Google Membuat Anda Merasa Lebih Pintar Dari Sebenarnya


smart

Apakah Anda pernah mendapatkan pertanyaan yang lumayan sulit seperti, Apa nama panjang kota Bangkok? Berapa panjangnya tembok China? Saat ini, untuk mendapatkan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa didapatkan dengan mudah lewat Google.

Pada hasil studi yang dirilis secara online pada tanggal 31 Maret 2015 di Journal of Experimental Psychology: General disebutkan bahwa informasi yang didapatkan secara online dan instan itu membuat orang merasa tingkat intelijensinya mereka memang tinggi.

Pada rilis resmi yang dikeluarkan oleh American Psychological Association, kepala peneliti Matthew Fisher, seorang kandidat doktoral psikologi dari Yale University mengatakan, “Hal tersebut menjadikan semakin mudahnya orang bingung antara pengetahuan yang memang mereka sudah miliki dengan pengetahuan yang datangnya dari luar”.

“Dengan kata lain, saat orang-orang tersebut menggunakan pengetahuan mereka sendiri, kemungkinannya mereka tidak akurat dengan apa yang mereka ketahui dan juga kenyataan bahwa betapa tergantungnya mereka terhadap internet”, tambah Matthew.

Dalam penelitian yang dilakukan, beberapa ratus orang diminta untuk mengikuti serangkaian eksperimen. Dalam salah satu eksperimen, para partisipan dibagi menjadi dua grup lalu diminta menanyakan pertanyaan acak seperti misalnya “Bagaimana cara kerja engsel pintu?”. Grup yang satu mengatakan bahwa mereka diperbolehkan untuk mencari jawabannya lewat internet dan grup lainnya tidak diberikan akses tersebut.

Tim peneliti menemukan bahwa para partisipan dalam grup yang mencari informasi di internet percaya bahwa mereka lebih pandai tentang topik-topik yang tidak berhubungan dengan pencarian online yang mereka lakukan, dibanding dengan para partisipan yang masuk dalam pengontrolan grup sehingga tidak bisa menggunakan internet dalam eksperimen ini.

Pada eksperimen lainnya, partisipan dipertunjukkan gambar-gambar yang menunjukkan contoh-contoh aktivitas dalam otak yang ditangkap oleh MRI. Partisipan yang sering menggunakan pencarian internet rata-rata memilih gambar-gambar aktivitas otak yang lebih terlihat cerdas untuk diklaim sebagai gambaran otak mereka.

Penelitian yang mereka lakukan juga menemukan bahwa walaupun partisipan tidak bisa menemukan informasi yang mereka inginkan di internet, mereka masih tetap “merasa” mereka pandai.

Menurut Matthew, perasaan merasa lebih pandai itu bisa jadi berbahaya dalam dunia politik atau di area pekerjaan dimana sebuah keputusan harus dilakukan. Dalam kasus-kasus dimana sebuah keputusan memiliki konsekuensi yang besar, sangatlah penting untuk bisa membedakan pengetahuan yang mereka miliki dengan asumsi-asumsi bahwa mereka tahu sebuah informasi yang sebenarnya tidak.

Adanya internet merupakan keuntungan besar bagi banyak orang, namun ada imbal balik yang harus “dibayarkan” yang tidak selalu kelihatan dan hal ini mungkin adalah salah satunya. Menentukan pengetahuan yang dimiliki secara pribadi secara akurat itu susah dilakukan, dan adanya internet menjadikannya semakin susah lagi.

Pertumbuhan penggunaan smartphone mungkin malah menambah masalah karena semua orang jadi bisa melakukan pencarian di internet kapan saja dan di mana saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s