Haters Gonna Hate…Why They Do That?


Mungkin banyak dari kalian memperhatikan bagaimana sebuah akun selebritas diserbu oleh tweet-tweet penuh kebencian oleh akun-akun lainnya di Twitter. Atau mungkin kalian pernah mengalaminya sendiri? 

Ketidak sepahaman ketika berinteraksi dengan orang lain sebenarnya adalah hal yang wajar saja. Mana ada sih yang memiliki kesamaan 100% satu sama lain? Namun yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapinya perbedaan-perbedaan tersebut.

Tingkat Kedewasaan dalam Mengontrol Pikiran

Betul! Dibutuhkan tingkat kedewasaan tertentu dalam mengontrol pikiran agar bisa berinteraksi dengan orang lain. Bahkan dengan menggunakan indera yang kita miliki saja banyak orang yang masih “kelepasan” lalu bertengkar untuk masalah-masalah yang sebenarnya tidak perlu sampai harus bertengkar. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika medium interaksi yang digunakan hanya mengandalkan teks? (hampir semua media sosial masih mengandalkan teks untuk berinteraksi).

Kedewasaan dalam mengontrol pikiran ini pun juga berpengaruh pada perasaan. Banyak dari kita yang masih belum bisa memilah-milah antara argumentasi dalam berdiskusi dengan being personal. Semua masih dijadikan satu didalam kepala. Sehingga saat seseorang berdebat, maka perasaan pribadi selalu diikutkan, sehingga penilaian-penilaian diluar topik yang diperdebatkan akan ikut masuk dan mengendap didalam kepala. Ini lah yang menjadi benih-benih kebencian yang membuat seseorang jadi hater.

Haters Gonna Hate

Bila ketidak sukaan terhadap pribadi seseorang sudah menguasai pikiran tanpa bisa dikontrol lagi, maka yang terjadi adalah apa yang kita sering sebut kebencian buta, dengan istilah “haters gonna hate”. Ini sebetulnya untuk menggambarkan bahwa kebencian seseorang pada satu pribadi akan membuat ia membenci apa saja yang keluar dari orang itu. Dan ini terjadi dikehidupan kita. Kita sering mendapati orang-orang yang bergosip tentang orang lain di mana saja. Semakin banyak orang yang ikutan bergosip semakin kuat keyakinan bahwa gosip itu adalah sebuah kenyataan tanpa merasa perlu mencek kebenarannya, sehingga yang terbentuk adalah opini yang salah karena tidak didasari oleh bukti-bukti yang kuat. Ini sering sekali digunakan oleh orang-orang yang memang berniat untuk mendiskreditkan orang lain karena kebencian pribadi, sehingga ia “membuatnya” seolah-olah kebencian tersebut memiliki dasar yang kuat. Sedikit lebih canggih ketimbang politik Belanda untuk memecah belah Indonesia dengan Devide Et Impera nya.

Collective Haters on Social Media

Semakin besar ekspose seseorang maka akan semakin besar pula mengundang haters. Ini yang terjadi pada banyak selebritas. Mereka sudah tidak punya lagi kehidupan pribadi (walaupun banyak pula yang memang “menjual” kehidupan pribadinya demi eksposur). Bagi para haters ini adalah kesempatan yang baik untuk merancang serangan mereka dengan dukungan hater-hater lainnya yang memang sudah enggan menggunakan pikiran mereka untuk orang-orang yang mereka benci. Kenyataan bahwa banyak haters terhadap seseorang yang juga dibencinya seperti pemberi semangat untuk semakin keras untuk melancarkan serangan kebenciannya. Oleh karena itu maka sering kita melihat hater-hater tersebut sampai membuat fanpage khusus untuk menampung kebencian dari hater-hater lainnya.

Penanggulangannya seperti apa? Ini akan jadi tulisan lanjutan berikutnya. Dan saya akan memasukkan juga pengalaman-pengalaman teman-teman lainnya dalam menghadapi haters ini. Care to share? Boleh ceritakan di komen dibawah ya? Thanks

Foto: makeuseof.com

Iklan

2 pemikiran pada “Haters Gonna Hate…Why They Do That?

  1. Ada juga haters yang muncul dari mereka yang kebanyakan diserang, sehingga para (‘mantan’) korban ini balik berubah cara pandang pertamanya, melihat ancaman di segala lini, dan balik menjadi haters kepada sesama pengkritik… Defensif ketemu defensif gitu lah, kurang lebih…

    …Tapi, ya, tentu ini cuma pengamatan anekdotal dari saya. Untuk lebih sahihnya ya rasanya butuh penelitian psikologi sosial yang lebih metodis dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s