Game Changer Dalam Dunia Sosial: Aplikasi Live Streaming


life streaming

Seperti kita ketahui bahwa percepatan perkembangan dunia digital terutama yang berfokus pada media sosial membuat banyaknya aplikasi-aplikasi baru bermunculan dan bahkan aplikasi-aplikasi yang sudah berhasil mendapatkan popularitas yang luar biasa juga ikut jadi platform bagi aplikasi-aplikasi lainnya, seperti misalnya dua aplikasi terpopuler di dunia, Facebook dan Twitter yang sudah jadi platform bagi fungsi-fungsi lain yang berfokus pada kegiatan di media sosial tersebut. Kali ini saya ingin membahas salah satu yang bisa saya sebut sebagai mulainya trend live streaming yang bisa dilakukan oleh siapa saja lewat platform media sosial.

Dimulai di Jepang pada tahun 2010

Sebetulnya aplikasi live streaming ini bukan barang baru. Pada tahun 2010, startup yang berbasis di Tokyo, Moi Corporation merilis sebuah aplikasi yang mereka namakan Twitcasting yang sebenarnya adalah bisa dikatakan aplikasi live streaming yang pertama. Beberapa saat lalu, di ajang festival tahunan South By South West 2015 (SXSW 2015), sebuah aplikasi live streaming bernama Meerkat menarik perhatian banyak orang. Ada sekitar 200 ribu orang menggunakan  aplikasi mereka pada ajang SXSW 2015 tersebut, mulai dari pembawa acara terkenal Jimmy Fallon sampai dengan radio Inggris BBC.

Ditengah-tengah awal kepopuleran Meerkat ini, Twitter sebagai pemilik platform yang digunakan Meerkat yang baru saja mengakuisi aplikasi live streaming lain bernama Periscope, memutuskan untuk sementara “menjegal” Meerkat dengan cara memutuskan integrasi mereka ke Twitter yang mengakibatkan pengguna Meerkat kesulitan untuk terhubung dengan teman-teman mereka. Tidak lama kemudian Twitter secara resmi meluncurkan Periscope ke pasar dan langsung masuk Top 10 Social Networking Apps di App Store serta jadi trending topic di Twitter. Maka dimulailah perebutan posisi tren aplikasi live streaming ini. Sebagai informasi tambahan, dampak dari tren live streaming ini ikut mendorong pertumbuhan pengguna aplikasi pertama dari Jepang Twitcasting yaitu naik jadi 10 juta pada minggu kedua April.

Mengapa aplikasi live streaming bisa disebut sebagai game changer?

Ada beberapa faktor mengapa aplikasi live streaming itu bisa kita sebut dengan game changer, pertama kehidupan kita mulai bergeser ke arah sesuatu yang serba mobile. Segala hal yang bisa kita bawa bersama dengan tubuh kita kemana-mana dengan bantuan perangkat mobile akan jadi pilihan. Beberapa media menyebutnya dengan istilah mobile-first. Pada kenyataannya memang hidup kita semua mulai berubah dan mulai banyak bergantung pada perangkat mobile. Coba bayangkan, pada tahun 2016 di seluruh dunia akan ada sekitar 2 milyar pemilik smartphone. Itu artinya kebutuhan akan teknologi yang bisa menunjang penggunaan live video jadi ikutan meningkat. Jadi momentum untuk aplikasi live streaming diluncurkan adalah tepat.

Yang kedua, selama lebih dari sepuluh tahun kita sudah melihat pergerakan situs-situs media sosial seperti Facebook, Instagram dan Vine yang sampai saat ini jumlah pengguna aktifnya sudah mencapai milyaran. Dan bisa kita lihat mereka menggunakan media sosial sebagai alat penyebaran informasi tentang hidup mereka secara detail. Berbagi hal-hal yang personal lewat foto dan video jadi lebih bisa diterima. Dengan kata lain, budaya berbagi secara sosial mulai mencapai titik mature sehingga aplikasi live streaming bisa diterima.

Yang terakhir, aplikasi live streaming seperti Meerkat dan Periscope serta Twitcasting ini memiliki keunikan tersendiri yang juga memberikan keuntungan dalam pemetaan pada social graphs yang sudah ada. Dengan menggunakan jejaring sosial yang sudah ada sebagai platform seperti Twitter, pengguna Periscope contohnya bisa langsung terhubung dengan pengguna Twitter yang sudah ada. Coba bayangkan jika kita harus memulainya dengan membangun dari nol. Ini artinya mereka memiliki potensi kemampuan berbagi konten mereka secara viral lebih tinggi juga. Kemampuan seperti ini yang tidak dimiliki oleh teknologi streaming sebelumnya.

Dengan penggabungan ketiga faktor di atas, tidak heran jika kita menyentuh titik mulainya tren video streaming. Jika momentum ini terus berkembang maka sesuatu yang mungkin saja belum terpikirkan akan mulai terjadi. Kita mulai melihat eksplorasi penggunaan aplikasi live streaming ini untuk berbagai kebutuhan.

Pengaruh pada kehidupan pribadi, pekerjaan dan juga politik

Pada kehidupan pribadi, keberadaan aplikasi live streaming ini bisa mempengaruhi keputusan dalam melakukan aktivitas. Coba bayangkan jika Anda ingin menghadiri sebuah acara dan ingin memastikan bahwa acara tersebut cukup seru atau tidak, tinggal tanyakan saja pada followers Anda yang sudah terlebih dahulu hadir di lokasi untuk melakukan live streaming, sehingga Anda bisa memutuskan untuk pergi atau tidak dengan lebih yakin.

Tidak bisa disangkal bahwa aktivitas personal broadcasting akan mengubah tidak hanya cara kita bersosial, namun juga memiliki potensi untuk mengubah secara fundamental bagaimana kita menjalani hidup. Misalnya bisa saja fungsi live streaming digunakan sebagai alternatif pengganti komunikasi satu sama lain.

Dari sudut pandang bisnis, implikasi munculnya aplikasi live streaming ini sangat besar. Bayangkan jika semua orang bisa menyiarkan siaran TV mereka sendiri dari manapun mereka berada. Jika tren ini benar-benar meledak maka gelombang kampanye real-time dan altivitas personal dengan video akan mendorong perubahan lansekap media dan komunikasi walaupun memang ini tidak akan terjadi dalam waktu yang singkat, alias butuh proses panjang juga. Tentunya penyempurnaan pada aplikasi-aplikasi yang ada pada saat ini sangat dibutuhkan untuk bisa sukses dimanfaatkan secara maksimal.

Akhirnya dari sudut pandang politik akan muncul implikasi secara global. Sekali lagi coba bayangkan jika semua orang di dunia ini bisa menyebarkan pesan apapun dengan video secara real-time, maka akan terjadi demokratisasi informasi yang luar biasa yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. Sebenarnya dalam banyak kasus media sosial sudah menjadi alat untuk berbagi informasi tentang apa yang terjadi di seluruh dunia. Sekarang bayangkan jika dengan kemampuan yang sama informasi yang disebarkan bisa berbentuk real-time video. Luar biasa bukan?

*Tulisan ini pernah dimuat di kolom Peranti KompasKlass*

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s