Tanpa Memperhatikan Komunitas, Content Marketing Jadi Kurang Efektif


Content Marketing

Mungkin pernyataan ini sudah masuk dalam daftar klise di banyak kepala orang:

Hanya karena Anda membangun sesuatu, tidak berarti orang-orang serta merta akan datang.

Anda bisa saja tidak setuju, namun coba ikuti skenario yang saya coba gambarkan di bawah ini: 

Skenario: Content Marketing

Klien Anda sangat bersemangat tentang program content marketing mereka yang baru (dimana mereka “membayar” Anda untuk merancang dan mengimplementasikannya). Anda tentunya juga sangat bersemangat, ya pastilah, passion Anda terhadap konten, klien baru, pemasukkan baru…Siapa yang tidak bersemangat dengan ini semua?

Jadi Anda merangkum semuanya jadi satu. Anda menggunakan beberapa bulan pertama membuat konten blog. Lalu Anda mulai mendistribusikan konten yang Anda buat tersebut menggunakan Facebook, Twitter, Instagram, dan juga kanal-kanal media sosial lainnya. Namun setelah melewati 3 bulan, klien Anda merasa tidak puas dengan sedikitnya jumlah share dan engagement. Mulailah kebingungan menyelimuti Anda. Pertanyaan yang muncul: Apakah si klien terlalu menuntut? Atau apakah ada yang task yang terlewat? Atau lebih parahnya apakah plan yang Anda buat tidak bekerja?

Untuk skenario ini dugaan yang bisa saya tarik adalah semua yang dipertanyakan di atas bisa jadi ada andilnya. Klien Anda kelihatan terlalu menuntut mungkin karena mereka sedikit kurang teredukasi tentang bagaimana rencana ini berjalan (ya makanya mereka menghired seorang expert, Anda). Dan rencana Anda bukannya tidak berjalan, karena tentunya Anda sudah merancangnya dengan baik, tapi mungkin saja Anda tidak menjalankan pendekatan content marketing dengan cara social PR (public relation).

Dan itulah yang terjadi. Bisa saja Anda membuat konten yang keren dan bagus, dan Anda juga menyebarkannya dengan rencana distribusi yang baik pula, tapi yang harus diingat, kembali ke pernyataan pembuka di atas, shares dan engagement akan sulit terjadi jika Anda tidak memfokuskan juga pada pembangunan komunitas (community building).

Rencana content marketing apapun akan jadi tidak lengkap jika hanya fokus pada penyebaran konten keluar dan tidak memperhitungkan mekanisme untuk menarik orang masuk.

Ada empat cara yang bisa dilakukan:

1. Minta bantuan lewat jejaring pribadi

Sampai beberapa tahun lalu sepertinya bukanlah hal yang sulit untuk meminta pertolongan pada orang lain, dan juga saya pikir orang-orangpun tidak langsung jadi tidak mau membantu semenjak media sosial naik daun dimana-mana. Tapi sekarang kondisinya agak berbeda, orang-orang sudah lebih aware tentang pengaruh pada personal mereka, yang artinya setiap permintaan seperti ini akan memunculkan resiko macam-macam terhadap mereka.

jika Anda punya hubungan yang baik dengan teman-teman Anda yang tidak terlalu masalah membantu Anda untuk mendistribusikan konten (share), maka lakukanlah. Jangan lupa ucapkan terima kasih, dan membalas pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat konten tersebut dibantu distribusikan oleh teman Anda.

2. Pengotomatisasian dan perangkat pembantu

Banyak orang yang mengeluh jika beban pekerjaan mengelola komunitas bertambah, padahal sebenarnya banyak alat bantu yang membuat pekerjaan tersebut jadi jauh lebih ringan. Salah satu perangkat yang biasanya saya andalkan dalam mengelola sebuah komunitas berbasiskan media sosial adalah Hootsuite, dimana dengan perangkat ini Anda bisa mengontrol aliran konten yang didistribusikan dengan cara penjadwalan. Silahkan Anda pelajari sendiri perangkat-perangkat serupa dengan mencarinya lebih jauh di Google dengan kata kunci Social Media Management Tools.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam menggunakan perangkat-perangkat pembantu tersebut adalah Anda harus benar-benar menguasainya karena alat-alat ini bisa jadi sandungan juga jika salah menggunakannya.

