Strategi Donald Trump Menggunakan Kontroversi Untuk Memenangkan Pemilu


Akhirnya pada pemilu beberapa saat lalu Amerika Serikat berhasil menentukan siapa presiden mereka untuk 5 tahun kedepan. Yak Donald Trump, sosok yang memilih bersikap kontroversi untuk menjadi dikenal dan populer. Dan ternyata strategi ini berhasil. 

Disekitar awal tahun saya sekeluarga sempat berkunjung ke Melbourne dan ngobrol dengan salah satu teman saya, Adit yang sedang menyelesaikan studinya, tentang Donald Trump. Adit bilang bahwa semua kebrengsekan Donald Trump itu adalah strategi untuk bisa stand out dibandingkan kandidat-kandidat lainnya. Jika Donald Trump terpilih jadi presiden maka most likely dia tidak akan menjadi sosok Donald Trump yang kita kenal pada saat kampanye, karena akan teralu riskan bagi posisinya sebagai Presiden.

Teori yang disampaikan Adit secara perlahan mulai terbukti. Pesan-pesan “sampah’ yang ia gunakan pada saat kampanye mulai ia tanggalkan dan Donald mulai meminta agar orang-orang berhenti bersikap rasis, dimana pada saat kampanye, isu bernada rasis lah yang ia gunakan sebagai pembangkit dukungan.

Lalu apakah Donald Trump akan mulai berganti sikap lagi untuk menjalankan pemerintahan Amerika Serikat? Who knows? Tidak ada yang tahu secara pasti akan kemana ia membawa negara besar ini. Yang pasti ia berhasil memecah belahkan opini masyarakat, membangkitkan para rasis di Amerika Serikat untuk memenangkan kursi kepresidenan Amerika Serikat.

Saya ingat sosok Farhat Abbas yang selalu saya jadikan contoh sebagai sosok yang berhasil menjadi populer dengan cara being a bad guy. Apakah Farhat Abbas berhasil? Dalam hal popularitas jelas ia berhasil. Dan untuk Donald Trump cara tersebut terbukti berhasil juga. Pertanyaannya jika setelah menang ia mengubah sikap untuk bisa menjadi presiden yang baik, lalu apa jadinya dengan pendukungnya dari sisi saat ia berlaku as a bad guy? Ku Klux Klan, orang-orang rasis yang merasa mulai terangkat karena pernyataan-pernyataannya, dan lain sebagainya.

Donald Trump akan jadi sosok yang menarik untuk dipelajari karena praktek politik praktis yang ia terapkan sebagai politikus sejalan dengan metode yang biasa dilakukan oleh para pebisnis secara gamblang dan jelas, yaitu asas kesempatan (oportunis) yang ia tunjukkan pada saat kampanye yang lalu

Kini Donald Trump telah berhasil menduduki jabatan orang tertinggi di Amerika Serikat, dengan kondisi masyarakat yang terpecah-pecah. Menarik untuk melihat langkah yang akan diambil selanjutnya.

Apa pendapatmu?

Iklan

6 pemikiran pada “Strategi Donald Trump Menggunakan Kontroversi Untuk Memenangkan Pemilu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s