Pilkada 2017: Semakin Dewasa kah Kita Kali Ini?


Saya selalu bilang kepada semua orang bahwa pilkada kali ini akan sangat seru dan menarik. Begitu banyak pembelajaran yang saya bayangkan akan kita dapatkan terutama dalam hal bagaimana kita semua berperilaku di dunia maya. Betapa tidak? Semenjak instrumen digital mulai dilibatkan dengan cukup total pada Pilkada DKI Jakarta jaman Jokowi-Ahok dan Pilpres Jokowi vs Prabowo kita menyaksikan proses pembelajaran yang luar biasa banyak, brutal, lugu, bodoh dan masih banyak lagi saat kita semua menyerap dan berbagi di dunia maya. Seperti menonton film bioskop, semuanya dipaparkan di hadapan kita. 

Setelah kita melewati dua kali pesta demokrasi, tentunya kita harapkan bisa melihat kematangan dalam pemanfaatan perangkat media sosial serta digital oleh seluruh stakeholder di pesta demokrasi yang akan kita alami lagi di tahun 2017 nanti.

Jakarta adalah kunci!

Mengapa Jakarta begitu penting dalam Pilkada nanti? Selain Jakarta adalah ibukota, namun Jakarta adalah contoh bagi daerah-daerah lain, well secara jujur banyak juga pemimpin daerah yang mempelajari Jakarta agar bisa menyiasati keinginan-keinginan lain, namun setidaknya jika masyarakatnya bisa terbuka matanya maka mereka bisa ikut belajar dan ikut menuntut agar bisa diperlakukan yang sama. Itu makanya saya bilang Jakarta adalah kunci.

Pertempuran dimulai sejak sekarang

Begitu para cagub dan cawagub ditentukan, pada saat itu pulalah pertempuran dimulai. Tidak ada satupun yang ingin membuang waktu. Bisa dari pihak pendukung ataupun dari pihak kandidat, sadar ataupun tidak sadar.

Dimulainya pertempuran tersebut membuat timeline/newsfeed/linimasa setiap orang mulai terpilah-pilah dan tidak itu saja, pengaruh pertempuran yang sudah dimulai itupun mulai membuat beberapa teman-teman kita yang terhubung di media sosial mulai jadi menyebalkan. Sifat-sifat asli mereka mulai terlihat, which is tidak apa-apa juga, ya bebas-bebas saja sih sebetulnya 🙂

Apakah kita akan melewati kembali peristiwa-peristiwa yang sudah kita alami pada pesta-pesta demokrasi sebelumnya? Bisa iya dan bisa tidak. Yang pasti kita semua tahu apa yang akan terjadi jika kita tetap berlaku sama di media sosial yang saya pribadi berpendapat seharusnya kita bisa lebih dewasa menyikapi peristiwa demokrasi kali ini.

Bagaimana pendapat Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s