6 Cara Membuat Konten Anda Menyebar Seperti Api di Social Media


Api

Saya pernah menulis tentang pengertian dari Content Marketing beberapa saat lalu. Masih ingat kah? Secara singkat Content Marketing itu adalah hal-hal yang dilakukan untuk menarik orang agar tertarik terhadap apa yang Anda jual dengan cara memberikan informasi yang mereka inginkan atau butuhkan. Dengan menyajikan materi yang berkualitas, Anda bisa mengubah seseorang menjadi pelanggan, dan pelanggan menjadi penggemar (fans). Pada saat ini, begitulah cara bisnis yang sukses mendapatkan hasilnya.

Namun bagaimana jika tidak ada seorangpun yang melihat konten Anda? Maka waktu dan usaha Anda akan sia-sia.

Itulah salah satu ‘keindahan’ berbagi di social media bagi konten Anda. Anda bisa menyampaikan blog post, laporan, infografik ataupun apa saja langsung ke audiens yang bisa langsung menyebarkannya lagi. Jika Anda menggunakan pendekatan yang benar maka konten Anda akan tersebar dengan cepat. Di bawah ini ada beberapa tips untuk membuat konten yang bisa dengan mudah disebarkan oleh audiens Anda.

1. Buatlah konten yang akan menarik dan dipedulikan oleh orang

Konten yang Anda buat ya seharusnya berhubungan dengan pekerjaan/bisnis yang Anda jalankan. Itu adalah cara yang terbaik untuk membuat orang bisa jadi ‘pembeli’ jasa/produk Anda. Harap diingat bahwa Anda tidak ingin menghampiri semua orang tentunya. Anda hanya perlu mendapatkan perhatian dari target market Anda sendiri.

Konten Anda, blog post, laporan atau apapun itu tidak harus selalu berkaitan langsung dengan bidang yang Anda kuasai, namun harus tetap ada hubungannya. Misalnya sebagai contoh bisnis Anda adalah dibidang produk perbankan, maka Anda bisa membuat konten yang berkaitan dengan pentingnya menabung dan berinvestasi serta membahas tentang salah pengertian yang muncul di masyarakat tentang investasi misalnya.

Yang terpenting adalah pastikan topik yang Anda angkat adalah sesuatu yang pasti dipedulikan oleh orang. Mereka tidak akan berbagi jika mereka tidak peduli tentunya bukan?

2. Menawarkan perspektif yang berbeda

Setiap orang mempublish konten pada saat ini. Artinya sangat sulit mencari sesuatu yang belum diceritakan oleh orang lain. Namun jika Anda cukup rajin menggali dan mencari perspektif lain yang unik lalu mengemasnya sehingga membuat audiens Anda berfikir dan tertarik, maka konten Anda akan dibagikan dimana-mana.

Misalkan Anda menjalankan bisnis berjualan tiket travel. Bisnis Anda didasari oleh banyaknya orang-orang yang bepergian menggunakan transportasi jarak jauh. Perspektif unik yang mungkin bisa digunakan dan akan membuat orang tertarik membaca adalah: “Mengapa Memesan Tiket Pesawat Itu Adalah Buang-Buang Waktu?”. Kemaslah dalam bentuk konten yang menarik lalu tampilkan ke audiens Anda. Pasti banyak dari mereka akan menyebarkannya lagi.

Satu pesan yang mesti Anda ingat, hati-hati dengan pendekatan “perpektif yang berbeda” ini agar tidak jadi terdengar seperti terlalu nyeleneh. Karena konten Anda tersebar di social media dengan anggapan Anda “orang aneh” itu bukan strategi yang baik untuk membangun kepercayaan pada audiens Anda.

3. Buatlah konten Anda bisa langsung dicoba lakukan oleh audiens

Salah satu fungsi konten adalah mengajarkan sesuatu, fungsi lainnya adalah membuatnya bisa langsung dipraktekkan. Orang banyak yang ingin langsung tahu bagaimana praktek dari sesuatu yang dipaparkan pada konten Anda. Jika Anda menunjukkannya maka mereka akan membagikannya ke orang lain.

Satu cara sederhana adalah berbagi tips yang tentunya bisa langsung digunakan. Tidak masalah apakah Anda menjual produk perbankan, buku ataupun produk-produk kesehatan misalnya.

4. Pastikan konten Anda ada di situs-situs yang “terkoneksi”

Jika Anda berencana untuk mempost konten Anda pada blog, milik Anda ataupun milik orang/media lainnya, pastikan media-media tersebut memiliki sharing button. Biasanya tombol-tombol ini ada di awal ataupun akhir setiap post.

Anda tentunya ingin semua orang bisa dengan mudah me-like atau share konten Anda di Facebook, atau mentwit via Twitter bukan?

Memang tanpa share button pun setiap orang bisa membagikan konten Anda, namun jika kita bisa mempermudah bagi mereka untuk membagikannya tentunya akan lebih baik dan memperbesar kemungkinan konten Anda tersebar.

5. Update mailing list Anda setelah memposting konten

Anda sebaiknya mengumpulkan audiens Anda pada sebuah mailing list. Mailing list membuat kumpulan posting Anda bisa tetap bisa dicari lewat algoritma mesin pencarian.

Dengan menggunakan mailing-list Anda bisa mendrive traffic juga ke konten baru Anda. Setiap kali Anda mempost konten baru, segera beri tahu para subscriber mailing list Anda. Sertakan link dan doronglah mereka agar mau berkunjung. Minta mereka menyebarkannya pada yang lain lewat social media.

6. Promosikan konten Anda di social media

Anda bisa duduk manis dan berharap konten Anda ‘menyala’ dengan sendirinya di social media. Atau Anda juga bisa ‘menyalakan’nya sendiri. Ini artinya Anda datang ke social media lalu membagikannya ke fans/followers Anda.

Walaupun konten yang Anda buat adalah sebuah ‘masterpiece’ pun, Anda tetap harus bilang ke dunia. Bukan berarti Anda buat lalu orang-orang akan serta merta akan datang. Konten Anda butuh dorongan.

Okay, sebetulnya setiap bagian di atas (6 buah) masing-masing bisa dijadikan posting sendiri-sendiri. Coba nanti saya pikirkan lebih lanjut untuk menampilkannya dalam serial posting ya. Namun saat ini fokuskan pada bagaimana Anda membuat dan mempromosikan konten Anda pada kanal-kanal social media. Apakah Anda melakukan sesuatu agar konten Anda bisa tersebar?

Kini giliran Anda!

Bagaimana cara Anda membuat konten bisa tersebar di social media? Strategi apa yang Anda gunakan? Yuk berbagi dengan membuat komen di bawah ini.

Foto: John McDaris, Carleton College

Iklan

4 pemikiran pada “6 Cara Membuat Konten Anda Menyebar Seperti Api di Social Media

  1. Kecuali nomor 6, semuanya selalu di pakai 😀 Entah, mailing list itu memang ada yang baca atau enggak kalau untuk market indonesia, karena saya sendiri kalau misalnya kebanyakan email malah masukin ke spam 😀

    Suka

    • Mailing list itu sebetulnya bukan mailing-list yang seperti Yahoogroups mas, tapi list email yang worth untuk dikirimkan update…..biasanya saya buat di address book, jadi kalau ada update2 artikel saya sesuaikan dengan interest para teman2 yang emailnya ada di list saya. Kira2 begitu sih mas. Kalau memang si teman tidak mau menerima ya tinggal bilang sih, next time dia tidak akan dikirimkan lagi

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s