Contohnya, jika Anda perhatikan banyak orang yang menjadwalkan twit setiap hari di Twitter termasuk greetings seperti “Selamat pagi!”. Dulupun saya melakukan hal serupa sampai satu saat salah seorang teman bilang ke saya, “Bang, masa sih ucapan selamat pagi juga di jadwalkan gitu sih? Apa tidak bisa mengucapkannya langsung dari Abang, bukan dari mesin?” Well, tadinya saya pikir tidak akan ada orang yang tahu jika saya menjadwalkan mesin untuk mengucapkan greeting tersebut, namun saya terlalu menganggap remeh inteligensi manusia yang dapat mengkonklusi sebuah ucapan yang dilakukan secara repetitif terus menerus. Jadi sekarang saya mentwit greeting selalu dari saya sendiri (tidak dengan penjadwalan di mesin). Dan saya juga akan menyarankan Andapun melakukan hal yang sama.

Sekali lagi saya mencoba membayangkan jika ini dilakukan untuk perusahaan, tetap saja tidak masuk. Jika orang-orang beranggapan semua konten yang dishare dari perusahaan yang Anda kelola adalah terotomatisasi, ya orang-orang tidak akan suka.

3. Engagement dengan aktif

Ini artinya bisa dimulai dengan mencari tempat dan percakapan yang tepat untuk diikuti. Mulai bergaul dengan orang lain tanpa harus terlalu banyak berfikir diluar topik. Mulai ikut berkomentar di blog-blog yang Anda harapkan pemiliknya bisa ikut berkunjung dan balas berkomentar di blog Anda. Mencari kesempatan untuk blogging sebagai tamu di blog-blog lain, dan lain sebagainya.

4. S.E.O (Search Engine Optimization)

Semua konten yang Anda hasilkan sebenarnya tidak punya arti apa-apa jika tidak dioptimalisasikan, semanusiawi mungkin, untuk mesin pencari.

(#3 dan #4 adalah yang sebaiknya diutamakan lalu mulailah bergerak ke #2 dan yang terakhir #1)

Nah, semua elemen di atas harus dijalankan secara bersamaan, agar perencanaan program Anda bisa jalan dengan baik. Ingat, saat ini Google telah mengembalikan twits dari Twitter ke hasil pencarian dan juga pendekatan mobile-friendly untuk hasil pencarian juga sudah bisa dirasakan dampaknya sejak 21 April 2015.

Ini artinya, pada saat Anda mengerjakan perencanaan content marketing, Anda tidak hanya akan memikirkan mekanisme untuk mendapatkan orang-orang untuk di engage dengan konten yang Anda buat dari perangkat mobile, Anda pun mematangkan perencanaan Anda juga.

Kesimpulan

Menerbitkan konten adalah hal yang baik, tapi jika tidak disertai dengan pembangunan komunitas yang juga baik, maka engagement yang terjadi dengan konten Anda jadi terbatas atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Dan jika tidak terjadi engagement dengan konten yang Anda buat, maka konten Anda tidak akan bisa mendapatkan SERP (Search Engine Result Page) yang tinggi. Dan jika tidak mendapatkan SERP yang tinggi ya akan dampaknya tidak akan di share lebih jauh dan tidak akan mendapatkan engagement lebih jauh.

Sekarang Anda tahu bahwa hanya karena Anda membangun sesuatu, tidak berarti orang-orang serta merta akan datang, satu hal yang saya janjikan: Jika Anda berusaha secara proaktif, orang-orang akan datang. Mungkin mereka akan datang tidak dengan intensi yang Anda harapkan, namun mereka akan datang.

 

Iklan

9 pemikiran pada “Tanpa Memperhatikan Komunitas, Content Marketing Jadi Kurang Efektif

  1. Wah, insight baru! Iya sih bener, terkadang fokus bikin konten, tapi lupa engage dengan community. Selain itu, mungkin klien juga harus ‘diedukasi’ kalau content marketing gak bisa isinya full jualan, harus melihat dari sudut pandang pembaca ‘what’s in it for me?’ Nah itu yang perlu perjuangan untuk dikomunikasikan ke klien. 😀

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wah membuka pengetahuan saya. Semua yang diterangin diatas logis. Hanya saja permasalah utama yang saya rasakan, saya masih belum begitu mahir dalam menuangkan passion saya dalam bentuk tulisan atau rangkaian paragraf menarik. Harapannya kalau saya sudah mahir dalam hal tulis menulis, mulai dari kualitas tulisan, sampai ke pada gaya penulisan menarik, saya akan coba dengan menggunakan domain yang lebih profesional,

    Apa ada saran untuk itu Bang Win? Terimakasih 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s