Berikan Kesempatan Karyawan Anda Membantu Dengan Getok-Tular


Word Of Mouth

Bagi para pemilik perusahaan, apakah Anda tahu bahwa karyawan Anda adalah satu-satunya sumber getok tular (word of mouth) yang terbesar bagi perusahaan/brand/layanan Anda? Namun kenyataannya tidak semua perusahaan memperlakukan mereka sebagai asset yang layak diposisikan seperti itu. Apa yang akan terjadi jika sebuah perusahaan ketimbang “mengikat” karyawan mereka dengan peraturan-peraturan dan regulasi-regulasi tapi justru membekali mereka (karyawan) dengan sebuah panduan (guidelines) yang membebaskan mereka melakukan pekerjaan tambahan yang luar biasa. Ada tiga cara yang bisa dilakukan:

  1. Membiarkan mereka untuk memberikan barang secara gratis
  2. Membiarkan mereka melakukan percakapan seperti pada layaknya manusia biasa
  3. Membiarkan mereka menjadi relawan pada komunitas-komunitas yang mereka ikuti

Biarkan mereka memberikan barang secara gratis

Ini adalah salah satu cara yang termudah untuk karyawan Anda bisa membantu menyebarkan pesan secara getok-tular (word of mouth), namun banyak perusahaan menolak melakukannya karena mereka pikir mereka butuh sebuah sistem khusus untuk  membagikan barang-barang secara gratis. CEO salah satu jaringan makanan cepat saji, Pret A Manger mengatakan bahwa mereka tertarik untuk menggunakan kartu loyalitas untuk program reward, tetapi mereka tidak ingin menjadi rumit. Lalu staf mereka diberikan kuota yang harus dipenuhi untuk memberikan sesuatu setiap minggunya. Jadi, jika mereka suka dengan seseorang dengan alasan apapun, mereka bisa memberikan kopi gratis. Cara tersebut terbukti bisa berhasil karena sederhana, tulus, dan mengejutkan orang.

Biarkan mereka melakukan percakapan seperti pada layaknya manusia biasa

Saat Groupon memposting tawaran untuk sebuah “Banana Bunker” di Facebook, lelucon tentang apa yang terlihat dan apa yang kira-kira digunakan mulai bergulir. Dan ketika hampir semua perusahaan akan menurunkan posting semacam itu untuk menurukan kemungkin makin tingginya percakapan-percakapan yang tidak pantas, Groupon malah tetap meneruskannya, dan juga malah mendorongnya dengan merespons setiap komen yang masuk dengan cara yang santai dan lucu. Sebagai contoh, saat salah satu pelanggan bilang: “What if my banana is too big?” lalu manajer media sosial Groupon meresponnya dengan menjawab: “Don’t exaggerate.” Respon-respon yang kocak berlangsung dengan cepat, penuh improvisasi dan menghasilkan perhatian yang banyak dari media. Semua itu  itu datang dari keinginan untuk membiarkan karyawan untuk bisa menunjukkan kepribadian mereka di media sosialmemanfaatkan waktu dengan responnya masing-masing, dan sedikit mengambil risiko bukan hanya dengan membagikan pesan PR yang sudah disiapkan terlebih dahulu.

Biarkan mereka menjadi relawan pada komunitas-komunitas yang mereka ikuti

Eatel, sebuah perusahaan telekomunikasi, membayar karyawan-karyawan mereka untuk membawa anak-anak liburan dan membantu mereka di sekolah. Mereka mendapatkan 16 jam per tahun untuk menjadi relawan pada aktivitas-aktivitas yang memang membutuhkan bantuan orang tua, seperti bermain, karya wisata, dan melakukan pengumpulan dana. Hal tersebut tidak hanya membuat karyawan dan komunitas jadi bahagia, namun juga menjadikan Eatel buah bibir pembicaraan diantara guru-guru, orang tua dan juga teman-teman.

*disadur dari beberapa sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s