Goodbye

Banyak orang yang tidak tahan menghadapi sebuah perpisahan. Apapun bentuk perpisahan itu ya. Ironisnya perpisahan itu adalah bagian dari kehidupan kita semua. Mulai dari perpisahan yang tidak disengaja, seperti anak hilang, perpisahaan karena ketidak cocokkan, sampai dengan perpisahaan karena memang sudah saatnya berpisah. Hanya ada satu hal yang bisa membuat saya sedikit lebih tenang untuk menghadapinya yaitu kejelasan bahwa semua ini terjadi untuk sebuah hal yang lebih baik bagi kita semua (walaupun ini bukan jadi sebuah kepastian juga). 

Saya ingat betapa jatuh bangunnya saya ketika almarhumah ibu saya meninggal, setelah hampir 3 tahun lebih beliau berjuang menghadapi kanker yang dideritanya. Semangat hidup dan keinginannya untuk sembuh yang berkobar membuat ia bisa bertahan setelah dokter memvonis umurnya tidak akan melebihi satu tahun. Hari demi hari pada saat itu di lalui dengan penuh derita, tapi kami tetap memberi semangat, sampai akhirnya beliau dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Pada saat ia pergi, terlihat betapa damai wajahnya tertidur, dan sejak saat itu kelegaan saya dapati hanya dengan melihat wajahnya yang terlelap dalam damai itu.

Apa yang ingin saya sampaikan di sini? Perpisahan selalu membawa kesedihan karena kita cenderung berpikiran bahwa perpisahan akan selalu berarti penderitaan. Tapi jika kita bisa melihat sebuah perpisahan itu justru sebagai sebuah pelepas derita, maka kita akan jauh bisa lebih siap menghadapi perpisahan tersebut.

Pertanyaan berikutnya apakah semudah itu?