Silent Is Not Always Golden


Sering saya dengar ajakan untuk berdiam diri jika mulai terjadi friksi di media sosial, terutama jika mulai muncul perbedaan pendapat, posting-posting provokasi, penyebaran kebencian sampai hal-hal yang paling murahan….hoax! Pertanyaannya adalah apakah dengan kita berdiam diri lalu hal-hal tersebut akan berlalu? Tentu saja jawabannya tidak. 

Well, tidak bisa dipungkiri perseteruan di media sosial yang melibatkan politik, agama dan ras buat beberapa orang sangat menyebalkan. Belum lagi kita jadi tahu bahwa teman-teman yang dulunya bersikap baik menjadi beringas karena ikut-ikutan berbagi hal-hal tersebut. Salah satu teman yang memutuskan untuk menutup akun media sosialnya menyebutkan bahwa ia tidak tahan melihat satu per satu temannya berubah menjadi beringas. Banyak juga teman yang mulai memblok teman-teman mereka yang dianggap mulai annoying di media sosial.

Pertanyaannya apakah dengan memblok ataupun menutup akun media sosial kondisi ini akan lebih baik? Yes mungkin saja lebih baik namun buat diri kita sendiri karena kita tidak akan melihat lagi posting-posting beringas, provokasi, fitnah-fitnahan tersebut namun hal tersebut tetap akan berlangsung. Teman-teman kita yang tadinya baik tetap saja satu persatu akan berubah. Dan kondisi akan terus memburuk karena orang-orang yang diharapkan peduli untuk bisa ikut menyeimbangkan kondisi ini justru memilih untuk berdiam diri atau menutup akun mereka. Dan pada akhirnya dunia online akan dipenuhi oleh orang-orang brutal tersebut yang membuat dunia online menjadi ajang pertempuran.

Oleh karena itu maka Anda akan tetap melihat saya ikut meladeni diskusi-diskusi di media sosial dengan niatan untuk meluruskan sesuatu yang salah yang biasanya dipaksakan untuk diterima oleh pihak-pihak yang menggunakan cara-cara tersebut.

Joseph Goebbels, Menteri Propoganda NAZI pernah bilang di bawah ini:

Jadi jika kesalahan/kebohongan disebarkan dan dibiarkan terus menerus, maka ia akan berubah menjadi kebenaran. Sama halnya yang terjadi pada jalan raya kita dimana pelanggaran banyak terjadi dan terjadi pembiaran dalam waktu yang cukup lama, sehingga bila kita berusaha menegur, maka si pelanggar tersebut yang akan marah balik kekita. Pelanggaran yang dibiarkan, menjadi sesuatu yang wajar buat mereka.

Nah….sekarang yang mana yang Anda pilih?

Images: Huffington Post & AZ Quotes

Iklan

Satu pemikiran pada “Silent Is Not Always Golden

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s