Membangun Kepercayaan Pembeli Dalam Berjualan Online


Online Shopping

Bila Anda membaca tulisan saya ini, saya yakin Anda adalah salah satu pengguna internet yang setidaknya pernah melihat-lihat barang di toko online as a window shopping, lalu memutuskan dan membelinya dengan datang ke toko offline. Jadi praktis Anda mempergunakan toko online hanya sebagai tools untuk memilih barang saja sebelum membelinya. Ya, walaupun saat ini sudah mulai banyak toko online yang berhasil meraih kepercayaan sehingga orang mau melakukan transaksi real di situs mereka, namun jika kita bicara habit, perjalanannya masih cukup panjang. Yuk kita bahas di sini ya.

It’s about trust!

Saya sempat membahas di tulisan saya sebelumnya bahwa problem utama yang dihadapi oleh para penjual online adalah trust (kepercayaan). Saat sebuah toko dibuka di online mereka belum memiliki ‘raport’ yang teruji di masyarakat, sehingga sampai pembuktian tersebut terjadi, toko ini akan jadi sekedar tempat window shopping saja. Yang saya maksud dengan toko ini bukan hanya sebuah toko lho ya, tapi bisa juga orang yang beraktivitas jual-beli. Ya sangat bisa dimengerti mengingat habit dari pembeli kita itu belum sampai ke budaya online. Keputusan membeli itu masih diliputi perasaan insecure jika melibatkan pembayaran lewat online (jangankan online, bayar pakai kartu kredit biasa saja masih banyak yang tidak merasa nyaman). Itu pula yang membuat masih sulit untuk bisnis ecommerce berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Namun dari sudut pandang yang lain, potensi pasar Indonesia sangat-sangatlah besar. Ini yang membuat banyak pemain ecommerce bertahan mati-matian walaupun setiap tahun ‘berdarah’, karena memang membentuk pasar online sampai mature itu bukanlah hal yang mudah.

Jualan online dengan efektif

Dengan kondisi lack of trust tidak ada jalan lain selain ikutan membangun dari sisi edukasi dan juga pengalaman dalam hal berbelanja online, sekaligus terus menjalankan sisi ekonominya. Kesimpulannya karena selain harus memastikan dapur tetap ngebul plus juga mengajarkan target market/sales supaya bisa membuat roda ekonomi berbasis ecommerce ini jalan, maka yang harus dilakukan adalah berjualan dengan efektif (dengan penekanan pada kata efektifnya tentu saja). Mau tidak mau para penjual online harus menjadikan bisnis mereka sebagai laboratorium percobaan juga, ya menjual dan juga secara proaktif mendidik dan membimbing pembeli agar mereka bisa merasa nyaman bertransaksi dengan Anda.

Berjualan secara efektif itu seperti apa? Ya sederhananya karena Anda harus menjalankan toko online sebagai laboratorium juga maka Anda harus lebih proaktif mendekati calon pembeli dengan pendekatan sosial as a human-to-human (bukan seller-to-buyer). Perlakukan pembeli bukan sebagai target jualan namun teman, sehingga mereka bisa menerima masukkan-masukkan dari Anda yang nantinya memberikan keyakinan dan kepercayaan dari mereka untuk Anda tentunya. Jadi pada dasarnya yang harus Anda lakukan adalah sebuah proses menggalang kepercayaan yang ujungnya kita arahkan ke jualan kita. Ya, saya akui hal tersebut tidak lah mudah, tapi jika berhasil, they will be your number one evangelist, bukan saja pelanggan.

Mulailah dengan efisiensi

Seperti apa efisiensi yang bisa Anda lakukan? Saya selalu menyarankan ke semua orang yang bertanya pada saya tentang bisnis online untuk mulai dari hal-hal yang kecil dahulu. Hal-hal yang manageable untuk diri Anda sendiri. Jika semua sudah berjalan dengan baik dan roda ekonomi sudah mulai bisa berputar baru Anda bisa mulai berfikir hal-hal yang fancy. Bagi para penjual online, ya mulai saja mencoba berjualan + membangun reputasi dari hal-hal basic yang memastikan core dari proses jual-belinya bisa dipastikan. Apa itu core proses jual-beli? Ya orang beli, bayar, deliver, selesai…Poin yg terpenting dalam proses ini adalah para pembeli ingat mereka beli dari siapa (yaitu dalam hal ini ya Anda).

Titik mulai membangun reputasi ini bisa dimulai dari mana saja (konsistensi menggunakan brand name jadi krusial jika jualan Anda tidak terlalu spesifik lho ya). Antara lain lewat media sosial, blogging platform, atau situs-situs sederhana yang bisa Anda bangun sendiri. Pertimbangannya adalah karena efisiensi itu tadi yang menunjang efektivitas yang di atas sudah kita bahas.

Pemasaran

Faktor lainnya yang cukup penting adalah memasarkan. Jika kita harus satu persatu mencolek orang-orang yang kelihatannya mau beli dari kita, kebayang dong berapa besar effortnya, maka saran saya bagi yang hendak mulai ya gunakanlah layanan iklan baris online. Pemikirannya kembali pada habit pembeli yang sudah kita bahas di atas, yaitu tentunya jika orang sedang mencari sesuatu maka orang akan melakukan pencarian ditempat dimana mereka bisa melihat sekaligus barang-barang yang ingin mereka beli.

Seingat saya dulu ada dua layanan iklan baris yang cukup kuat kehadiran nya di dunia online Indonesia, yaitu OLX (yang dulunya dikenal sebagai TokoBagus) dan Berniaga, mereka masing-masing cukup memiliki banyak pengunjung (pembeli maupun penjual). Beberapa saat yang lalu Berniaga diakuisisi oleh OLX dan menjadikan OLX thought leader brand di dunia iklan baris online Indonesia.

Apakah Anda punya pengalaman lain yang bisa di share? Silahkan 🙂

Foto: AFP/Relaxnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s