Kesulitan Menjelaskan Pentingnya Media Sosial Pada Atasan? Inilah Cara Melakukannya Dengan Benar


Hard to explain

Walaupun bekerja dalam satu perusahaan, seringkali pemahaman tentang penggunaan media sosial untuk kepentingan bisnis dan perkembangan perusahaan diantara pemegang keputusan tidak cukup merata. Jika ini yang terjadi maka bisa berakibat lambatnya penetrasi perusahaan tersebut terhadap pemanfaatan media sosial, dan tentunya ini akan fatal bagi perusahaan secara keseluruhan.

Menjelaskan media sosial pada kolega agar mereka mengerti mungkin membutuhkan sedikit effort, namun lain halnya jika kita harus menjelaskannya ke level yang lebih tinggi, misalnya C-level (Chief of …..), atau level-level lainnya yang memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan. Pada kesempatan ini saya coba membahas bagaimana cara yang efektif dan tepat menjelaskan bahwa perusahaan Anda butuh media sosial kepada C-level, dengan asumsi level inilah yang paling sulit untuk diberikan penjelasan mengingat posisi dan level mereka.

“The ROI of social media is that your business will still exist in 5 years.” – Erik Qualman

Setidaknya ada 4 alasan mengapa sebuah perusahaan membutuhkan media sosial untuk dimasukkan kedalam strategi bisnis mereka.

1. Pengguna produk/jasa perusahaan Anda berkomunikasi satu sama lain lewat online. Media sosial adalah tempat dimana Anda bisa mendengarkan percakapan mereka.

Setiap hari jutaan percakapan terjadi di dunia maya. Media sosial memungkinkan Anda bisa mendengarkan percakapan-percakapan tersebut. Mengapa mendengar percakapan di media sosial begitu penting? Karena dengan mendengarkan percakapan di media sosial, maka Anda bisa:

  • Mendapatkan dengan tepat potential customers dan membina mereka lewat hubungan langsung.
  • Memonitor kompetisi yang berjalan, memahami pembenci (produk/layanan) Anda dan melihat langkah yang tepat untuk market Anda.
  • Melacak frasa dan kata kunci populer di media sosial yang bisa memberikan ide-ide konten baru.
  • Menemukan para influencer dan pemegang keputusan serta meng-engage mereka.
  • Menemukan para brand advocate agar bisa membangun komunitas online bersama-sama.

2. Menciptakan para brand advocates.

71% of all customer complaints on Twitter go unanswered.

46% of online customers expect customer service on Facebook. Only 23% of brands provide it.

Di media sosial, Anda bisa menjadi pahlawan bagi pelanggan (produk/jasa) Anda dengan cara:
  • Mendengarkan percakapan yang terjadi di dunia maya dan meng-engage pelanggan yang memiliki masalah.
  • Merespons dengan cepat dan menggunakan dukungan one-on-one secara efektif.
  • Menjadi representatif bisnis Anda yang lebih personal dan mudah dihubungi seperti yang diinginkan oleh pelanggan Anda.

3. Memperkuat keberadaan brand Anda (bukan pengeluaran Anda)

Aktif di jejaring sosial adalah aktivitas yang paling populer di dunia maya, kesempatan yang bisa diambil adalah karyawan dan kolega Anda juga aktif.

Berdayakan tim Anda untuk berbagi campaign dengan jejaring sosial yang mereka miliki agar bisa teramplifikasi lebih cepat dan efisien. Karyawan Anda dan juga kolega mungkin sudah memiliki cukup banyak teman yang terhubung di Facebook serta followers di Twitter.  Kini Anda bisa mencapai secara eksponensial audiens yang lebih luas tanpa ada tambahan biaya ataupun tambahan karyawan.

4. Ceritakan kisah Anda. Pikat audiens Anda.

Bercerita dengan menggunakan visualisasi lewat media sosial adalah cara yang paling mudah menangkap perhatian audiens.

Kampanye media sosial mendapatkan momentum yang tepat untuk melewati metode advertising tradisional.

Salah satu contoh yang bisa saya berikan adalah produk aksesoris Herschel memposting produk dan lifestyle yang berhubungan dengan produk mereka ke Instagram untuk bercerita tentang perjalanan brand mereka. Lalu apa yang terjadi?

Herschel Supply

  • @herschelsupply (saat tulisan ini dibuat) berhasil mendapatkan lebih dari 500 ribu followers di Instagram
  • Hashtag mereka #welltravelled digunakan sebanyak lebih dari 400 ribu kali yang membantu para fans dan followers mereka untuk berbagi cerita.

Melalui percakapan satu-satu, Anda bisa menjadikan pelanggan menjadi bagian dari cerita dan membangun komunitas untuk brand Anda.

85% dari pengguna bilang bahwa mereka mengubah cara dan gaya mereka berbelanja karena merespons konten-konten di media sosial. Percakapan dan Relationship sudah menjadi mata uang. Yuk mari bersama-sama kita cairkan.

*Disadur dari bahan-bahan yang didapat di Hootsuite Resource Library

Iklan

2 pemikiran pada “Kesulitan Menjelaskan Pentingnya Media Sosial Pada Atasan? Inilah Cara Melakukannya Dengan Benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s