Bercerita dengan Video Lewat Smartphone


Seperti juga beberapa teman yang lain, eksplorasi saya di dunia online mulai bergerak ke arah video. Video bukanlah hal baru bagi saya, dahulu saya sering membuat video wawancara sederhana yang lalu saya unggah dan simpan di kanal YouTube pribadi saya untuk digunakan sebagai pelengkap tulisan blog saya. 

Jika kita berbicara tentang konten di dunia maya, maka tidak ada yang bisa mengalahkan daya pikat dari video. Konten video merupakan jenis konten yang memiliki daya pikat tertinggi di dunia maya, mengalahkan konten-konten berbasis teks dan audio. Ya tentu saja dengan kondisi, konten yang dihasilkan juga bagus lho ya.

Pada bulan November 2015, setelah terpana dengan vlog-vlog hasil karya vlogger-vlogger yang memang cukup terkenal di YouTube, seperti misalnya Casey Neistat, Fun For Louis, Ben Brown, dan lain-lain, maka saya mulai tergerak untuk mengaktifkan kembali YouTube channel saya dengan membuat vlog saya yang pertama.

Vlog? Mahluk apa itu?

Mungkin banyak dari pembaca belum terlalu ngeh dengan vlog. Apa sih vlog itu? Vlog adalah singkatan dari video blog, blog yang dibuat dengan medium video. Video? Biasanya yang terbayang adalah betapa rumitnya, harus nenteng-nenteng kamera video kemana-mana lalu harus melakukan editing dengan komputer berspesifikasi tinggi. No no no…salah besar.

Jika kalian menonton vlog karya vlogger-vlogger yang saya sebutkan diatas maka perlu kalian ketahui bahwa hampir semua vlog tersebut dibuat dengan menggunakan kamera-kamera konsumer (point & shoot dan DSLR), bahkan beberapa ada yang menggunakan smartphone. What? Smarthone? Editingnya pasti tetap ribet. Lagi-lagi asumsi yang salah.

Mobile Vlogging

Pada jaman dimana hampir semua aktivitas mulai masuk ke perangkat mobile karena kebutuhan akan mobilitas yang tinggi maka hampir semua bisa dilakukan diatas platform mobile, termasuk juga shooting dan editing video. Mungkin kalian sering mendengar bagaimana membuat video dengan menggunakan iPhone, namun apakah kalian sudah pernah mendengar atau bahkan menggunakan aplikasi untuk mengedit video? Yes, ternyata untuk itu pun sudah ada dan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebutlah saya membuat vlog pertama saya.

Dengan meningkatnya kualitas gambar yang bisa dihasilkan oleh smartphone saat ini, maka untuk urusan mendapatkan footages sudah tidak menjadi masalah lagi. Kalian tinggal menggunakan fasilitas kamera yang sudah tersedia pada smartphone plus menyediakan kartu memori yang biasanya berbentuk microSD dengan kapasitas besar, karena memang format video itu akan membutuhkan ruang yang cukup besar untuk penyimpanannya.

Untuk mengedit video di smartphone, ada banyak aplikasi pilihan yang bisa digunakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya pribadi menggunakan aplikasi freemium PowerDirector Video Editor for Android keluaran Cyberlink, dimana hampir semua fungsi editing sederhana yang bisa dilakukan di PC Desktop bisa juga dilakukan di smartphone dengan menggunakan aplikasi ini. Mulai dari menyusun sequence sampai mengunggah ke YouTube.

Untuk pengguna iOS, ada aplikasi yang lumayan user friendly untuk mengedit video yang namanya Clips Video Editor keluaran Fly Labs Inc. Dimana dengan mudah para pengguna juga bisa mengedit, memotong, menambahkan musik latar dan juga suara rekaman tambahan pada video kita sampai mengunggahnya ke YouTube untuk dibagikan.

Pemain besar didunia grafis dan editing, Adobe pun juga mengeluarkan aplikasi yang bisa digunakan oleh pengguna iOS dan Android. Aplikasi tersebut dinamakan Adobe Premiere Clips. Sama seperti dua aplikasi yang saya sebut sebelumnya, Adobe Premiere Clips pun memungkinkan kita untuk mengedit sederhana footage-footage hasil tangkapan kita di smartphone sampai dengan membagikannya ke beberapa media sosial di online seperti YouTube atau Twitter. Salah satu kelebihan dari Adobe Premiere Clips ini adalah aplikasi ini ada dalam jaringan Adobe CC sehingga jika proses editing yang sedang dilakukan ingin dilanjutkan ke komputer atau laptop, kita tinggal memindahkannya ke format Adobe Premiere CC, lalu kemudian melanjutkan pekerjaan editing di PC/desktop ataupun laptop.

Bercerita lewat smartphone

Mungkin satu saat nanti kita semua akan bisa melihat makin banyak orang yang terlihat seperti sedang berbicara dengan smartphonenya sendiri sambil dibawa berjalan, merekamnya lalu membagikannya lewat internet. Vlogging dengan smartphone menjadikan esensi dari blogging dengan menggunakan format video jadi semakin nyata. Dengan menjadi vlogger, seorang blogger tidak perlu lagi bersembunyi dibalik kata-kata indah berbentuk teks hanya untuk menggambarkan apa yang ingin ia sampaikan. Karena seperti pepatah yang menyebutkan bahwa sebuah gambar/foto bisa menggambarkan seribu cerita, nah bayangkan jika yang kita gunakan adalah video yang merupakan gambar bergerak.

Mobile vlogging dan masa depan media

Mobile vlogging adalah awal dari percepatan penyampaian pesan dan konten secara sempurna. Mengapa saya bilang demikian? Karena kedepannya nanti bila budaya penyampaian pesan atau berita secara personal lewat mobile dengan format video sudah biasa dilakukan, maka otomatis akan merubah cara kita menyampaikan serta mengonsumsi konten di mobile juga. Dengan perangkat mobile yang kalian miliki sekarang sebenarnya sudah masuk kualifikasi untuk memproduksi konten video yang cukup. Kini tinggal kalian menentukan sendiri, akan jadi apa konten video tersebut? Vlog kah? Berita kah? Iklan kah? Atau webseries?

It’s your call…:-)

*Tulisan ini juga bisa dibaca pada sisipan KompasKlass di harian Kompas*

Foto: ShoulderPod

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s