Art in Everyday Life


Di salah satu episode Vlogissimo saya sempat mengungkapkan keinginan saya untuk kembali menjadi kreator. Yang saya maksud dengan kreator ini adalah simply menghasilkan sebuah karya. Karya yang saya maksud tidak tertutup masuk ke ranah seni juga (FYI saya dulu kuliah di Seni Rupa dan sempat bekerja selama 6 tahun sebagai designer di Panasonic).

Memelihara sense of art

Beberapa saat lalu saya diajak ketemuan oleh dua orang kakak kelas saya di Seni Rupa Trisakti dulu, mas Satyaki Mochtan (DG84) dan Nike Singawinata (DG84), mereka mengutarakan keinginan mereka untuk mengajak teman-teman sealmamater dulu untuk kembali berkesenian, not necessarily harus mendesign (design is an applied art), namun mengekspresikan sense of art kita dalam rangka memeliharanya. Kalau kita telaah lebih jauh, maka sebenarnya seni pun bisa dijadikan alat terapi yang baik bagi kesehatan jiwa kita.

Kita bertiga sepakat untuk membuat grup yang kita namakan dengan Art in Everyday Life, dimana pada grup ini para peserta bisa ikutan sharing karya-karya seni mereka yang dibuat sehari-hari tanpa takut untuk dijudge oleh orang lain

Diri kita sebagai barrier

Satu-satunya penghalang atau barrier untuk tidak berkesenian adalah diri kita sendiri yang selalu bilang bahwa kita tidak punya waktu atau sudah tidak bisa lagi. So think about it.

Ps: Artwork diatas (saya beri judul “Chaotic in Color”) saya buat hanya dengan mengandalkan pencil tools pada aplikasi Adobe Illustrator dalam waktu kurang dari 30 menit

 

Iklan

2 pemikiran pada “Art in Everyday Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s