Mengapa Buang-Buang Waktu di Media Sosial Itu Perlu Anda Lakukan?


buang-buang waktu di media sosial

Salah satu klien saya pernah bertanya “Mengapa kandidat yang berpotensi jadi klien banyak yang menyukai saya tapi tidak pernah ada pekerjaan yang akhirnya diberikan pada saya? Jika melihat aktivitas mereka di media sosial ya kelihatannya mereka suka dengan saya dan juga pekerjaannya, namun tetap saja tidak ada pekerjaan yang didapat dari mereka”. Klien saya jadi berfikir apakah ia sudah buang-buang waktu dengan media sosial?

Apakah Anda juga merasakan hal yang sama? Merangkul pengikut di media sosial itu memang bukan pekerjaan singkat. Jika semua yang dilakukan tidak mendatangkan hasil (baca: pekerjaan), maka akan terasa semuanya jadi sia-sia.

Seberapa keren sebuah ketenaran dan ‘likes’ jika tidak ada uang yang masuk kedalam bank Anda?

Di bawah ini ada 3 alasan sederhana, mengapa Anda seharusnya mencoba lebih keras untuk merangkul followers Anda:

  • Klien akan merasa yakin untuk mempekerjakan Anda jika Anda memiliki follower yang loyal. Mungki Anda pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya yaitu semuanya berkaitan dengan social proof. Anda perlu secara jelas mendefinisikan posisi Anda pada sesuatu yang Anda dukung ataupun tidak, supaya bisa mempermudah orang lain memahami Anda dan juga me ‘like’ atau menyukai Anda. Followers Anda merupakan bukti bahwa apa yang keluar dari mulut Anda dan Anda lakukan adalah relevan. Mereka akan menunjukkan pada yang lainnya bahwa Anda cukup penting. Jadi jika ada di sebuah posisi dimana harus ada yang dipilih antara dua kandidat yang memiliki kualifikasi cukup dimana yang satu memiliki audiens/pengikut/followers yang lebih besar, kira-kira siapa yang akan mendapatkan posisi tersebut?

Jika Anda masih bekerja, juga sangat penting untuk Anda untuk bisa ‘stand out’. Anda mendapatkan pengaruh saat Anda bekerja di kantor, di mana banyak dari yang lainnya merasa opini-opini Anda relevan. Anda bisa mendapatkan manfaat dari nilai pasar Anda yang meningkat. Perusahaan tempat Anda bekerja tidak akan mau kehilangan Anda karena pengaruh Anda di masyarakat.

  • Anda bisa mendapatan income dari kekuatan Anda memfollow. Banyak perusahaan tidak tahu caranya menjembatani gap yang terjadi antara generasi Millenial dan Baby Boomers sehingga mereka kandas pada advertising tanpa arah pada audiens yang terlalu luas dan tidak berdampak pada tingkatan demografi apapun.

Ada orang yang memfollow puluhan ribu orang di beberapa jaringan sosial serta dengan mudah mencapai target demografi tertentu. Banyak perusahaan yang mau membayar untuk bisa mendapatkan orang-orang seperti itu agar bisa mendapatkan target market yang tepat. Usaha Anda di media sosial menjadi investasi yang memiliki nilai tersendiri untuk bisnis-bisnis lainnya karena followers Anda tidak melewatkan begitu saja pesan-pesan yang Anda sampaikan. Mereka memperhatikan apa yang Anda sampaikan.

  • Followers yang berinteraksi dengan Anda kebanyakan adalah brand ambassadors bagi Anda. Berinteraksilah dengan mereka. Silahkan perlakukan mereka dengan istimewa. Namun jangan sekali-kali mencoba menyisipkan usaha-usaha menjual sesuatu dalam hubungan Anda dengan mereka. Saya sarankan Anda fokus dalam membangun relasi ketimbang berjualan. Sampaikan sesuatu yang bernilai pada mereka dan mereka akan membalasnya dengan kesetiaan (loyalty).

Sebenarnya, prinsip ‘less is more’ itu masih berlaku. Makin sedikit dan dalam sebuah interaksi lebih baik daripada interaksi yang dipenuhi dengan percakapan para medioker. Jangan buang-buang waktu Anda jika tidak ada sesuatu yang relevan untuk disampaikan atau memposting hanya link tanpa penjelasan apapun mengapa informasi yang ada di link tersebut bermanfaat bagi followers Anda.

Saya tetap berpendapat bahwa akan sulit mendapatkan kesempatan pekerjaan ataupun pilihan karir bagi orang-orang yang tidak membangun jejaringnya. Jika Anda masih berfikir bahwa fungsi jaringan sosial adalah hanya untuk bisa tetap terhubung dengan keluarga dan teman, coba pikirkan sekali lagi.

Sebenarnya jaringan sosial itu adalah bagian dari strategi karir Anda. Jejaring sosial itu menyediakan tempat untuk menjajal ekspansi dari personal brand Anda, dan dari jejaring sosial tersebut pula Anda bisa mengukur kesuksesan dari usaha Anda. Apapun yang Anda posting, harap selalu diingat bahwa Anda merepresentasikan personal brand Anda sendiri. Apakah posting yang Anda lakukan membantu atau malah merusak image yang Anda bangun selama ini? Pesan-pesan pribadi dan opini sebaiknya dikomunikasikan lewat jalur pribadi, telpon atau bahkan lebih baik bertemu langsung face-to-face. Jangan pernah melakukannya lewat jalur media sosial.

Kini giliran Anda…..apakah Anda bisa berbagi cerita sukses dalam menggunakan jejaring sosial (social network) agar para pembaca lainnya bisa mendapatkan manfaatnya? Coba ceritakan pengalaman Anda di bagian komentar di bawah ini.

Foto: Cosmopolitan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s