Pentingnya Membina Hubungan yang Harmonis dengan Blogger / Content Creator


Sudah beberapa kali saya mendapatkan undangan untuk menghadiri peluncuran produk baru. Beberapa berhasil saya hadiri dan kemudian berbuah ulasan menarik berbentuk blog dan ada juga yang gagal jadi sebuah konten.

Jujur saja saya tipikal blogger yang tidak suka menulis hal-hal buruk mengenai produk. Saya yakin setiap produk pasti dilahirkan dengan keyakinan yang cukup tinggi bahwa produk mereka baik, hanya saja sudut pandang kita seorang blogger perlu dibimbing dengan baik supaya tidak fatal penerimaannya.

Jangan kuatir, ditangan saya sebuah produk tidak akan terlihat buruk karena jika saya tidak puas dengan produk yang ditampilkan maka tidak akan lahir konten apapun tentang produk tersebut pada kanal yang saya kelola. Ini lebih baik bukan ketimbang saya menulis review buruk tentang produk tersebut bukan? Namun artinya ini bukan tanpa solusi. Karena tentunya brand (yang biasanya diwakili oleh agency) selalu ingin mendapatkan number of coverage yang cukup banyak, dengan sentiment yang baik.

Bagaimana caranya? Saya akan coba paparkan dari sisi saya sebagai blogger/vlogger/content creator ya, saya yakin setiap orang punya preferensi yang berbeda-beda.

  1. Brand/Agency perlu tahu apa yang membuat blogger tertarik pada produk/layanan yang ingin dibahas. Bagaimana caranya? Buatlah riset pada setiap blogger terutama yang menyangkut topik-topik yang mereka  angkat dalam membuat konten. Saya pribadi sangat menyukai topik-topik yang mengangkat dampak yang diakibatkan oleh produk dari brand, terutama yang menyangkut kehidupan penggunanya lho ya. Setiap produk pasti dilahirkan dengan sebuah alasan tertentu.
  2. Berikanlah blogger waktu untuk memilih angle dan mengusulkan angle tersebut pada perwakilan dari brand. Jika perlu berikan cara agar blogger bisa merasakannya sendiri. Jika hal tersebut terjadi pada saya, maka saya akan mencoba mencarikan angle yang paling pas untuk bahan konten nantinya. Tidak perlu menyetir blogger dengan memaksakan angle yang brand pikir benar. Karena nantinya konten tersebut akan terlihat “fake”.
  3. Binalah hubungan baik dengan blogger sehingga para blogger pun akan bisa merasa jadi bagian dari brand tersebut. Dengan cara seperti ini maka nantinya jika ada peluncuran produk, maka jauh-jauh hari blogger akan bisa memberikan masukkan pada brand seperti apa produk tersebut ingin di cover. Kelihatannya sepele ya, namun kalian akan melihat bahwa untuk jangka panjang ini adalah investasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Ok, mungkin ada yang ingin ditambahkan lagi? Silahkan tambahkan di bagian komentar ya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s