Di Dunia Maya, Anda Adalah Perilaku Anda


watching tv

Sahabat saya Andy Awidarto pernah menceritakan kasus lucu tentang percakapan online yang terjadi di forum khusus PHP developer. Ada satu thread diskusi yang isinya meminta sebuah php source di patch, dengan alasan kalau dia patch sendiri akan memakan waktu lama karena harus melalui proses approval di tempat ia bekerja. Lalu timbullah perdebatan karena ternyata patch nya kecil, hanya satu baris di source code nya dan orang ini tetap bersikeras tidak mau menambahkannya sendiri dan meminta developer team phpnya untuk mengubahnya di rilis php berikutnya.

Diskusi tersebut berubah jadi ngotot-ngototan, pakai emosi dan salah satu si penjawab (namanya rasmus@php.net) malah dimaki-maki secara kasar oleh si pembuat thread ini. Di penghujung perdebatan akhirnya ada yang bilang, “Hey, were you aware that rasmus@php.net is Rasmus Lerdorf himself?” dan kemudian diskusi berubah hening Sebagai informasi Rasmus Lerdorf adalah pencipta dari bahasa pemrograman PHP yang sangat populer di dunia coding.

Cerita dari Andy ini mengingatkan saya pada salah seorang penyair yang cukup terkenal berdomisili di Jogja, maaf saya lebih suka tidak mengungkapkan identitasnya karena yang ingin kita dapatkan adalah pengalamannya bukan? Kita panggil saja si penyair ini bang Poltak. Sebagai seorang penyair bang Poltak memiliki karya-karya yang dalam dan indah namun secara bersamaan ia memiliki karakter meledak-ledak dengan emosi yang tak bisa ia kontrol, dan seringkali ketidak mampuannya untuk mengontrol emosi ini membuat banyak orang untuk memilih tidak berhubungan denganya secara langsung.

Kejadian yang masih saya ingat adalah pada sekitar dua tahun yang lalu ketika saya menerima sebuah comment di blog resmi tempat saya bekerja dari bang Poltak ini yang isinya marah-marah karena ia tidak bisa login ke akun emailnya dan tanpa bertanya-tanya ia langsung menuduh kami semua sengaja menyabot emailnya dia.

Kemarahannya tidak berhenti di situ saja walaupun saya sudah memberikan prosedur pengaduan yang resmi, ia mengekskalasi ancamannya untuk membombardir seluruh media dengan email dia yang penuh dengan sumpah serapah dan maki-makian. Saya tidak mengikuti lagi kasus bang Poltak ini tapi apa yang bisa kita pelajari? Setidaknya semua orang yang mengikuti dan membaca perilaku bang Poltak  jadi tahu seperti apa orang ini, dan orang ini tidak sadar bahwa dirinya sedang menghancurkan kredibilitasnya sendiri dengan mengumbar emosi di depan umum yang belum tentu juga benar.

Di dunia maya ini masih banyak orang-orang yang berfikir bahwa dengan berlindung dibelakang nama sebuah akun maka mereka bisa bebas bertindak semau mereka dimuka publik, mereka tidak sadar bahwa publik bukanlah sebuah plang nama yang tidak bisa mencerna.

Jika Anda sempat membaca tulisan saya tentang kecenderungan cyberbullying di social media, Cathryn pun akhirnya lama-lama mendapatkan simpati. Bahkan seorang John Jantsch pun akhirnya bisa berbalik berpihak pada dirinya. Kasus ini membuktikan bahwa opini tidak serta merta bisa dibentuk dengan hanya mengumbar satu sudut pandang saja. Bahkan dalam kasus Cathryn opini yang terbentuk tidak sekuat dengan apa yang tadinya diperkirakan, begitu emosi mereda, orang-orang mulai bisa melihat dengan jauh lebih jernih dan rasional.

Apa yang ingin saya sampaikan dalam tulisan saya ini adalah hal yang sederhana, saya hanya ingin mengingatkan bahwa dalam dunia maya dimana interaksi antar manusia didominasi oleh teks secara instan maka berlakulah bijaksana dalam menggunakannya. Etika tidaklah serta merta hilang karena kita berada di dunia maya, justru malah semakin penting, karena darimana lagi kita bisa menilai seseorang kalau bukan dari perilaku di muka publik yang terdistribusi secara lepas di dunia maya?

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.