sama dengan thought leader lainnya sebanyak 80% pada konten Anda. Bagikan artikel-artikel yang relevan dengan bidang yang Anda tekuni. Ini termasuk juga me-retweet atau share posting-posting yang mungkin akan berguna bagi para pembaca nantinya.

Berbagi!

Nah sekarang kita semua sudah tahu apa yang akan kita bagikan (share) dan siapa yang akan kita bagikan, namun bagaimana caranya? Ini ada beberapa tips favorit saya

Hootsuite. Ini bukan karena saya pernah jadi ambassadornya Hootsuite lho ya, namun Hootsuite itu seperti alat andalan saya dalam mengelola beberapa akun social media secara bersamaan. Benar-benar jadi menghemat waktu. Anda bisa merespon mention-mention yang masuk dan sekaligus memantau beberapa timelines sekaligus. Hebat bukan? Hootsuite juga sudah memiliki built-in url shortener. Coba saja dahulu versi gratisannya dulu, jika Anda rasakan cukup memadai ya Anda bisa tetap menggunakannya secara gratis. Seperti yang sampai saat ini saya lakukan.

Twitter. Pasti Anda tahu keterbatasan yang utama pada Twitter (diluar kelebihannya sebagai salah satu social media terpopuler) yaitu kita hanya bisa berbagi dengan jumlah karakter sebanyak 140. Ini artinya Anda harus benar-benar jago dalam meringkas konten.

Twit yang baik setidaknya ada sekitar 20 karakter yang disisakan, itu sudah termasuk link atau tagar. Dengan demikian maka follower Anda lebih mudah untuk meretweet twit Anda. Ini hanyalah sebuah saran yang artinya tidak harus juga Anda lakukan, namun sangat berguna jika Anda ingin mendapatkan perhatian. Jadi sekali lagi, coba sebarkan pesan Anda (twit) seluas-luasnya dengan jumlah karakter sesedikit mungkin.

Gunakan tagar secara bijaksana. Tidak ada yang lebih menyebalkan dibandingkan dengan menemukan orang yang mentwit dengan tagar yang panjang. Tujuan dari dipergunakannya tagar adalah agar semua orang bisa dengan mudah mengikuti percakapan yang sedang berlangsung. Jadi jika tagarnya panjangnya sudah menghabiskan jatah 140 karakter, lalu pesan apa yang ingin Anda sampaikan?

Tagar haruslah singkat, tidak lebih dari satu sampai tiga kata. Biasakan untuk memeriksa terlebih dahulu kata yang hendak digunakan untuk tagar. Tentunya Anda tidak ingin secara tidak sengaja tagar yang Anda gunakan ternyata sama dengan tagar orang lain sehingga rentetean twitnya jadi tercampur bukan?

Aktiflah mentwit. Anda tidak bisa mengharapkan cepat ditemukan orang jika hanya mentwit satu-dua kali saja alias jarang. Anda perlu mentwit konten-konten yang relevan beberapa kali setiap harinya. Seberapa seringnya ya silahkan diatur sendiri, tapi saran saya minimal 3 kali sehari. Tentunya Anda ingin Twitter ID Anda yang sering muncul di timeline follower Anda bukan? Sehingga nama Anda yang akan diingat jika mereka membutuhkan produk/jasa Anda.

Alasan lainnya mengapa Anda perlu sering mentwit adalah kemudahan ditemukan pada mesin pencari. Google dan Twitter beberapa saat lalu membuat kesepakatan agar membuat konten pada Twitter bisa muncul di hasil pencarian mesin pencari Google. Ini adalah berita gembira bagi para pemilik bisnis yang memiliki akun Twitter. Kesepakatan tersebut tidak hanya membuat brand Anda bisa lebih terlihat di dunia online, namun juga berefek pada twit-twit Anda. Jadi jika Anda mentwit konten-konten yang berguna dan relevan, maka Anda akan melihat bertambahnya follower Anda, serta juga mungkin calon pelanggan.

Facebook. Mulailah percakapan agar Anda bisa melihat apa yang kurang dari brand Anda atau apa yang mereka sukai dari bisnis yang Anda jalankan. Jawab juga pertanyaan apapun yang dilontarkan pada Anda. Dengan Facebook, semua orang bisa melihat komen-komen orang lain terhadap sebuah posting. Jika seseorang penasaran ingin tahun tentang bisnis yang Anda jalankan, maka ada kemungkinan dia tidak sendiri. Sehingga Anda bisa sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui.

Untuk masalah frekuensi posting di Facebook, saya selalu berhati-hati untuk hal-hal yang berlebihan. Jangan terlalu memperhatikan jumlah ‘likes’ yang ada pada posting Anda karena jumlah ‘likes’ itu hanya ilusi. sangat memudah menjadi fans sebuah Facebook Page tanpa harus melihat apapun yang diposting. Menekan tombol ‘unfollow’ itu jaraknya hanya satu klik. Jika Anda posting terlalu sering, Anda akan mendapati bahwa sedikit yang melihat postingan Anda. Cobalah menahan diri untuk tidak terlalu sering memposting konten di Facebook Page Anda.

Menambahkan tombol CTA (Call-To-Action) pada Facebook Ads Anda akan mengangkat jumlah penjualan. Keseluruhan tujuan dari social media marketing adalah mendapatkan prospek dari Facebook Page ke situs Anda (perusahaan ataupun personal) dan lalu membuat mereka jadi pelanggan yang loyal. Kini Facebook membuatnya jadi mudah. Silahkan pelajari lebih dalam tentang tombol Call-To-Action di Facebook, best practices dan bagaimana menggunakannya di sini.

Itulah pengalaman saya yang mudah-mudahan bisa berguna bagi Anda sekalian. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Care to share?

Iklan

Satu pemikiran pada “Panduan Singkat Mengoptimalkan Social Media Untuk Bisnis Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s