Sebelum Raja Salman dari Arab Saudi datang berkunjung ke Indonesia, kata “Arab” memberikan kesan terhubung dengan Islam garis keras, karena kesan bentukan dari beberapa ormas Islam. Namun ketika Raja Salman akhirnya datang berkunjung dengan rombongannya yang super besar (sekitar 1500 orang), kesan tersebut serta merta hilang. Mengapa demikian? 

Sebagai pemimpin negara Arab Saudi, Raja Salman tidak datang untuk mewakili keyakinan tertentu. Ia mewakili negaranya. Ia membawa niatan untuk bekerjasama dengan negara-negara di Asia termasuk Indonesia. Hal ini akhirnya mulai membungkam kelompok-kelompok yang sejak lama kerap menggunakan negara Arab Saudi sebagai acuan pembenaran “sikap” agama yang mereka yakini dan jalankan selama ini.

Ya, apakah ada yang kecewa? Mungkin, namun paling tidak kedatangan Raja Salman bisa membuka wawasan bahwa walaupun Arab Saudi adalah tempat kiblat salah satu agama berada, namun mereka tetap menjaga sikap moderat mereka.

Foto: AFP Photo/Achmad IBRAHIM