Agama Sepakbola


Beberapa saat ini bangsa kita sedang diuji. Dalam ujian tersebut banyak hal yang mulai terungkap, karakter bangsa yang terbentuk akibat dari banyak hal yang kita lewati selama ini jadi semakin terlihat. Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa sih tapi tidak ingin juga bermanis mulut untuk bilang bahwa permasalahan intoleransi di negara kita ini masalah kecil. 

Kita mengklaim bangsa kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perbedaan dengan jargon Bhinneka Tunggal Ika, well saya pikir itu benar adanya, tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama jika kedewasaan individu dan wawasan berbangsa tidak diupgrade. Dan hasilnya sekarang sudah mulai kelihatan. Rasa kebangsaan yang sudah lama tidak dibina membuat individu-individu menggunakan keyakinan yang menurut saya seharusnya ada dalam ranah pribadi sebagai ikatan persatuan baru diluar kebangsaan. Sehingga bisa diduga, definisi persatuan bergerak dari kebangsaan ke keyakinan.

Apa yang terjadi jika definisi persatuan yang selama ini diwakili oleh nama Indonesia sebagai negara kesatuan bergeser ke keyakinan (agama)? Ya simply perpecahan untuk Indonesia jadinya. Menentukan satu keyakinan kedalam satu negara pun tidak akan mungkin bisa dilakukan karena negara ini didesain tidak sebagai negara berdasarkan satu keyakinan. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Mudah untuk menyebutkannya tapi tidak mudah untuk menjalankan, yaitu kita harus mencari cara agar ikatan kebangsaan Indonesia bisa kembali menjadi simpul ikatan kebangsaan kita bersama. Pertanyaannya….bagaimana caranya?

Saya yakin kebanyakan dari kita pasti sepakat bahwa Sang Maha Pencipta selalu punya cara untuk bisa memberikan kita petunjuk dan jalan yang terbaik.

Ada yang memperhatikan barangkali ketika pertarungan sepak bola piala AFF Suzuki memasuki babak semifinal antara Indonesia vs Vietnam berlangsung? Kita sama-sama mendukung kesebelasan kita (saya tidak akan membahas hasilnya lho ya….hahaha), kita sama-sama kesal ketika merasa wasit tidak bersikap adil, kita sama-sama marah ketika kendaraan yang ditumpangi oleh kesebelasan kita ditimpuki batu oleh pendukung Vietnam. Rasa kebangsaan kita sebagai bangsa kesatuan Indonesia menyeruak ketika kesebelasan sepak bola kita harus bertarung dengan kesebelasan negara lain. Indonesia menjadi harga mati.

Sadarkah bahwa selama perhatian kita tertuju pada pertandingan Indonesia vs Vietnam, kita melupakan perbedaan-perbedaan yang beresiko menghancurkan NKRI selama ini (regardless nantinya akan kembali lagi lho ya). Intinya jika ada “sesuatu” yang bisa menjadikan seluruh bangsa bersama-sama berjuang despite perbedaan-perbedaan yang kita miliki, maka hal tersebut bisa jadi resep mujarab untuk merekatkan nilai-nilai kebangsaan yang terancam pecah

Sekali lagi sadar atau tidak sadar Sang Maha Pencipta selalu punya cara untuk bisa memberikan petunjuk dan jalan yang terbaik bagi kita semua. Kesempatan untuk memperbaiki diri selalu Ia tunjukkan caranya. Sekarang tinggal bagaimana kita bersama-sama berbesar hati untuk menyikapi dan maju menuju perbaikan untuk negara kita yang tercinta ini.

Note: Saya bukan penggemar sepakbola lho ya

Foto: Indoberita.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s